Beranda Warta Berita Lokalatih Alih Kelola di Kota Cilegon: Pentingnya Sinergi Antar Program

Lokalatih Alih Kelola di Kota Cilegon: Pentingnya Sinergi Antar Program

Comments (0) View (1672)

L

LOKALATIH penguatan kapasitas Pemerintah Kota Cilegon dalam rangka alih kelola kegiatan penanggulangan kemiskinan yang berlangsung 28 hingga 29 Desember 2004 dan bertempat di Hotel Feri Merak, Cilegon, disambut positif oleh jajaran Pemda kota ini. Lokalatih ini diikuti oleh 28 peserta terdiri dari 12 orang Aparat Dinas, Instansi serta PJOK, 5 orang TKPP/SPKD, 4 orang dari Perguruan Tinggi, LSM, Kadin dan BKM, 4 orang dari tim KMW 2 (1/2) dan 1 orang perwakilan DPRD. Rangkaian proses lokalatih direncanakan berlangsung 2 hari, termasuk acara malam pada 28 Desember 2004. Ada juga utusan dari Kadin Kota Cilegon dalam komposisi peserta, dimana pada lokalatih sebelumnya (Kabupaten dan Kota Tangerang serta Kabupaten Serang), tidak diundang.

Lokalatih ini bermuara pada pencapaian tiga tujuan yaitu: (1) Terciptanya kesamaan pemahaman tentang P2KP; (2) Meningkatkan semangat dan motivasi dalam keberlangsungan penanggulangan kemiskinan dalam sebuah sinergi; serta (3) Dapatnya dirumuskan rencana tindak lanjut penanggulangan kemiskinan di wilayah ini.

Dalam sambutan Walikota yang disampaikan Kepala Bappeda Kota Cilegon, Drs. Edy Ariadi, M.Sc, menekankan tentang pentingnya sinergi berbagai program yang akan menjadi kunci dalam keberlanjutan penanggulangan kemiskinan di wilayah Kota Cilegon. Dalam kaitan ini, wilayah Kota Cilegon dengan 8 kecamatan dan 43 desa/kelurahan belum semuanya dijangkau oleh P2KP. P2KP sendiri diharapkan menjadi salah satu upaya penanggulangan kemiskinan yang penting karena di Kota Cilegon tercatat 22,3 % atau 8.729 KK dengan hampir 16.000 jiwa penduduknya masih tergolong miskin. Tercatat pula sebanyak 17.169 orang pencari kerja di wilayah ini.

Sejak 1999, Pemda Cilegon telah mendukung P2KP bahkan jauh sebelum itu, dukungan akan program penanggulangan kemiskinan telah dilakukan Pemda yang sekaligus pula merintis berbagai program-program terkait. P2KP yang dimulai sejak tahun 1999 (6 desa/kelurahan) dan dilanjutkan tahun 2001 (20 desa/kelurahan) merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam penanggulangan kemiskinan. Karena tahun 2010 nanti, keluarga miskin diharapkan sudah tidak ada lagi di Kota Cilegon. Berbagai program dalam kaitan ini telah dijalankan seperti Jaring Asmara, Linbuk, Basis, BPRS Cilegon Mandiri, LKBM, Lembaga Perintisan Usaha (LPU), Lembaga Kemitraan dan Bina Lingkungan (LKBL), Trading House serta P2KP sendiri.

Sejalan dengan itu, komitmen Pemda Cilegon sendiri terlihat dalam bentuk dukungan kepada P2KP yang diberikan hingga tahun 2004 yang lalu berupa alokasi BOP sesuai dengan ketentuan P2KP. Selain itu, Pemkot Cilegon juga memberikan dukungan masing masing Rp. 1.250.000,- untuk 20 BKM P2KP 1/2. Dana ini digunakan oleh BKM untuk pengadaan computer guna mendukung manajemen program khususnya pengelolaan dana bergulir. Untuk tahun 2005, Pemkot Cilegon akan mendukung replikasi P2KP khususnya di 17 kelurahan/desa lain yang belum terjangkau P2KP.

Pemkot Cilegon juga telah mempersiapkan Komite Penanggulangan Kemiskinan Daerah (KPKD) dan telah didukung pula oleh SK Walikota Cilegon yang dikeluarkan bulan Maret 2004. Susunan tim KPK Kota Cilegon telah mewakili unsur pemerintah, legislatif, masyarakat dan dunia usaha. Namun Strategi Penanggulangan Kemiskinan (SPK) Daerah sementara ini belum disusun oleh KPKD.

Dikemukakan oleh Ir. Suherman Djayadireja, selaku Team Leader KMW 2 bahwa P2KP telah menjangkau 26 kelurahan/desa yang berada di 8 kecamatan (6 desa/kelurahan P2KP 1 tahap 1) dan 20 Kelurahan/Desa P2KP 1 tahap 2. Lokasi P2KP ini baru 60 % dari 43 kelurahan/desa di wilayah Kota Cilegon dengan dana BLM secara keseluruhan mencapai Rp. 5.250.000.000,-.

