Beranda Warta Berita Di Bima, Wanita Usia Lanjut Terpilih Jadi BKM

Di Bima, Wanita Usia Lanjut Terpilih Jadi BKM

Comments (0) View (1087)

P

PEMILIHAN anggota Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) di wilayah KMW 10 (2/1) terjadi di Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima pada 26 Januari 2005 lalu. Pada pemilihan tersebut, terlihat peran kaum wanita yang cukup besar terbukti dari 95 orang utusan warga di tingkat RT, sejumlah 24 orang di antaranya adalah wanita.

Dalam pemilihan anggota BKM di kelurahan dengan luas sekitar 7 km2 dan berpenduduk lebih dari 5000 jiwa itu, terlihat proses yang begitu seru dan demokratis. Hasilnya, terpilih pimpinan kolektif BKM sejumlah 13 orang dengan 2 orang diantaranya adalah wanita.

Pada urutan ke-9 dari peringkat calon anggota BKM, tersebutlah nama Hj. Hatijah, seorang wanita berusia 65 tahun yang sejak muda aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan, seperti penyuluhan keluarga berencana, pengajian di majelis ta’lim, bahkan dipercaya oleh masyarakat untuk mengkafani jenazah pada saat ada warga yang meninggal dunia. “Inilah pemilihan yang demokratis dengan memilih figur yang berkepribadian baik, jujur dan tulus ikhlas. Figur itu ternyata jatuh pada seorang wanita lanjut usia yang secara fisik tidak lagi enerjik seperti kita-kita,” ujar seorang pemuda warga setempat yang sejak awal mengikuti proses pemilihan itu.

Hj. Hatijah yang bersuamikan H. Amin H. Sidik, memang telah lama mengabdikan tenaga dan pikirannya untuk masyarakat. Suaminya yang kini berusia 83 tahun, pernah 3 periode menjabat sebagai Gelarang (Kepala Desa). Sebelum itu, suaminya adalah pamong/perangkat desa selama 5 tahun, kemudian beralih ke juru tulis desa, juga selama 5 tahun. Bila ditotal, H. Amin menjadi perangkat desa sekitar 30 tahun. Pengalaman selama itulah, rupanya yang membawa Hj. Hatijah dan suaminya menjadi terbiasa melaksanakan amanah masyarakat dengan mengabdikan diri pada berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.

Dalam hal pendidikan, Hj. Hatijah dan suaminya tidak sampai tamat Sekolah Dasar. Namun, ini bukan halangan bagi mereka untuk berkiprah di berbagai kegiatan. Dalam kegiatan politik, Hj. Hatijah bahkan pernah dipercaya sebagai juru kampanye (Jurkam) oleh salah satu partai politik peserta Pemilu.

Untuk menghidupi keluarganya, Hj. Hatijah berjualan sarung di sekitar Kota Bima. Konon usaha ini digelutinya sejak masih gadis. Pasangan suami isteri ini, hingga kini belum dikaruniai keturunan. Namun, keduanya sangat bahagia bersama 5 orang anak angkat dan 15 orang anak yatim piatu yang diasuhnya. Kelima anak angkatnya pun telah berkeluarga. “Alhamdulillah, mereka semua telah berhasil,” ujar Hj. Hatijah.

Di akhir pembicaraan, Hj. Hatijah juga berharap agar dalam BKM nanti, hendaknya dibangun aturan yang dapat mengikat semua orang sehingga warga tidak hanya terjebak dengan uang yang akhirnya dapat memberikan kesulitan di dunia maupun di akhirat. “Kehidupan yang hakiki adalah kehidupan di akhirat nanti, sehingga apapun yang akan dilakukan, harus dipertanggung jawabkan dengan baik dan benar,” harapnya sembari mengakhiri pembicaraan. (Basuki Raharjo, Korkot 3 KMW 10 (2/1); edit: Yanti)

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.