Beranda Warta Berita Pendampingan Faskel Diwarnai Pertikaian Antar Desa

Pendampingan Faskel Diwarnai Pertikaian Antar Desa

Comments (0) View (1184)

L

LANGGUDU merupakan salah satu kecamatan di wilayah Kabupaten Bima yang tersentuh program P2KP meliputi Desa Karampi, Kangga, Rupe, Karumbu dan Waworada. Waktu tempuh yang diperlukan dari ibukota kabupaten ke Kecamatan Langgudu memerlukan kurang lebih 2 jam perjalanan dengan kondisi jalan yang rusak berat. Apalagi, letak antar desa yang sangat berjauhan sehingga jalur koordinasi yang dibangun dalam tim terkadang tidak terprogram dengan baik, ditambah dengan tidak didukungnya sarana komunikasi yang memadai.

Alur proses P2KP yang dilakukan, hingga saat ini sepertinya tidak ditemukan hambatan pendampingan yang berarti. Hal ini juga didukung dengan antusiasnya warga untuk mengikuti penerapan siklus P2KP dengan baik, semangat juang dalam membangun kebersamaan, kemandirian serta upaya menciptakan hubungan yang sinergis dengan seluruh elemen yang ada, menjadi kunci keberhasilan penanggulangan kemiskinan di wilayah ini.

Saat ini, masyarakat yang ada di wilayah sasaran sedang mengikuti proses mencari orang-orang baik dan benar melalui pembentukan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) yang dimulai dari tingkat RT sampai tingkat desa. Namun, saat ini di Kecamatan Langgudu terjadi perkelahian antar kampung yang melibatkan Dusun Rompo Desa Waworada dengan Desa Karumbu. Dimana, dampak pertikaian tersebut dirasa sangat mengganggu jalannya kegiatan di lapang. Tim Fasilitator Kecamatan Langgudu sendiri tengah melakukan konsentrasi khusus untuk memecahkan persoalan serius yang menimpa kedua desa dampingan itu.

Bentrok massa kedua desa ini sendiri dipicu oleh kejadian pemukulan seorang pemuda Karumbu yang tengah menikmati ramainya pasar minggu. Sang pemuda dikeroyok 4 orang pemuda Rompo. Sontak saja, kejadian itu membuat seluruh pengunjung pasar panik, dan konsentrasi massa pun terlihat setelah pemuda Karumbu yang bernama Amirudin alias Oma (21) menyelamatkan diri. Bentrok massa pun tidak bisa dihindarkan.

Selang beberapa jam kemudian, baku tembak kedua desa tidak bisa dihindarkan. Kekisruhan diawali dengan terbakarnya 6 buah rumah yang ada di Dusun Rompo yang melukai sebagian masyarakat akibat hantaman peluru senjata rakitan serta busur panah milik warga kedua desa tersebut. Pada saat itu pula, ada warga Dusun Rompo yang tewas di tempat akibat terkena senjata rakitan di dadanya.

Sebenarnya, kejadian ini merupakan refleksi dendam lama yang memang pernah terjadi sebulan yang lalu dimana pemuda Karumbu sempat melukai pemuda Rompo saat acara MQ tingkat Kecamatan Langgudu dilaksanakan. Namun, dalam waktu tidak terlalu lama, dilakukan inisiatif perdamaian antar kedua desa yang bertikai yang diprakarsai Pemerintah setempat dengan dihadiri berbagai elemen masyarakat. (Drs. Ridwan Abdullah, Senior Fasilitator Desa Karampi, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, Korkot 4 KMW 10 (2/1); Yanti)

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.