Beranda Warta Berita Sosialisasi KMW 8, Manfaatkan Radio Siaran

Sosialisasi KMW 8, Manfaatkan Radio Siaran

Comments (0) View (1315)

S

SOSIALISASI dalam P2KP mengandung aspek pembelajaran sebagai bagian integral dari pendidikan untuk membangun kecerdasan serta membangun tumbuhnya kebutuhan dan kesadaran masyarakat secara kritis, yang pada akhirnya, mendorong terjadinya perubahan perilaku individual dan kolektif. Dengan peran yang strategis ini, maka sosialisasi dalam P2KP perlu memiliki strategi, sifat-sifat tertentu serta instrumen yang dianggap tepat.

Salah satu media sosialisasi yang dianggap strategis dan efektif adalah medium radio. Radio dinilai mempunyai kelebihan tersendiri dibanding media lain seperti media cetak. Kelebihan radio terutama dari segi jangkauan siaran yang luas dan khalayak pendengar yang boleh dikatakan tidak mengenal wilayah geografis serta tidak mengenal status. Hampir seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja bahkan orang tua, laki-laki atau perempuan adalah segmen pendengar radio. Selain berfungsi sebagai media hiburan, radio tidak diragukan lagi fungsinya sebagai media pendidikan dan pembelajaran bagi masyarakat yang dianggap paling efektif, terutama bagi warga yang tinggal di pedesaan.

Melalui pemikiran seperti ini, P2KP dalam melaksanakan kegiatan sosialisasinya, telah memanfaatkan radio siaran sebagai salah satu media bantu sosialisasi untuk menyebarluaskan berbagai kegiatan P2KP di lapangan. Mengingat sebagian besar wilayah kelurahan/desa yang ada berada di lokasi yang jauh dari pusat kabupaten, maka siaran radio dianggap paling efektif dan efisien terutama dari segi jangkauan siaran, selain juga cepat menjangkau pendengar dalam jumlah yang banyak secara serentak.

Sebagai langkah awal, KMW 8 (2/1) dalam hal ini Korkot 2 Jeneponto serta Korkot 4 Sinjai, telah mempelopori penggunaan radio siaran setempat sebagai media sosialisasi P2KP. Khusus di Kabupaten Jeneponto, program ini bekerjasama dengan ‘Radio Pabboritta, 93,3 FM Jeneponto’. Dan untuk uji coba, telah dimulai sejak 25 Februari 2005 lalu, melalui tajuk acara dialog interaktif yang diisi oleh Tim Faskel Jeneponto. Menurut pengelola Radio Pabborita, nantinya, acara ini akan menjadi program rutin Radio Pabborita yang disiarkan setiap hari Kamis pukul 11.00 hingga 12.00 WITA.

Akan halnya Korkot 4, Sinjai-Bone, juga telah melakukan kerjasama dengan Radio FM ‘Suara Sinjai Bersatu’ yang pada 17 Februari 2005 lalu telah mengawalinya dengan acara dialog interaktif dengan narasumber Dr. A. Syamsu Alam. Acara ini juga telah disiarkan secara langsung ke seluruh pelosok Sinjai. Siaran yang bertema ‘Forum P2KP’ ini, hingga kini telah dilaksanakan sebanyak 2 kali.

Dalam dialog interaktif yang kedua ini, disiarkan langsung dari studio mini yang berada di Lokasi Pameran Pembangunan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sinjai pada 24 Februari 2004 lalu. Acara yang berdurasi 30 menit tersebut, tenyata cukup mengundang perhatian pendengar siaran radio di Sinjai, terbukti dengan banyaknya pendengar yang menelpon langsung serta menanyakan berbagai hal tentang apa dan bagaimana P2KP. Bahkan Bupati Sinjai, Rudiyanto Asapa, setelah membuka secara resmi pameran, sempat mengunjungi studio mini Radio Suara Bersatu Sinjai dan menyaksikan langsung dialog interaktif yang memang sengaja mengudara hari itu.

Sudah barang tentu bahwa siaran ini ditujukan kepada para pendengar setia Radio Suara Bersatu Sinjai, baik yang sedang menghadiri pembukaan pameran maupun pendengar yang ada di rumah masing-masing. Direncanakan, acara ini akan diadakan setiap hari Minggu mulai pukul 13.00 hingga 14.30 WITA.

Terkait dengan pemanfaatan radio ini, TL KMW 8, Dr. Ir. Rusnadi Padjung berencana untuk mensosialisasikan program dialog interaktif ini ke Korkot yang lain. Menurutnya, acara seperti ini sangat besar manfaatnya terutama dalam mendayagunakan fungsi radio lokal sebagai media pendidikan dan pembelajaran utamanya bagi para pelaku P2KP yang tersebar luas di berbagai kelurahan/desa.

Rusnadi juga berharap, mudah-mudahan melalui acara dialog interaktif radio ini, menjadikan proses pelaksanaan siklus P2KP lebih maksimal, karena masyarakat akan lebih dimudahkan memahami P2KP. Apalagi, lanjutnya, kalau pesan-pesan yang diudarakan menggunakan bahasa daerah setempat serta gaya bahasa ala ‘kampung’, dirinya yakin masyarakat akan selalu menantikan acara P2KP di radio kesayangannya masing-masing. Dan mudah-mudahan acara seperti ini mendapat sambutan positif dari P2KP Pusat yang selanjutnya akan dijadikan contoh bagi KMW lainnya. (TA Sosialisasi KMW 8 P2KP (2/1), Makassar, 28 Februari 2005; Yanti)

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.