Beranda Warta Berita P2KP NAD Launching, Awali di 2 Kabupaten

P2KP NAD Launching, Awali di 2 Kabupaten

Comments (0) View (1494)

B

BERBAGAI program dalam rangka membangun kembali NAD paska bencana, telah digalang baik oleh pemerintah maupun lembaga-lembaga sosial, dalam dan luar negeri. Termasuk diantaranya, program P2KP yang akan dimulai pada Maret 2005 ini, untuk penyiapan masyarakat dalam rangka membangun sarana dan prasarana dasar wilayah paska bencana. Program yang diberi nama ‘Program Pembangunan Masyarakat dalam rangka Rehabilitasi dan Rekonstruksi Perumahan Permukiman paska Bencana’, telah siap di-launching bahkan para konsultannya, sudah mendapat persetujuan pihak Bank Dunia.

Menurut staf P2KP, Ir. Bobby Ali Ashari, M.Sc, program ini lebih sebagai penyiapan masyarakat setempat dalam rangka pembangunan permukiman kembali. “Penyiapan perumahan dan pemukiman bagi warga, melalui pendekatan kebersamaan, kita membangun kembali sarana prasarana yang hancur akibat gempa,” ujar Bobby tentang P2KP NAD ini. “Dengan masuknya program ini, dalam penataan kembali permukiman mereka, diharapkan tidak terjadi konflik kepemilikan hunian,” lanjut Bobby.

Ditambahkan, setelah perumahan dan permukiman bagi warga NAD sudah tertata kembali, baru akan masuk program P2KP 3. “Dan untuk saat ini, baru 2 kabupaten yang menerima program ini, yaitu Kabupaten Aceh Kota/Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Barat/Meulaboh. Tidak tertutup kemungkinan, akan merambah ke kabupaten/kota lainnya, dan ini tergantung dari kesiapan Pemda-nya, disamping juga, masalah penerimaan konsep yang kita tawarkan,” ujar Bobby.

Untuk menangani program Aceh kurun 1 tahun ini (dimulai Maret 2005), pihak manajemen yang diberi kepercayaan untuk menanganinya adalah PT. Tera Buana Consultant. “Penugasan ini merupakan sebuah kepercayaan Bank Dunia dan P2KP terhadap perusahaan ini yang semata-mata atas pertimbangan keberhasilan dari pihak manajemen yang telah menyuport serta mendukung P2KP sejak P2KP pada KMW 5 (1/1), KMW 6 (1/2) dan KMW 14 (2/2). Dan ternyata, ini mendapat penilaian positif,” kata Drs. Anton Lami Suhadi, M.Si, Team Leader untuk P2KP Aceh yang saat ini masih berperan sebagai TL KMW 14 (2/2).

Menurut Drs. Harnoto, MM, Direktur Keuangan PT. Tera Buana Manggala Jaya, saat ditemui Pusinfo di Jakarta mengatakan bahwa pemberian kepercayaan pada perusahaannya, membuat pihaknya berbangga. “Komitmen kami atas pelaksanaan pemberdayaan di P2KP sejak 1999 hingga saat ini, merupakan sesuatu yang harus dipertahankan. Dengan penuh komitmen, semua tugas mampu kami pertanggungjawabkan,” ujarnya. “Dan syukur Alhamdulillah, sesuatu yang mahal ini ternyata membuahkan hasil yang menggembirakan. Perusahaan kami kembali dipercaya oleh Pemerintah dan Bank Dunia untuk menangani pembangunan kembali pemberdayaan masyarakat Aceh. Sebuah pekerjaan yang harus penuh komitmen dan memiliki tanggung jawab besar,” tambahnya.

Ditambahkan Harnoto bahwa kunci dari keberhasilannya selama ini adalah saling percaya dan mengerti substansi. “Walaupun tidak sampai A hingga Z-nya, namun kami tetap berupaya memahami secara keseluruhan di setiap siklusnya. Suport dan dukungan kepada pihak KMW, dilakukan tanpa keraguan, karena sudah terujinya kepercayaan satu dengan yang lainnya. Walaupun misalnya, usulan biaya yang tidak tertera dalam kontrak dengan P2KP, tetap kami setujui mengingat kepentingannya yang urgen, seperti pemberian program asuransi bagi semua personil KMW 5 dan KMW 6 pada P2KP 1/2,” ungkap Harnoto.

Masih menurut Harnoto, perusahaannya saat ini juga dipercaya oleh Bapenas dan Bapeda Jatim untuk menangani Strategy Infrastruktur Development Reform Program (SIDRP), yaitu pemberdayaan kepada pihak kelembagaan Pemda (di Surabaya). Program baru yang pertama kalinya dilaksanakan di Surabaya ini adalah bantuan Bank Dunia.

Sementara itu, Anton Lami, TL KMW P2KP untuk Aceh, menjelaskan, pada program pemberdayaan di Aceh, selain diperkuat TA sosialisasi, pelatihan, manajemen data, juga diperkuat pula oleh TA infrastruktur. Disamping itu, didukung oleh keberadaan sekitar 44 orang Faskel sebagai ujung tombak yang akan menangani lebih dari 100 kelurahan/desa di 2 kabupaten. “Kalau bisa diharapkan minimal 1/3 Faskelnya dari wilayah setempat, karena mereka bisa juga berfungsi sebagai narasumber, disamping untuk mempermudah pendekatan pada masyarakat setempat yang masih dalam kondisi trauma serta kemampuan penguasaan territorialnya,” ujar Anton.

Tentang hal yang menyangkut rekruitmen Tenaga Ahli oleh P2KP, dikatakan Anton bahwa memang semestinya begini. “Soal Team Work KMW Aceh, akan didahului dengan pengenalan dan pemahaman masing-masing karakter, selanjutnya mencari kesamaan, ujarnya. “Sekali-kali bukan mencari perbedaannya, tapi persamaan persepsi. Untuk itu, kuncinya adalah saling percaya serta memelihara kepercayaan,” tegas Anton mengakhiri pembicaraan. (Heroe; Yanti)

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.