Beranda Warta Berita Khas Bupati Jeneponto, Dengar Aspirasi di Masjid

Khas Bupati Jeneponto, Dengar Aspirasi di Masjid

Comments (0) View (1058)

T

TIM Supervisi Bersama P2KP di wilayah KMW 8 (2/1), pada Rabu 2 Februari 2005 pukul 11.00 – 14.00 waktu setempat, dijadwalkan diterima dan berdiskusi dengan Bupati Jeneponto yang menurut agenda akan berlangsung lebih lama karena termasuk makan siang bersama Bupati. Semula, agenda tersebut dijadwalkan pukul 11 sehingga pertemuan dengan Komunitas Belajar Kabupaten (KBP) Jeneponto segera diakhiri. Namun, setibanya di kantor Bupati, beliau tengah menerima anggota komisi E DPR Provinsi Sulawesi Selatan, yang karena terlambat datang dari Makassar, terpaksa menggunakan waktu yang telah dijadwalkan untuk Tim Supervisi.

Tidak ingin membiarkan tamunya menunggu, Bupati menginstruksikan Kepala Bappeda untuk mengantar Tim Supervisi ke rumah jabatan makan siang sembari menunggu diskusi dengan komisi E berakhir seraya menitipkan pesan bahwa diskusi akan dilakukan di rumah jabatan setelah makan siang. Sekitar pukul 11.30, saat Tim tiba di rumah jabatan, perut rasanya belum siap bersantap siang karena baru saja diisi coto (bukan coto kuda) di Bantaeng, 2,5 jam sebelumnya. Tim memutuskan untuk menunggu Bupati sambil berdiskusi tentang P2KP.

Menjelang pukul 13.00, Tim mulai gelisah karena Bupati belum kunjung datang. Ini juga berkaitan dengan agenda Tim yang masih harus mengunjungi 2 kelurahan pada siang dan sore itu. Atas permintaan Ibu Bupati, Tim memutuskan untuk makan siang lebih dahulu. Sekitar pukul 14.00, Bupati datang bersama anggota komisi E DPR Provinsi. Dengan berat hati, Tim Supervisi meminta diri untuk meneruskan agenda pada saat Bupati sedang bersantap siang. Hingga, diskusi antara Tim Supervisi dengan Bupati Jeneponto tidak dapat dilangsungkan siang itu. Namun, disepakati untuk mengadakan pertemuan dengan Bupati di masjid setelah shalat Maghrib.

Rupanya, sejak dilantik menjadi Bupati setahun yang lalu, Bupati Jeneponto, Rajamilo telah menjadikan masjid yang berada di kompleks rumah jabatan itu sebagai tempat yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat Jeneponto menyampaikan aspirasinya. Waktunya adalah setelah shalat Maghrib hingga shalat Isya’ dan dapat berlanjut setelah shalat Isya’ jika memang terdapat masalah krusial yang harus segera dibicarakan. Berbagai macam persoalan, mulai dengan persoalan pemerintahan hingga pembangunan, dari urusan dinas hingga pribadi, dari minta tanda tangan sampai minta sumbangan dan dari pengaduan hingga kritikan, dapat dibawa oleh siapa saja ke tempat ini. Beberapa Kepala Dinas sering memanfaatkannya untuk meminta petunjuk, memberi laporan, meminta izin atau meminta tanda tangan surat dinas.

Karena sifatnya terbuka dan umum, di mana semua jama’ah masjid ikut duduk melingkar mengelilingi Bupati, maka, tidak ada ‘rahasia’ disini. Kalau ada yang minta tanda tangan, tentu bukan tanda tangan di atas secarik ‘katabelece’. Setiap persolan yang disampaikan ke Bupati dapat didengar oleh seluruh jama’ah. Solusinya pun bisa jadi terlontar dari masyarakat awam, bukan dari Bupati. Ini adalah wujud kongkrit keterbukaan, akuntabilitas, transparansi, demokrasi dan kesetaraan yang ditunjukkan oleh Bupati Jeneponto dalam kemasan yang jauh dari nuansa formal dan kedinasan.

Petangnya, pertemuan yang telah diagendakan juga tidak lagi sebatas antara Tim Supervisi dengan Bupati Jeneponto, tetapi juga melibatkan seluruh jama’ah shalat Maghrib yang kebetulan ikut duduk bersama Bupati. Bupati pun dapat menunjukkan pemahaman yang sangat baik tentang P2KP. Bahkan, Jana dari Bank Dunia, saat diskusi dengan KMW 8 di hari ke-3 kunjungannya, sempat berkomentar: “Susah lho, menemukan Bupati yang di tengah kesibukannya, memiliki pemahaman yang baik tentang P2KP seperti itu.”

Yang bisa dipetik dari pertemuan ini adalah gaya dan kebiasaan Bupati Jeneponto dalam menerima tamu di masjid setelah Maghrib, ternyata membawa manfaat bagi Tim Supervisi yakni menjadi sempat berdiskusi dengan Sang Bupati. Bahkan, diskusi antaranya berlangsung hingga setelah shalat Isya’. Setelah itu, Tim Supervisi beserta Tim KMW 8 termasuk beberapa Faskel, masih dijamu makan malam di rumah jabatan. Terimakasih Pak Bupati. (Dari Catatan Rusnadi Padjung, Team Leader KMW 8 (2/1); Yanti)

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.