Beranda Warta Berita Uji Coba SIM Online: Dilanda Gempa, KMW 6 Lancar

Uji Coba SIM Online: Dilanda Gempa, KMW 6 Lancar

Comments (0) View (1110)

G

GEMPA berkekuatan 6,2 Skala Richter, pada Senin (24/1) pagi melanda Kota Palu, Sulawesi Tengah yang juga wilayah KMW 6 P2KP (2/1). Gempa yang berlangsung sekitar 10 menit sejak pukul 04.00 WITA serta dirasakan pada 4 hingga 5 MMI (Modificated Mercally Intensity) itu, mengakibatkan ratusan ribu penduduk setempat kaget dan berhamburan ke luar rumah serta terjadinya pemadaman aliran listrik secara total.

KMW 6 sebagai pelaku lapang P2KP, tak urung terkena imbas gempa yang terjadi sejak subuh hingga siang hari itu. Entah kebetulan atau apa, terjadinya gempa di Palu bertepatan dengan pelaksanaan uji coba SIM P2KP secara online. Namun, meski Palu dilanda gempa, pelaksanaan uji coba SIM online di wilayah ini, relatif tidak bermasalah. Moch. Ahlis Djirimu selaku TA Monev menuturkan saat-saat terjadinya gempa dimana Korkot, TL dan TA Pelatihan, saat gempa terjadi, sedang ke Makassar untuk pertemuan teknis hasil ‘pilot project’ di Makassar.

Yang menarik adalah saat pelaksanaan uji coba SIM Online yang meski terjadi gempa, ternyata tim KMW 6 telah siap meng-entry data dengan (relatif) tanpa banyak masalah yang berarti. Menurut Ahlis, pihak KMW 6 memang telah menyiapkan data-data SIM sejak semalam. “Untuk meng-entry relatif tidak masalah, hanya ada beberapa kendala yang cukup menyita waktu untuk bisa online tepat waktu,” tutur Ahlis Djirimu.

Menurut Ahlis Djirimu, selain karena mati listrik sebanyak 3 kali saat gempa, secara teknis, KMW 6 mengakui terkendala di masalah ‘loading’ saat membuka sub menu pembentukan BKM. Selain itu juga kendala dalam hal editing password yang bahkan membutuhkan waktu dari pagi hingga pukul 5 sore (baru selesai).

Secara psikologis, Ahlis mengakui, terjadinya gempa tersebut sempat mengkhawatirkan warga dan kru KMW 6. “Apalagi pagar di belakang kantor KMW sempat roboh dan adanya kepanikan orang-orang di sekitar yang lebih memilih mengungsi,” ujarnya. Manakala warga panik mengungsi, Ahlis bersama OM, Asmandat dan 2 orang Faskel tetap memilih bertahan di kantor KMW. “Semua perkantoran di kota Palu tutup, mungkin hanya KMW 6 saja yang beroperasi pada hari itu,” lanjut pria yang intens menulis ini.

Sebagai TA Monev, Ahlis juga berkewajiban mencari informasi mengenai bagaimana sebenarnya kondisi gempa tersebut dan kaitannya dengan tugas-tugas P2KP. Disaat teman-teman Asmandat bersama Faskel melakukan entry data, dirinya mencoba mencari informasi yang jelas ke Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) mengenai kondisi gempa. Selain itu, ia juga berkoordinasi dengan KMP (Pak Bagus) setiap saat melalui SMS. “Misalnya waktu listrik pertama kali mati di pagi hari, saya beritahu ke Pak Bagus, lalu jam 11 siang listrik mati lagi, saya juga beritahu,” tutur Ahlis. “Kemudian menjelang maghrib, saya buat analisisnya kemudian kami konfirmasi dengan SIM KMP yang online, setelah itu kami beritahu bahwa sudah selesai,” lanjut Ahlis.

Proses uji coba SIM online sendiri dimulai sejak pukul 8 pagi dan baru bisa selesai pukul 3 sore. “Sekitar pukul 12 siang, sempat macet di edit password, namun itu semua bisa teratasi karena kami juga saling berhubungan dengan teman-teman TA Monev di KMW 7 dan 8,” paparnya tentang solusi kendala lapang SIM Online ini. “Yang lama adalah saat masuk ke SIM Online karena passwordnya harus diedit ulang dan baru sekitar pukul 3 sore, data sudah masuk semua dari KMW 6,” imbuhnya mengakhiri. (Rita; Yanti)

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.