Drs. Edy Ariadi, M.Sc selaku Kepala Bappeda Kota Cilegon menjelaskan bahwa upaya penanggulangan kemiskinan di Kota Cilegon telah merumuskan strategi penurunan kemiskinan yaitu: (1) Pemberdayaan manusia dan peningkatan kualitas SDM; (2) Pemberdayaan usaha dan peningkatan pendapatan; (3) Pemberdayaan lingkungan dan kualitas. Strategi, pendekatan, program dan kelembagaan dalam kaitan dengan berbagai upaya penanggulangan kemiskinan tersebut telah dilegalitas oleh SK Walikota sejak tahun 2001.

Drs. H. Evi Azhari dari komisi B DPRD Kota Cilegon yang menjadi peserta aktif, sangat merasakan manfaat atas kehadirannya dalam lokalatih ini yang sebelumnya kurang mengerti tentang P2KP. H. Evi yang anggota DPRD Kota Cilegon periode 2004 - 2009 ini, memberikan catatan agar dilakukan pemantauan pada program penanggulangan kemiskinan seperti LPU, Linbuk, LKBL, dsb. Selain itu juga melontarkan pertanyaan tentang perlu tidaknya membentuk lembaga baru dalam setiap program. Dipertanyakan pula tentang sistem informasi program-program tersebut serta pola pengkoordinasiannya.

Sementara itu, M. Nasir dari Kadin Kota Cilegon meminta agar semua program lebih terkoordinir dan tidak berjalan sendiri-sendiri. “Diharapkan dalam kegiatan lanjutan pendampingan BKM dan unit-unit pelaksananya, dilakukan dengan mengikutsertakan Aparat Desa,” ungkap M. Nasir. “Karena selama ini Aparat Desa hanya sebagai pemantau,” lanjutnya.

Lebih jauh Ibu Enny dan Maesarah dari Himpunan Pengrajin Indonesia (HIMPI), Kota Cilegon menyambut baik adanya lokalatih ini. “Diharapkan dalam program ke depan, HIMPI juga senantiasa dilibatkan,” ujar Enny. “Dan yang lebih penting adalah memberikan peluang kepada wanita, misalnya saja pada periode 2004-2009 ini, tidak satupun anggota DPRD yang wanita,” ungkap Enny yang diiyakan Maesarah. “Padahal pada periode sebelumnya ada 4 orang wanita sebagai wakil rakyat dan kita jangan mundur dong,” tegas mereka.

Tentang keberadaan Forum BKM tingkat Kota Cilegon, diungkapkan dalam forum tersebut bahwa FKBKM Kota telah berdiri pada 30 Oktober 2004 yang lalu di Aula Sekda Kota Cilegon. Dalam pertemuan yang dihadir 48 orang dari 24 BKM itu, terpilih Muhammad Arif dari BKM Gunung Sugih sebagai Ketua Forum. Untuk kegiatan forum BKM di tingkat kecamatan lebih banyak bersifat koordinasi informasi antar BKM di scope kecamatan terutama mempertemukan antara BKM 1/1 dan BKM 1/2 yang berjumlah 26 BKM. Muhammad Arif sendiri kini tidak lagi menjabat Koordinator BKM Gunung Sugih akibat perannya sebagai Ketua Forum BKM yang tidak mungkin akan optimal. Kelurahan Gunung Sugih sendiri dengan 17 RT dalam 4 RW memperoleh BLM Rp. 250.000.000,-. Dari alokasi tersebut digunakan untuk kegiatan pengembangan ekonomi dengan dukungan dana bergulir sekitar Rp. 141 juta. Pemanfaat dana bergulir hingga saat ini sebanyak 17 KSM dengan jumlah anggota 350 orang.

Salah satu bentuk kemitraan antara BKM dan pihak swasta, terlihat di kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon. BKM di kelurahan ini telah menyalurkan dana bergulir kepada 32 KSM dengan anggota 306 orang. Dana yang telah terserap oleh KSM tersebut mencapai Rp. 135.300.000,-. Melihat perkembangan pengguliran dana yang baik dari BKM ini, PT. Peni, sebuah perusahaan industri kimia memberikan dukungan kepada BKM sebesar Rp. 10.000.000,- untuk memperbesar alokasi dana bergulir yang telah dimiliki. PT. Peni juga memberikan dukungan dana pembangunan sejumlah Rp. 10.000.000,- untuk Kelurahan Gunung Sugih.

Untuk agenda tindak lanjut paska lokalatih, ditetapkan sejumlah hal penting, yakni: (1) Fokus pada penyajian dan pemetaan program penanggulangan kemiskinan yang telah berlangsung dan akan dilaksanakan di Kota Cilegon yang juga merupakan agenda inti lokalatih hari kedua; (2) Pertemuan konsolidasi dengan anggota KPK Kota Cilegon yang telah dikukuhkan dengan Surat Keputusan Walikota Cilegon pada Maret 2004 lalu; (3) Mulai membahas langkah penyusunan Strategi Penanggulangan Kemiskinan daerah (SPKD) Kota Cilegon. Dengan pijakan hal tersebut, kemudian akan disusun rencana tindak lanjut bersama. (Muchtar Bahar; Yanti)


 

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.