Beranda Warta Berita Cegat Sopir PDAM, Pasokan Air Lancar

Cegat Sopir PDAM, Pasokan Air Lancar

Comments (0) View (1075)

K

KESULITAN AIR, sudah menjadi hal yang biasa bagi warga Desa Cikande Kecamatan Cikande Kabupaten Serang Banten di saat musim kemarau. Oleh karenanya, melalui dana BLM P2KP terutama untuk alokasi/peruntukan kegiatan fisik, BKM Cikande Bangkit berupaya mengatasinya dengan membangun sejumlah bak air untuk menampung pasokan air dari PDAM. Penanganan terhadap persoalan kesulitan air ini pun telah mendapat prioritas dalam PJM Pronangkis warga.

Penanganan tahap awal dilakukan dengan melakukan pembangunan 6 buah bak air yang masing-masing berkapasitas 1000 liter di wilayah RT 002/05 sejak hampir 8 bulan lalu, yang ternyata, inipun tidak juga menyelesaikan masalah. Hal ini dikarenakan sulitnya mendapat pasokan air bersih dari PDAM Kabupaten Serang, walau saat itu, surat resmi yang difasilitasi KMW 2 (1/2) serta semua pihak terkait, sudah dilakukan. Namun pihak PDAM Kabupaten Serang belum juga merealisasikannya tanpa alasan.

Kekurangberhasilan program pembangunan bak air akibat kendala dari pasokan air dari pihak PDAM ini, hampir memudarkan kepercayaan masyarakat atas kinerja BKM setempat. Bahkan saat itu, BKM sempat mendapat teguran Bank Dunia karena dianggap melakukan pekerjaan fisik yang mubazir. Pihak Pimpinan Kolektif BKM Cikande Bangkit sempat panik dan putus asa menghadapi hal ini. Hingga beberapa waktu, pihak PDAM Kabupaten Serang belum juga merealisasikan kebutuhan pasokan air warga.

Dalam keputusasaan BKM dan warga melalui kelompok pemanfaatnya yakni KSM Air, memunculkan ide nekat dari sang Ketua KSM Air, Santari bersama beberapa warga lain. Warga nekat dengan menyetop sopir PDAM yang sering berlalu-lalang di wilayah ini. Ternyata upaya sederhana namun sedikit nekat ini, justru membuahkan hasil. Warga berhasil melakukan negosisasi harga dengan sopir. Selang 2 hari kemudian, 1 tangki mobil PDAM yang berisi 5000 liter, mengisi 5 bak air KSM Air. Peristiwa ini terjadi pada Oktober 2004 yang lalu, sebelum bulan puasa.       

Kegembiraan yang meluap dari warga RT 002/05 dan sekitarnya, membuat KSM Air bersemangat untuk semakin memperjuangkan kepentingan warga. Demikian halnya dengan seluruh Pimpinan Kolektif BKM Cikande Bangkit. “Ternyata air yang kami perjuangkan selama ini semata-mata untuk kepentingan warga telah berhasil, semangat kami kembali muncul,” ujar Santari, Ketua KSM Air.

“Harga air yang dipatok pihak PDAM sebesar Rp. 70.000,- per-tangki, kami jual dengan harga Rp. 600,- per-jerigen atau sama dengan 20 liter. Bila pelanggan rumah tangga menginginkan untuk diantar sampai rumah, maka harga dinaikkan sebesar Rp. 100,- per-jerigen, sebagai ongkos antar,” ungkap Santari. Lebih jauh Ketua KSM Air ini menjelaskan bahwa pihaknya tidak mengambil keuntungan yang besar, mengingat hal ini adalah demi kepentingan warganya sendiri. “Keuntungan KSM per-tangkinya hanya berkisar Rp. 30.000,- sampai dengan Rp. 40.000,-, yang mana keuntungan ini dibagi antara pihak pengelola dengan pihak pengantar air,” tambah Santari.

Saat Pusinfo mengunjungi lokasi KSM Air di RT 002/05 pada Kamis, 13 Januari 2005 lalu, Santari mengatakan bahwa keuntungan yang diperoleh KSM ini sebagian juga ditabung untuk rencana penambahan bak air dan gerobak air. “Bila hal ini dapat direalisasikan, maka kesulitan air bersih untuk desa ini dapat diatasi dengan merata, bahkan kita pun dapat melalayani kebutuhan air warga desa lain,” ujar Santari.

Ibu Ami (44), seorang warga RT 16/01 Kelurahan Lewilimus Kecamatan Cikande yang ikut memanfaatkan keberadaan KSM Air ini mengatakan bahwa sebelum ada pasokan air dari KSM Air, dirinya berlangganan melalui pedagang air keliling. “Setiap bulan usaha rumah makan saya memerlukan air sebanyak lebih dari 1 gerobak atau sama dengan 10 jerigen per-hari dengan biaya sebesar Rp. 10.000,- sampai dengan Rp.15.000,- per-hari,” ujarnya. “Setelah KSM Air beroperasi, biaya per-bulannya ternyata tak lebih dari Rp. 200.000,-, sehingga saya bisa menghemat hampir Rp. 150.000,- per-bulan,” lanjutnya.

Demikian pula halnya yang dialami Ibu Yati (46) warga RT 002/05. Dengan 10 orang anak, setiap harinya bisa menghabiskan 2 gerobak air atau sama dengan 20 jerigen yang digunakan untuk memasak, minum, mandi, mencuci dan keperluan lainnya. “Keadaan seperti ini sudah lama terjadi dan sangat menyulitkan kami,” ungkap Yati. “Oleh karena itu, dengan adanya KSM Air ini, sangat mengurangi beban kami yang bila dihitung-hitung dapat menghemat sekitar Rp. 200.000,- per-bulannya,” tambahnya.

Lebih lanjut ibu Yati menjelaskan bahwa meskipun lahan tempat bak air berada dalam pekarangannya dan pihaknya hanya diberi gratis 5 jerigen dari setiap tangki (5000 liter), dirinya ikhlas menerima. “Sebagian tanah kami tetap akan dipertahankan sebagai tempat penampungan bak air bersih ini, disamping sangat bermanfaat buat kepentingan kami sendiri, juga untuk memenuhi kebutuhan warga lainnya,” kata Yati yang dengan senang hati menerima Pusinfo. (Sarim; Heroe; Yanti) 

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.