Beranda Warta Berita Sempat Tegang, Koordinasi TKPP dan KMW 3 Capai Kesepakatan

Sempat Tegang, Koordinasi TKPP dan KMW 3 Capai Kesepakatan

Comments (0) View (1335)

R

RAPAT koordinasi antara Tim Personalia KMW 3 (2/1) Korkot Barito Utara dengan Tim Sekretariat dan sebagian besar anggota Tim Koordinasi Pelaksana Program (TKPP) P2KP Pemda Barito Utara, pada Sabtu (5/2) lalu sempat terasa sunyi manakala sebuah sindiran terlontar Ketua TKPP sekaligus Kepala Bappeda, Jamaluddin. “Sebaiknya KMW 3 P2KP tidak terlalu pedas mengkritik kinerja kami sebab TKPP merasa selama ini sudah cukup koordinatif dan komunikatif dengan pihak KMW,” lontar Jamaluddin seraya mengharapkan justifikasi dari Tim Sekretariat dan pelbagai dinas anggota TKPP lainnya yang hadir saat itu.

Ungkapan Jamaluddin tersebut meluncur begitu saja selang beberapa waktu setelah Korkot Barito Utara KMW 3, Budi Yana Saefullah selesai mempresentasikan capaian program kegiatan P2KP, pemutaran film siklus P2KP serta presentasi tentang gagasan Komunitas Belajar Perkotaan (KBP) Barito Utara selama kurang lebih 2 jam (untuk diketahui, seminggu sebelumnya pernah diadakan rapat koordinasi yang serupa, namun saat itu hanya dihadiri internal pihak KMW 3 dengan Tim Sekretariat TKPP--red).

Menanggapi situasi demikian, Tim KMW 3 yang saat itu terdiri dari Korkot Barito Utara, Senior Faskel TF 0304 serta beberapa staf administrasi lainnya, memilih bersikap tenang (‘cooling down’). Sementara berbagai dinas anggota TKPP Barito Utara yang hadir seperti Dinas Pekerjaan Umum Daerah (PUD), Dinas Pemberdayaan Masyarakat Daerah (PMD), Dinas Koperasi dan Penanaman Modal, Dinas Lingkungan Hidup dan Tata Ruang, Dinas Pendidikan dan Budaya, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana, Sekretaris Camat Teweh Tengah (PJOK), dsb, juga memilih bersikap tenang, meski beberapa diantaranya sempat mengernyitkan dahi, tanda menyiratkan sejumlah pertanyaan.

Sebagai gambaran, berdasarkan informasi yang telah dilansir dari berbagai pihak, beberapa waktu lalu Korkot Barito Utara melayangkan surat kepada jajaran Bupati Kabupaten Barito Utara sebagai penanggung jawab TKPP mengenai ketidakoptimalan peran TKPP Pemda Barito Utara dalam menjalankan fungsi dan tugasnya. Surat yang diajukan KMW 3 tersebut merupakan permohanan optimalisasi peran dan dukungan TKPP terhadap program P2KP di Barito Utara.

Menurut keterangan dari pihak KMW 3 dalam suratnya tersebut, selama ini TKPP belum pernah melakukan rapat koordinasi internal anggota TKPP dalam membahas perkembangan kegiatan P2KP, merencanakan kegiatan TKPP dan belum pernah melakukan monitoring serta evaluasi pelaksanaan proses kegiatan P2KP di lapangan. Selain itu juga belum pernah ada pertemuan koordinasi TKPP dengan KMW 3 untuk duduk bersama membahas perkembangan kegiatan P2KP dan perencanaan alokasi BOP dukungan pembiayaan Pemda terhadap program P2KP secara transparan.

Tidak berhenti di situ, Jamaluddin yang saat itu memimpin jalannya rapat, kembali melontarkan pertanyaan kepada seluruh Tim Personalia KMW 3 tentang ketidakjelasan agenda acara pada rapat koordinasi pagi hingga siang hari itu. “Agenda acara hari ini sebenarnya apa? Dan kenapa form pengisian Berita Acara untuk kami masih kosong, lantas apa yang harus kami tandatangani? Penjelasan tentang siklus P2KP juga jangan terlalu panjang lebar, jangan memakan waktu, ‘to the point’ saja,” ujarnya. Apalagi kalau membahas Berita Acara Pembahasan KMW 3 dan TKPP, bisa-bisa dua hari baru selesai. Kami tidak bisa, maaf karena kami masih banyak acara lain,” lanjutnya.

