Beranda Warta Berita Yang Segar dari Supervisi Bersama di Magelang

Yang Segar dari Supervisi Bersama di Magelang

Comments (0) View (1158)

M

MISI Supervisi Bersama P2KP berlangsung di wilayah KMW 13 pada 24 hingga 25 Januari 2005 lalu. Tim Supervisi terdiri dari Bank Dunia, Dirjen Bangda, Bappenas serta Proyek P2KP yang melakukan kunjungan selama 2 hari dan dipusatkan di Kabupaten Magelang. Secara kebetulan memang kantor KMW 13 berlokasi di Kabupaten Magelang, namun untuk penentuan lokasi kunjungan, ditentukan sendiri oleh Tim Supervisi. Agenda kunjungan yang cukup padat ini, lebih banyak diisi dengan diskusi dengan jajaran KMW 13, Pemda Kabupaten Kebumen, Tim Faskel serta Aparat Desa sasaran penerima P2KP.

Ada hal yang menarik dari kehadiran Tim Supervisi kali ini yaitu saat Tim mengunjungi Desa Pasuruhan yang kebetulan, di desa tersebut belum dimulai kegiatan sosialisasi. Pada saat Tim Supervisi tiba di Kantor Desa, Kepala Desa Pasuruhan tidak berada di tempat. Usaha menghubungi Kepada Desa tidak berhasil, akhirnya Tim diterima oleh Sekretaris Desa (Sekdes). Diskusi sederhana berlangsung dengan segar dan penuh tawa karena Sekdes Pasuruhan yang menerima Tim Supervisi, berpenampilan lugu dan sering memancing tawa segar.

Saat ditanya tentang kehadiran Kepala Desa dalam lokakarya kabupaten yang diadakan di Aula Bappeda Kabupaten Magelang, dengan lugu, Sekdes menjawab, “Waktu itu Bapak Kepala Desa berhalangan sehingga saya yang mewakili. Tapi kebetulan waktu ada acara bersamaan di Bawasda. Jadi saya hanya datang sebentar. Setelah tanda tangan, saya menerima buku dan snack, lalu saya meninggalkan tempat untuk menghadiri acara di Bawasda, jadi saya tidak tahu apa isinya.”

Pengakuan polos Sekdes, segera memancing anggota Tim Supervisi untuk bertanya lebih lanjut. “Lalu, setelah itu, buku yang diterima sudah dibaca apa belum?” tanya anggota Tim. “Belum, karena begitu saya sampai di kantor, buku itu langsung saya serahkan kepada Kepala Desa, termasuk snacknya,” jawab Sekdes diiringi derai tawa hadirin.

Dengan penuh kesegaran, anggota Tim lantas memberondong Sekdes dengan beberapa pertanyaan. “Sama Kepala Desa, bukunya apa sudah dibaca?” tanya Tim Supervisi. “Wah saya tidak tahu, mungkin sudah,” tutur Sekdes. “Apa Bapak Kepala Desa belum cerita?” tanya Tim Supervisi. “Belum, soalnya Pak Kepala Desa orangnya pendiam,” jawab Sekdes memancing tawa.

“Kalau spanduk itu, kapan terpasang?” tanya Tim sembari menunjuk spanduk P2KP. “Wah, saya tidak tahu. Kelihatannya, kemarin waktu saya pulang kantor, belum terpasang,” tutur Sekdes apa adanya. “Tapi, sudah tahu apa isi spanduk itu?” tanya Tim lagi. “Belum tahu, saya kira itu spanduk Posyandu. Tapi nanti saya baca setelah acara ini,” jawab Sekdes yang diiringi tawa meledak seluruh hadirin.

Hal lain yang menarik terjadi ketika salah seorang staf KMW 13 mengantar Tim Supervisi ke penginapan sebelum pulang ke Jakarta. KMW menyediakan sekedar oleh-oleh berupa makanan khas Magelang. Ketika oleh-oleh itu diberikan kepada Tim dari Bank Dunia, ternyata ditolak. “Maaf, berdasarkan etika di kantor kami, kami tidak boleh menerima pemberian dalam bentuk apapun,” ujar Tim dari Bank Dunia dengan sopan. Akhirnya, oleh-oleh itupun kembali dibawa pulang. (Nanang Priyatna, TA Pelatihan KMW 13 P2KP (2/2); Yanti)

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.