Beranda Warta Berita KBP Kebumen, Itikad Tuntaskan Buta Aksara dan Buta Huruf

KBP Kebumen, Itikad Tuntaskan Buta Aksara dan Buta Huruf

Comments (0) View (1959)

W

WILAYAH sasaran P2KP 2/2 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kebumen meliputi 65 desa/kelurahan yang tersebar di 4 kecamatan yakni Kecamatan Gombong, Karanganyar, Sruweng dan Kutowinangun. Momentum P2KP di wilayah ini, nampaknya, oleh Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, ditangkap sebagai kesempatan baik untuk memperkuat langkah implementasi ‘Gerakan Desa Tuntas Buta Aksara sebagai Strategi Pemberantasan Buta Huruf di Jawa Tengah’, yang dicanangkan oleh Gubernur Jawa Tengah pada 2004 silam.

Dukungan dan semangat yang konstruktif dari Pemkab Kebumen terhadap kegiatan P2KP ini, memang telah terlihat sejak awal. Wujud dukungan dan itikad baiknya (good will), dapat dilihat dari kontribusi beberapa aparat (pelaku) terkait di lingkungan Pemkab dalam mengawal kegiatan P2KP seperti Kepala Bappeda Kabupaten Kebumen, Drs. H. Mahar Moegiono HN; Kepala Bidang Ekonomi Bappeda Kebumen, Drs. Sabar Irianto; Kepala Sub Bidang Pemasaran, Bekti Hidayat, SE; Kepala Bidang Pendidikan Non Formal, Pemuda, Olahraga dan Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Siti Alfiah Anggriani serta beberapa pelaku lainnya. 

Wujud keseriusan partisipastif Pemkab Kebumen, begitu nampak dalam kegiatan seperti: Lokalatih Pemkab Kebumen dan stakeholders pada 24 hingga 27 November 2004 lalu serta lokakarya tingkat kabupaten pada 15 Desember 2004 yang diselenggarakan di Hotel Candisari, Karangnyar, Kebumen beberapa saat lampau. Hal ini cukup menjadikan alasan untuk memperkuat peran Pemkab dalam menanggulangi kemiskinan di masa kini maupun mendatang. Bahkan, selain antusiasme berbagai pelaku tersebut, peran unsur Perguruan Tinggi (PT/universitas) serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang ada di lingkungan Kebumen, juga telah memberikan andil yang tidak kecil.

Semangat belajar untuk terus ‘menggali’, ‘mengenali’ dan ‘menyikapi’ masalah serta kemudian ‘merencanakan’nya, adalah upaya memecahkan berbagai masalah yang terkait dengan penanggulangan kemiskinan. Bahkan, para peserta Lokalatih yang berjumlah ± 30 orang, di akhir kegiatan ‘Lokalatih Pemkab Kebumen dan stakeholders, telah mencoba menginisiasi suatu ‘entitas pembelajaran’ yang digalang dari berbagai unsur/pelaku melalui wadah Komunitas Belajar Perkotaan (KBP)--dalam tanda kutip sebagai nama generik, yang diikat dengan komitmen dan prinsip-prinsip kerelawanan dalam menanggulangi kemiskinan di lingkungan ini.

Salah satu aktivitas awal KBP Kebumen, terkait dengan upaya memperkuat semangat belajar (baca: menggali, mengenali serta menyikapi) tentang akar masalah kemiskinan, diantaranya adalah melakukan studi banding ke beberapa BKM yaitu BKM di Condongcatur, Kec. Depok, Kab. Sleman serta BKM Sariharjo, Kec. Ngaglik, Kab. Sleman pada 24 Desember 2004 lampau.       

Dra. Siti Alfiah Anggriani selaku Kepala Bidang Pendidikan Non Formal, Pemuda, Olahraga dan Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Kebumen yang kebetulan juga salah seorang Relawan KBP Kebumen, mencoba mengapresiasi momentum P2KP dengan mengintegrasikan program Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Kebumen bertajuk ‘Gerakan Desa Tuntas Buta Aksara; Strategi Pemberantasan Buta Huruf’ sebagai ‘complement’ yang bertepatan dengan kegiatan P2KP. Harapannya, penanggulangan kemiskinan dapat lebih menyentuh terhadap upaya masyarakat dalam mengakses kesempatan memperoleh pendidikan yang lebih layak.

Permasalahan pendidikan di Jawa Tengah yang di dalamnya juga termasuk Kabupaten Kebumen, memang masih menjadi isu pokok dan perlu segera mendapat perhatian serius. Permasalahan pokok tersebut antara lain: (1) Masih banyaknya DO pada kelas 1 sampai 3 tingkat Sekolah Dasar; (2) Masih ada beberapa daerah yang jauh dari jangkauan sekolah; (3) Masih adanya ‘masyarakat yang miskin’ yang mengakibatkan aspirasi pendidikannya sangat rendah; (4) Persepsi tentang manfaat kemampuan baca, tulis dan berhitung (calistung) masih rendah; serta (5) Masih terbatasnya bahan bacaan (Taman Bacaan Masyarakat/TBM) bagi para aksarawan baru. Berdasarkan data Susenas 2001, jumlah penduduk buta huruf (usia 10 sampai 44 tahun) di Kabupaten Kebumen mencapai angka 17.367 jiwa, sedangkan buta huruf (> 45 tahun) mencapai angka 87.167 jiwa.
 
Agar upaya tersebut terwujud, KBP Kebumen--yang di dalamnya termasuk Dra. Siti Alfiah Anggriani, selalu bersemangat bersama dengan Tim Korkot 3 Kebumen, melakukan koordinasi dan kajian-kajian agar dapat merumuskan langkah-langkah strategis (strategi implementasi) serta langkah-langkah taktis kegiatan tersebut, ke dalam semangat pembelajaran yang akan dikembangkan melalui P2KP.

Ada beberapa langkah yang telah dan akan ditempuh untuk mendukung keberhasilan program yang digagas melalui KBP Kebumen antara lain: (1) Kajian konsep dasar penanggulangan kemiskinan yang menyangkut aspek pendidikan (20 Januari 2005); (2) Kajian strategi implementasi dan kesesuaiannya dengan proses pembelajaran terhadap siklus P2KP (24 Januari 2005); (3) Workshop ‘Gerakan Desa Tuntas Buta Aksara sebagai Strategi Percepatan Pemberantasan Buta Huruf’ di tingkat kecamatan wilayah sasaran P2KP; (4) Menyusun RKTL bersama (KBP Kebumen, Tenaga Lapangan Pendidikan Masyarakat/TLD, Relawan di kelurahan wilayah sasaran P2KP dan pelaku lainnya) untuk merumuskan langkah pendampingan sesuai siklus di tingkat masyarakat. Untuk itu, perlu ada itikad baik dan keseriusan semua pelaku di dalamnya. (Sudrajat, Kordinator Kota 3 Kebumen, KMW SWK 13 P2KP 2/2; Yanti)

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.