Beranda Warta Artikel Peringatan Dini Untuk Tim Fasilitator

Peringatan Dini Untuk Tim Fasilitator

Comments (0) View (1526)

S

SEBAGAI sebuah kelompok, Tim Fasilitator mestilah ‘solid, kohesif, berwawasan kritis dan menyerap prinsip & nilai P2KP’. Mengapa? Dasarnya karena alasan praktis, fungsional dan ontologis. Disebut alasan praktis bukan sekadar karena proyek menetapkan demikian, namun karena tim dibangun untuk mendukung pelaksanaan kegiatan agar efektif dan efisien. Alasan fungsional dimaksudkan agar tim berfungsi secara solid, kohesif,  tolong-menolong, saling asah-asuh (syukur juga kalau asih). Pembentukan tim hendaknya merupakan upaya memenuhi alasan ontologis karena Fasilitator sebagai sang penganjur nilai P2KP tentu saja harus menerapkan nilai-nilai itu untuk dirinya sendiri.

Kelompok atau organisasi apapun sesungguhnya memiliki umur efektif, masa di mana ia berkarya, memudar sebelum pada akhirnya mati. Ini memang ungkapan simplistis yang tentu tidak usah dibandingkan dengan model ‘kesetimbangan tersela’ suatu organisasi dari Stephen Robbins (1999). Kondisi organisasi demikian itu (termasuk Tim Fasilitator), merupakan suatu perpaduan titik koordinat antara prestasi dan waktu. Sesuai abstraksi tersebut, tim akan mencapai prestasi tertinggi  pada titik kulminasi di puncak (digambarkan dalam puncak kurva sebagai titik P) pada tahun ke sekian, yakni titik S. Sesudah sampai di puncaknya, yang bisa saja singkat atau berbilang tahun, bekerjalah hukum alam yang tidak dapat ditolak siapapun yakni mulai surut, redup berangsur-angsur sampai kemudian mati.

Tidak semua organisasi akan sampai ke puncak kejayaan. Ada kemungkinan lain (yang sungguh amat wajar kalau sampai menimpa suatu organisasi) yakni ia hanya akan ‘mentok’ di titik Q pada tahun ke-R, sesudah itu tewas, tanpa pernah mencapai puncak idealnya sebagaimana diharapkan. Indikasinya, belum berbuat banyak sudah terjadi kisruh atau krisis. (Kedua kata itu diwakili oleh huruf Q yang menurut anak Jogja memang harus ditulis ‘qisruh’ dan ‘qrisis’).

Masalahnya, bagaimana menjaga agar organisasi mencapai prestasi tertingginya yang ideal dan tidak layu sebelum sempat berbuat apa-apa pada titik Q? Berkait dengan tugas kita sebagai Fasilitator P2KP, pertanyaan yang relevan adalah bagaimana agar tim kita bertahan di puncak prestasi (setidaknya) selama proyek berjalan, untuk kemudian silahkan bubar sebagai tim (karena pekerjaan sudah selesai).

Jawaban atas pertanyaan diatas tergantung pada banyak hal. Misalnya, mulai soal relasi antar-anggota kelompok, sampai faktor eksternal yang berupa gangguan dari luar. Untuk menghemat ruang, kita akan mulai dari (sebagian kecil) unsur internal. Jika pemimpin dan/atau anggota kelompok tidak berpikir panjang, melainkan hanya bertindak atas dasar pertimbangan sesaat, maka kelompok itu akan sulit mencapai kinerja yang diharapkan. Sebagai contoh seorang Senior Fasilitator (SF) yang suka main ‘instruksi’, lalu tidak mau tahu tentang pendapat anggota timnya, niscaya akan menciptakan ‘kerunyaman yang terkondisikan’ di dalam kelompoknya. Contoh lain, SF yang menganak-emaskan satu orang, niscaya akan mengganggu keharmonisan tim. Ini akan membuat anggota yang lain merasa tidak enak, bahkan iri.

Contoh-contoh tadi bisa kita perluas, yang pada intinya sampai ke hikmah berikut ini: bahwa tindakan negatif, manipulatif, memperdayai, berorientasi sesaat adalah bahaya-bahaya nyata yang menghadang kiprah tim atau organisasi. Bahaya apapun hanya bisa dicegah jika disadari semenjak dini. Maka, kalau di dalam organisasi bisa dikembangkan ‘sistem peringatan dini’ (‘early warning system’), niscaya prestasi organisasi bisa dipertahankan dan umur organisasi itu kemungkinan juga bisa diperpanjang. Nah, benarkah kelompok kita sudah peka terhadap peringatan dini itu? Atau, benarkah organisasi kita nyaris berada di titik Q?

Penulis: Farid B. Siswantoro (Fasilitator Korkot 1 Klaten SWK 14 (2/2) Jawa Tengah; Edit: Yanti)

Note: Artikel ini dilengkapi bagan tentang kesetimbangan tersela, yang karena alasan teknis, tidak bisa kami tampilkan menyertai penulisan.

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.