Beranda Warta Berita Baksos Ketiga BKM Arta Kawula Meriah

Baksos Ketiga BKM Arta Kawula Meriah

Comments (0) View (1358)

S

SIAPA bilang BKM 1 tahap 1 belum mampu berkiprah dalam Nangkis. Salah satunya dibuktikan dengan kiprah BKM Arta Kawula di Kelurahan Krobokan, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang. Pada hari jadinya yang kelima, BKM melaksanakan bhakti sosial berupa kegiatan pengobatan gratis, donor darah, penjualan paket sembako murah, bazar produk KSM, jalan sehat serta lomba menulis artikel.

Adapun tema yang diambil adalah ‘Dengan HUT BKM Arta Kawula ke-5, kita budayakan kepedulian pada masyarakat kurang mampu’. Kegiatan yang berlangsung selama 15 hari sejak 12 Februari 2005 hingga 27 Februari 2005 ini adalah wujud kepedulian BKM atas masalah sosial masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian dan penanganan lebih serius dari semua pihak serta untuk lebih memberikan manfaat dan kontribusi nyata terhadap masyarakat miskin khususnya dan masyarakat di sekitar Kelurahan Krobokan pada umumnya.

Tujuan kegiatan ini dimaksudkan sebagai bentuk kepedulian terhadap permasalahan sosial masyarakat kurang mampu yang sangat perlu mendapatkan perhatian, memberikan kontribusi ekonomi bagi masyarakat Krobokan khususnya yang kurang mampu serta untuk lebih mengenalkan keberadaan BKM kepada warga sekitarnya.

Menurut Ketua BKM, Abu Saeri saat bertemu Pusinfo dalam acara penutupan rangkaian acara Baksos pada 27 Februari 2005 lalu bahwa di dalam susunan kepanitiaan, semua unsur masyarakat senantiasa dilibatkan, mulai dari pihak Aparat Kelurahan, KSM, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, tokoh agama hingga pengurus RT dan RW serta lainnya. “Karena kegiatan ini adalah hasil kerja bersama, bukan hanya BKM yang notabene bagian dari masyarakat itu sendiri,” ungkapnya.  

Sementara itu Kusmiyati, manajer UPK mengatakan bahwa kegiatan yang menghabiskan biaya lebih dari 10 juta ini adalah hasil dari dana sosial BKM, penjualan paket serta bantuan dari warga sekitar. ”Pihak LPPLSH sangat membantu baik moril maupun material. Dan keberhasilan ini tidak lepas dari konsultasi dan motivasi lembaga tersebut,” ujar Titi, panggilan sehari-hari dari Kusmiyati.

Dalam acara terakhir pada hari Minggu, 27 Februari 2005 tersebut, Pusinfo menyaksikan kehadiran warga kelurahan yang hampir mencapai 3.000 orang. Saat kegiatan jalan sehat tersebut, nampak hadir mantan Walikota Semarang, H. Sukawi Sutarip, SH, SE beserta istri serta undangan lainnya. Mantan orang nomor satu di Kota Semarang ini, terlihat demikian merakyat, dan yang membanggakan, beliau selalu hadir pada setiap kegiatan yang dilakukan di masyarakat.

Ketika dikonfirmasi, H. Sukawi menjawab, “Kenapa tidak? Pada kegiatan tingkat RT pun saya upayakan untuk datang. Justru saat seperti inilah saya mendapat suatu kebahagiaan karena dapat berkumpul dengan masyarakat dengan tanpa aturan protokoler.” “Sehingga kita dapat berdialog langsung dengan masyarakat tanpa dibatasi hal apapun, kita dapat melihat langsung kegiatan seperti ini dan bergembira bersama mereka,” tambah H. Sukawi.

Lebih lanjut H. Sukawi menyatakan kebanggaannya kepada BKM Arta Kawula karena keberadaannya yang tetap mampu memperlihatkan kepedulian kepada warga kelurahan, utamanya mereka yang kurang mampu. “Saya tetap komit untuk Program Penanggulangan kemiskinan di Kota Semarang ini, misalnya rakyat memilih saya kembali sebagai Walikota, maka, minimal alokasi dana untuk program ini tetap bertahan bahkan diupayakan untuk bisa lebih ditingkatkan lagi,” ungkap H. Sukawi.

Dijelaskan kembali oleh mantan Walikota ini bahwa alokasi dana penanggulangan kemiskinan pada saat yang lalu mencapai lebih dari 50% dari APBD-nya. Dana ini berada di berbagai dinas-dinas Pemkot seperti program beasiswa dan buku gratis pada dinas-diknas dan program-program lainnya di berbagai dinas Pemkot.

Pada bagian lain, manajer UPK BKM, Kusmiyati menambahkan bahwa bhakti sosial yang ketiga kalinya ini diawali dengan acara syukuran pada 12 Februari 2005. Saat itu dihadiri bukan saja pengurus BKM, melainkan semua unsur masyarakat se-kelurahan. Selanjutnya pada 13 Februari diadakan pengobatan gratis bagi 309 pasien yang bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Agung (Unisula) dan donor darah hasil kerja sama dengan PMI. “Pada kegiatan pengobatan gratis, kami tidak mengeluarkan uang sepeser pun. Obat dan tenaga medis sepenuhnya disumbangkan oleh pihak Unisula, demikian pula dengan PMI,” ujar Abu Saeri dan Kusmiyati berbarengan.

Ditambahkan oleh panitia lainnya, pada HUT-nya yang kelima ini, BKM juga menyelenggarakan kegiatan ‘Menulis Artikel’ dengan tema, ‘Bagaimana BKM ke depan’. Dengan cara ini, diharapkan kita bisa mendapatkan masukan dari masyarakat tentang kekurangan serta upaya yang harus dilakukan serta gambaran bagaimana sebaiknya BKM ke depan. “Dengan demikian, kami bisa lebih introspeksi diri dan mencermati dengan seksama apa yang menjadi keinginan masyarakat untuk kemajuan BKM, yang penting tidak keluar dari misi serta visinya P2KP,” kata Sri Harmanto dan Drs. H. Kunaryo HK, M.Pd yang membawahi seksi ‘Menulis Artikel’ panitia.

Kegiatan terakhir pada 27 Februari 2005 lalu diisi dengan acara jalan sehat serta hiburan. Pada bagian hiburan, diselingi dengan pembagian ‘door price’ sebanyak 120 paket dengan berbagai hadiah, seperti TV, sepeda gunung, alat-alat rumah tangga dan lain-lain. Terlihat pengunjung yang saling berdesakan dengan penuh kegembiraan, seperti menjadi kebanggaan tersendiri bagi BKM Arta Kawula. Dan semoga, kegiatan ini menjadi penyemangat bagi BKM yang lain. (Heroe; Yanti)

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.