Serta merta, para peserta sidang pun ‘geger’ sebab Tim Sekretariat dan anggota TKPP selaku pihak penyelenggara (tuan rumah dan pengundang--red) saat itu dianggap tidak layak mempertanyakan kembali agenda acara yang seharusnya mereka tentukan sendiri. Dengan nada sedikit gusar, SF TF 0304, Ramayati menegaskan bahwa kehadiran Tim KMW 3 pada pertemuan tersebut, untuk meminta dukungan Pemda guna mendampingi masyarakat dalam proses P2KP yang sebagian besar sudah berjalan memasuki tahap Pemetaan Swadaya dan Pembentukan BKM.

Selaku Korkot Barito Utara, Budi Yana Saefullah juga menambahkan bahwa umumnya, seluruh kelurahan/desa membutuhkan dukungan, komitmen serta kesiapan TKKP dalam mendampingi aktivitas P2KP di masyarakat yaitu setelah masyarakat menyepakati menerima program P2KP dalam kegiatan Rembug Kesiapan Masyarakat (RKM) yang sudah dilaksanakan di 21 kelurahan/desa sasaran P2KP di Kecamatan Teweh Tengah. Secara administratif, bentuk dukungan tersebut akan dituangkan dalam Berita Acara Pembahasan KMW 3 dan TKPP.

Saat sesi tanya jawab, muncul sejumla pertanyaan dan kebingungan yang diajukan beberapa dinas yang notabene merupakan anggota intern TKKP terutama tentang arti dan tujuan mereka hadir serta agenda acara yang akan dilakukan dalam rapat koordinasi tersebut. Hal demikian menunjukkan bahwa seandainya pihak penyelenggara (Tim Sekretariat dan Ketua TKPP yang berada di Bappeda--red), bersikap koordinatif, komunikatif dan transparan, lantas mengapa masih menyisakan pertanyaan-pertanyaan ketidaktahuan ataupun ketidakmengertian anggota intern TKPP tentang P2KP selama ini. Ini bisa pula berarti minimnya keterlibatan mereka dalam membantu perkembangan proses kegiatan P2KP di masyarakat selama periode 2004.

Ada kesan yang ditunjukkan tentang kesiapan dan sikap akomodatif Tim Sekretariat dan Ketua TKPP dalam melibatkan anggota TKPP dan pihak lainnya, terasa mulai ‘greng’ setelah surat kritikan yang dianggap ‘pedas’ tersebut sampai ke jajaran Bupati sebagai penanggungjawab kelancaran dan keberhasilan P2KP di Barito Utara.

Hal tersebut seolah-olah membenarkan bahwa peran sosialisasi dan koordinasi Tim Sekretariat dan Ketua TKPP untuk melibatkan anggota TKPP dan pihak terkait lainnya secara transparan selama 2004 ini, belumlah optimal. Bukankah persoalan penanggulangan kemiskinan di Barito Utara ini merupakan persoalan bersama dan keberhasilan program P2KP sebagai program penanggulangan kemiskinan tidak hanya tergantung pada peran Konsultan P2KP semata, namun juga tergantung pada dukungan dan bantuan dari seluruh Dinas/Instansi Pemda serta komponen masyarakat lainnya.

Menjelang siang hari, beberapa saat sebelum rapat koordinasi tersebut berakhir, lahirlah beberapa kesepakatan antara Tim Sekretariat, anggota TKPP dan KMW 3 mengenai solusi terbaik bagi perkembangan program kegiatan P2KP Barito Utara ke depan. Butir-butir kesepakatan tersebut antara lain: (1) Tim Sekretariat, anggota TKPP dan KMW 3, bersama-sama masyarakat siap membangun Komunitas Belajar Perkotaan (KBP) termasuk melibatkan stakeholders lainnya; (2) Tim Sekretariat dan anggota TKPP mendukung dan bersedia mengisi Berita Acara untuk mendukung hasil Rembug Kesiapan Masyarakat (RKM); (3) Tim Sekretariat, anggota TKPP dan KMW 3 bersama-sama membangun suasana kondusif, lebih komunikatif, koordinatif, serta terbuka. (AE/Laporan Korkot Barito Utara, Budi Yana Saefullah; Yanti)

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.