Beranda Warta Artikel ‘Bank’ Informasi Fasilitator Hebat

‘Bank’ Informasi Fasilitator Hebat

Comments (0) View (1297)

S

SIAPA yang rajin mengumpulkan informasi, akan mendekati realitas. Siapa yang sok jagoan biasanya malah akan ‘klenger’. Mike Tyson saja sebelum bertanding, harus memutar video rekaman calon lawannya. Banyak hal yang harus dia pelajari (identifikasi). Seorang petinju profesional justru melakukan hal ini selama melakukan persiapan.

Identifikasi hampir persis pertandingan tinju (mempelajari karakter tiap wilayah dan budaya setempat). Ingat tentang Hitler yang pada Perang Dunia 2 pernah menang mutlak atas Chamberlain, Sang Perdana Menteri Inggris kala itu, lewat pengumpulan informasi yang akurat.

Sebenarnya, saat itu tentara jerman sudah babak belur. Amunisi dalam keadaan kurang, namun hal itu tidak di ketahui oleh Chamberlain.Waktu itu, Hitler melakukan negosiasi untuk mengambil Chekoslovakia secara damai. Hitler meminta konsensi dari Chamberlain agar tidak terjadi perang.

Chamberlain yang kurang informasi, sangat ketakutan dan setuju saja mengingat kekejaman Hitler di medan perang waktu itu. Karena itu, Chamberlain mengajak Hitler untuk bertemu muka, jauh sebelum deadline. Tapi Hitler menolak! Chamberlain makin bingung saja. Hitler makin menekan Chamberlain dan baru mau mengadakan pertemuan 3 hari sebelum ‘deadline’ tiba. Negosiasi itupun berjalan lancar karena Chamberlain menyerah begitu saja pada permintaan Hitler.

Padahal, menurut laporan intelejen, sebenarnya rakyat Chekoslovakia akan berjuang mati-matian waktu itu. Selain itu, Musollini yang diktator Itali serta kawan Hitler, sebenarnya tidak terlalu setuju pada rencana invasi militer Jerman. Strategi Hitler pintar dengan meminta Musollini bertindak sebagai moderator negosiasi. Musollini dengan senang hati meluluskan permintaan tersebut. Chamberlain setuju dengan Musollini sebagai moderator karena ia melihat keberadaannya akan memperlancar jalannya negosiasi, tanpa berpikir panjang tentang siapa yang akan menang dalam proses tersebut.

Akhirnya, Hitler mendapatkan sebagain besar tanah Chekoslovakia dengan gratis, tanpa perang dari pihak sekutu yang diwakili Chamberlain. Hitler tetap Hitler. Begitu menduduki Chekoslovakia akhirnya dia membantai puluhan ribu orang. Chamberlain kalah total karena tidak rajin mengumpulkan informasi. Kalau saja dia tahu bahwa tentara Jerman sebenarnya dalam keadaan berantakan, mungkin situasinya jadi lain. Begitu juga kalau ia tahu bahwa amunisi Hitler dalam keadaan kacau balau dan kalau saja dia tahu bahwa rakyat Chekoslovakia akan berjuang mati-matian.

Chamberlain tidak mengumpulkan informasi, tidak melakukan identifikasi yang baik, dan karena itu, dengan mudah dia percaya pada Hitler yang berlagak mau jadi orang baik. Chamberlain kalah telak di-KO oleh Hitler gara-gara persepsi yang tidak dibangun pada tempatnya hingga menafikkan realita yang ada.

Kesalahan klasik yang sering dialami oleh seorang Fasilitator adalah karena terlalu tergesa-gesa mempersepsi keadaan. Memang, mesti sabar nan jeli untuk benar-benar mengamati dan mengumpulkan informasi sebanyak mungkin, tapi juga bisa salah kalau persepsi tidak dibangun pada awalnya.

Dalam proses ‘mapping sosial’, hal yang sama juga sering terjadi. Seorang Fasilitator yang hebat, akan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya. Apa saja yang harus dikumpulkan? Banyak sekali. Tentang situasi wilayah, bagaimana kebiasaan warga masyarakat, apa yang berpotensi dan apa yang menjadi permasalahan, nilai-nilai apa yang diminati serta bagaimana pola kekerabatannya, dan seterusnya. Sampai, pada terbangunnya persepsi awal yang lurus. Dan, mendapatkan komitmen pada waktu yang tepat merupakan salah satu seni yang harus dipelajari.

(Penulis: Kompilasi Team Ngunut 1, Korkot 1 Tulungagung, KMW 15 (2/2): Karnadi Hari Janto, Nihayatus Sholihah, M. Hatta Iskandar, Zaenal Arifin; Edit: Yanti)

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.