Beranda Warta Berita Muncul Perbedaan Lapang, KMW 5 Buat Langkah Strategis Pembentukan BKM

Muncul Perbedaan Lapang, KMW 5 Buat Langkah Strategis Pembentukan BKM

Comments (0) View (1357)

P

PEMILIHAN utusan lingkungan untuk menetapkan anggota kolektif BKM, tengah berlangsung di seluruh KMW 2/1 termasuk juga yang sedang giat dilaksanakan di KMW 5 Sulawesi Utara. Namun, di tiap wilayah, kerap menunjukkan perbedaan mendasar dalam pelaksanaannya, seperti apabila dibandingkan antara proses yang terjadi di kelurahan Kampung Jawa Kota Tomohon dengan kelurahan Maasing Kota Menado.

Dalam pembandingan di 2 kelurahan tersebut, tercatat beberapa perbedaan seperti tentang jumlah penduduk dewasa/pemilih di kelurahan Kampung Jawa yang lebih kecil dibanding dengan kelurahan Maasing. Untuk Kampung Jawa jumlah penduduk dewasa sekitar 400 orang, sedang di kelurahan Maasing sekitar 4000 orang. Dari sisi jumlah lingkungan, Maasing mempunyai 4 lingkungan dan Kampung Jawa 3 lingkungan. Hingga, waktu yang diperlukan untuk pemilihan utusan BKM juga relatif tidak sama, Maasing dengan 10 jam dan Kampung Jawa hanya 5 jam. Tingkat keterlibatan masyarakat dalam pemilihan tingkat lingkungan, di Maasing tercatat 60% dan Kampung Jawa lebih tinggi dengan prosentase 90%.

Melihat beberapa perbedaan diatas, pihak KMW 5 menyusun langkah strategis dalam proses penjaringan utusan di tingkat lingkungan yang lebih menjamin pada pelibatan seluruh penduduk dewasa. Adapun langkah-langkah strategisnya meliputi: identifikasi jumlah penduduk dewasa/pemilih di tingkat lingkungan; menentukan jumlah tempat pemilihan utusan (TPS) untuk penjaringan utusan di tingkat lingkungan, dengan ketentuan, setiap tempat pemilihan maksimal 150 orang penduduk dewasa/pemilih; serta mengundang semua pemilih di tingkat lingkungan berdasar tempat pemilihan (TPS) melalui undangan tertulis dan penempelan informasi pada media warga yang ada.

Untuk lingkup lingkungan, pelaksanaan pemilihan sendiri dilakukan secara serentak di setiap tempat pemilihan (TPS) penjaringan utusan, pada waktu yang sama dan harus dilakukan dalam 1 hari pelaksanaan. Penghitungan suara dilaksanakan setelah proses pemilihan diseluruh (TPS) selesai. Proses perhitungan dilakukan ditempat pemilihan (TPS) masing-masing. Selanjutnya, dilakukan tabulasi dan perangkingan di tingkat lingkungan (di salah satu TPS atau tempat lain yang disepakati), untuk menetapkan utusan lingkungan. Sedangkan langkah-langkah dan tata cara lainnya dalam pembentukan BKM, mengacu pada panduan pembentukan BKM yang telah ada.

Dengan membuat langkah tersebut diatas, maka proses penjaringan utusan di tingkat lingkungan diharapkan akan lebih efektif serta lebih memberikan ruang/kesempatan bagi masyarakat untuk terlibat dalam pembentukan BKM. Hal ini juga akan menghentikan diskusi serta perdebatan tentang berapa persen penduduk dewasa/pemilih yang hadir dalam pemilihan utusan untuk memilih anggota BKM. (Dari penulisan partisipatif KMW 5 (2/1); edit: Yanti)

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.