"> ">

Berita

Beranda Warta Berita KOTAKU Diseminarkan dalam Pertemuan Tahunan ke-41 IDB

KOTAKU Diseminarkan dalam Pertemuan Tahunan ke-41 IDB

Comments (0) View (1891)

<tab

Oleh:
Redaksi Web
Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)

Islamic Development Bank (IDB) mengadakan perhelatan tahunannya, The 41st Annual Meeting, di Jakarta, pada 15-19 Mei 2016. Tema annual meeting tahun ini adalah “Enhancing Growth and Poverty Alleviation through Infrastructure Development and Financial Inclusion” (Meningkatkan Pertumbuhan dan Pengentasan Kemiskinan melalui Pembangunan Infrastruktur dan Keuangan Inklusif).

Ada enam topik besar yang dibahas dalam kegiatan, yait koordinasi dan kerja sama teknis untuk pembangunan antarnegara anggota, ketahanan ekonomi, kemajuan investasi syariah, pengentasan kemiskinan dan pendanaan infrastruktur. Terdapat lebih dari 30 agenda, seperti seminar dan diskusi guna membahas beragam topik. Di antaranya, krisis air, pemanfaatan teknologi, transportasi ramah lingkungan, perempuan dalam sistem keuangan, dan lebih fokus membahas ekonomi syariah.

Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), sebagai salah satu program yang bekerja sama dengan IDB, dipercaya untuk mengisi acara pameran. Ada dua booth pameran KOTAKU. Satu booth menampilkan produk-produk kelompok swadaya masyarakat (KSM) terbaik yang dihasilkan oleh program sebelumnya, PNPM Mandiri Perkotaan. Produk itu di antaranya berupa batik tulis. Booth kedua, menampilkan tentang informasi program KOTAKU, dimeriahkan dengan kehadiran KSM batik dan pengelolaan daur ulang, sekaligus mendemonstrasikan proses produksinya.

Kehadiran KSM ini menjadi daya tarik bagi booth KOTAKU. Sejak dibuka pada 14 mei, booth tidak pernah sepi pengunjung. Rata-rata mereka ingin melihat dari dekat proses batik dan pembuatan kerajinan daur ulang. Bahkan, beberapa pengunjung belajar langsung pada KSM. Beberapa tokoh penting dari IDB dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta kementerian lainnya juga hadir ke booth ini.

Selain mengisi pameran, KOTAKU juga diseminarkan di salah satu side event annual meeting di hari kedua acara. Mengambil judul “Joint Knowledge Seminar: Doing it the Bottom-Up Way”. Alasan KOTAKU diseminarkan, karena menurut Project Team Leader KOTAKU di IDB, sejak bekerja sama dengan IDB di tahun 2009, program ini menjadi salah satu program yang berhasil, baik sebagai proyek dalam pencapaian target kinerja, maupun sebagai program pemberdayaan yang membantu masyarakat. Sehingga, pada seminar yang diadakan di Cendrawasih Room 1 itu pembicara dari unsur pelaku dan mitra program dihadirkan.

Dalam pidato pembukaannya, Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Andreas Suhono sebagai keynote speaker mengatakan, pihaknya berharap melalui paparan praktik terbaik program ICDD yang ada di Indonesia, para pengambil kebijakan yang hadir dapat memformulasikan kesepakatan bersama terkait pembangunan, khususnya di wilayah perkotaan, berbasis kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah dan masyarakat.

Adapun Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Rina Farida, selaku penanggung jawab program, bercerita bahwa program yang di-support IDB sejak tahun 2009 ini telah membangun infrastruktur dasar bagi masyarakat, sekaligus mencoba memberdayakan masyarakat dengan pembelajaran usaha.

Sementara Rudy S. Prawiradinata dari Bappenas mengemukakan pendapatnya, hal yang paling penting dalam program semacam Community-Driven Development (pembangunan berbasis komunitas) ini bukan hanya soal mendorong dan memberdayakan masyarakat, tapi juga bagaimana masyarakat bisa bekerja bersama pemerintah. Selain itu, menurutnya, agar program dengan pendekatan CDD ini tetap berjalan di masyarakat, ia menyarankan agar dipersiapkan juga strategi exit, memastikan bahwa kegiatan program mampu dikelola oleh Pemda dan/atau masyarakat sendiri.

Pembicara lainnya dalam seminar ini adalah Task Team Leader ICDD IDB Syed Hassan Alsagoff, Task Team Leader for National Slum Upgrading Program (NSUP) The World Bank George Soraya, Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan, dan Koordinator BKM Harapan Bersama Kelurahan Pipareja Kota Palembang Hidayati Tarmizi. Sebagai moderator dalam panel adalah Direktur Pertanian Pembangunan Perdesaan IDB Osman El Fiel.

Tampaknya keberhasilan KOTAKU di program sebelumnya juga menarik minat banyak pengunjung, bahkan dari negara anggota IDB lainnya. Peserta dari luar negeri yang hadir, salah satunya dari Uganda, mengatakan isi seminar ini sarat ilmu, yang diharapkan bisa diterapkan di negaranya. Ia juga menanyakan kunci keberhasilan pelaksanaan ICDD di Indonesia. Menanggapi itu, para panelis seminar menjawab, kuncinya adalah komitmen pemerintah beserta birokrasinya, dan rasa trust (saling percaya) antara pemerintah dengan masyarakatnya. [Redaksi]

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.