Beranda Warta Berita Taufik Savalas Marakkan Baksos BKM Kuta Jaya

Taufik Savalas Marakkan Baksos BKM Kuta Jaya

Comments (0) View (1994)

T

TRADISI kental bagi umat Islam saat Tahun Baru Hijrah datang yakni gelar aksi bhakti sosial dengan memberikan santunan kepada anak yatim dan sunatan masal. Tradisi ini hampir merata dilakukan, salah satunya digelar di Desa Kuta Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang yang secara kebetulan, peringatan tahun baru kali ini diawali dan disponsori oleh BKM Paguyuban Warga Desa Kuta Jaya bersama Kepala Desa setempat.

Ide aksi sederhana tersebut dikemudian menjadi melebar karena BKM rupanya telah mampu menggalang kerjasama dengan salah satu Majelis Dzikir A. Samawat pimpinan KH. Sa’adih Al Batawi serta tak ketinggalan, peran seorang artis, H. Taufik Savalas yang ikut berpartisipasi dalam pendanaan kegiatan ini dan semakin menambah kesemarakan peringatan pergantian tahun baru Hijrah di Desa Kuta Jaya.

Sebelum acara penyerahan santuan dilakukan, Pimpinan Majelis Dzikir A. Samawat, KH. Sa`adih memaparkan tentang makna hijrah dimana dirinya menghimbau kepada para ulama, tokoh masyarakat dan pejabat setempat agar dalam bulan Muharam ini, kiranya dapat tergugah perasaannya untuk senatiasa memperhatikan saudara-saudara kita yakni anak yatim dan orang jompo. Apabila mereka mengabaikan hak-hak anak yatim, sama saja mereka itu sebagai pembangkang dan pendusta agama seperti yang tertera di dalam Surat Al-Maun.

Sementara itu Koordinator BKM Kuta Jaya, Heri mengatakan bahwa bhakti sosial ini merupakan salah satu wujud kepedulian BKM-nya karena dalam P2KP pun sudah jelas dan tertuang akan kalimat bahwa kelompok masyarakat yang kurang beruntung, termasuk di dalamnya anak yatim, harus dibantu dan diberdayakan.

Untuk itu, pihak BKM jauh-jauh hari telah mengalokasikan dana yang diambil dari keuntungan jasa yang 1,5%, dimana 50% dari total pendapatannya disisihkan untuk kegiatan sosial, seperti pemberian santuan anak yatim piatu dan sunatan massal bagi warga desa yang kurang beruntung dan jumlahnya mencapai 220 orang. Selain itu, swadana BKM ini masih ditambah dengan bantuan dari Majelis Taklim A. Sammawat, Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat serta partisipasi dari pelawak Taufik Savalas.

Acara yang dilaksanakan pada Sabtu, 19 Februari 2005 lalu dan dimulai sejak pukul 09.00 hingga 13.30 WIB itu, selain dihadiri oleh Kepala Desa dan Pimpinan Majelis Dzikir A. Samawat, KH. Sa`dih Al Batawai, juga hadir unsur dari Bappeda Kabupaten Tangerang, Drs. Waluyo serta beberapa orang dari Eks. KMW 2 P2KP 1/2. Selain itu, antusias pengunjung juga luar biasa yang hampir menyedot 600 orang, termasuk peserta dari 6 kelompok pengajian setempat.

Yang juga menarik adalah kehadiran pelawak terkenal, H. Taufik Savalas yang kebetulan juga menjadi jama’ah Majelis Dzikir A. Samawat. Masa kecil sang artis ternyata sempat tinggal di salah satu perkampungan di wilayah Desa Kuta Jaya. Sehingga, kehadiran Taufik Savalas pada kegiatan ini menunjukkan adanya kepeduliaan sosial yang tinggi terhadap lingkungannya.

Usai penyerahan simbolik santunan, dilanjutkan dengan acara ramah tamah. Kepala Desa Kuta Jaya, Drs. Surmadi ketika diminta pendapatnya tentang adanya P2KP di wilayahnya mengatakan bahwa pada prinsipnya, pihaknya mendukung penuh semua kegiatan dari program ini dalam upaya penanggulangan kemiskinan, termasuk kegiatan saat ini.

Ditambahkan oleh Kepala Desa, Drs. Surmadi bahwa dirinya merasa bersyukur dengan masuknya P2KP yang dinilainya sebagai program yang sangat positif bagi pembangunan masyarakat wilayahnya. Bahkan, Kepala Desa merasa bergembira dengan adanya aksi sosial yang dilakukan oleh BKM, disamping adanya pihak-pihak luar seperti Majelis Dzikir A. Samawat serta warga mampu yang juga ikut menunjang kegiatan ini, hingga terkumpul dana sekitar Rp. 16 juta.

Ketua Majelis Dzikir A. Samawat, KH. Sa’adi mengatakan, meski dirinya belum mengenal konsep P2KP secara mendalam, tapi secara garis besar, ia sudah bisa mendapatkan gambaran bahwa program ini identik seperti apa yang diamanatkan oleh agama yaitu untuk mengangkat dan harkat orang yang tidak berdaya atau masyarakat miskin. Namun, KH. Sa’adi juga menghimbau, hendaknya dalam melakukan akitivitas ini, harus pula ditunjang dengan pendekatan kepada bayak pihak termasuk juga umaroh dan ulama. “Tujuannya agar program ini bisa berjalan dengan lebih baik dan sesuai apa yang diharapkan oleh masyarakat,” tambahnya.    

Sementara itu, TKPP Kabupaten Tangerang, Waluyo mengatakan, dirinya sengaja menyempatkan hadir pada acara tersebut sebagai bentuk perhatian dari pihak Pemda atas segala kegiatan positif yang dilakukan BKM. Bahkan, menurutnya, BKM Kuta Jaya akan ditampilkan untuk mempresentasikan aktivitasnya di hadapan Bupati saat rapat koordinasi dengan semua Aparat Desa dalam waktu dekat ini. “Sehingga nantinya, Bupati akan lebih jelas mengetahui keberadaan BKM dengan semua aktivitasnya di masyarakat,” ungkap Waluyo.

Hal senada disampaikan Eks. STL Kabupaten Tangerang KMW 2 P2KP 1/2, Suharto bahwa BKM Kuta Jaya merupakan salah satu BKM yang semakin nampak eksistensinya di masyarakat. Disamping kepengurusan kolektifnya yang solid, kerelawanan sebagai bentuk pengabdian terhadap warga utamanya yang miskin, semakin hari menunjukan bukti nyata seperti yang dilakukan dengan contoh kegiatan saat ini.

Yang juga menarik adalah nuansa keceriaan di tengah keluguan yang ditunjukkan anak-anak yatim yang saat itu menerima bantuan, semakin membuat trenyuh dalam naluri. Harapannya, semoga masih tetap ada pihak-pihak lainnya yang ikut peduli atas nasib anak-anak ini. Sesuatu yang telah dimulai oleh BKM Kuta Jaya sebagai kelembagaan yang dipercaya masyarakat, diharapkan melecut pihak lain untuk berloma-lomba melakukan kebaikan yang sama. (Heroe/Sarim; Yanti)

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.