Beranda Warta Artikel Sapu Jagad Bank Data

Sapu Jagad Bank Data

Comments (0) View (1480)

S

SISTEM Informasi Manajemen (SIM) sebagai ‘bank data’ serta pengelola seluruh informasi perkembangan pelaksanaan kegiatan di lapangan, sejak kemunculannya di tengah-tengah pelaku lapangan P2KP tahap 2 ini, bisa dikatakan semakin hari semakin jauh dari yang dibanggakan dan diharapkan.

Hal ini terbukti dari rata-rata perkembangan data dengan kegiatan lapangan, yang sebenarnya terlambat antara 1 hingga 2 bulan. Tidak mengherankan jika data lapangan dikatakan ‘basi’. Bayangkan saja, jika kita membaca berita perceraian artis ibukota seminggu yang lalu, tetapi pada kenyataannya, artis tersebut sedang ‘honeymoon’ yang kedua. Dikatakan ‘basi’ karena sudah tidak relevan lagi sebagai bahan pertimbangan kebijakan dan keputusan.

Tuntutan data lapangan yang ‘up to date’ segera digulirkan dengan kehadiran aplikasi SIM online dan offline, dicanangkan serentak dalam pelatihan SIM online dan offline awal Maret 2005 lalu. Asmandat sebagai ujung tombak kolektor bank data, bagaikan tersiram air surga bahagia menyambutnya, inilah yang kami tunggu. Walaupun bidadari penyelamat datang terlambat, tetapi gebrakannya berhasil membuat semua orang terbangun dan tersadar dari tidurnya yang panjang.

Bagaimana para Asmandat tidak merasa bahagia, jika suara keluhannya mau didengar, bukan latihan bagaimana mengentry aplikasi yang benar. Tetapi lebih karena membutuhkan penguatan keberadaannya oleh ‘para sesepuh SIM’. Kadang suara Asmandat tidak terdengar walau dengan otot leher yang menonjol sekalipun, berteriak sekeras apapun.

Terlepas dari berbagai permasalahan aliran data SIM yang ada, selesai pelatihan, diadakan urung rembug antara Asmandat dan Fasilitator yang bertujuan untuk segera mengagendakan penyelesaian data-data lapangan menjadi kegiatan prioritas.
Maka segera diinventarisir piutang data, diperjelas komitmen aliran data, dilakukan verifikasi data sampai dengan status kegiatan di lapangan. Terselenggaralah operasi ‘Sapu Jagad Bank Data’, yang hingga kini masih dilakukan.

Libur Hari Raya Nyepi, Sabtu sebagai hari kejepit, tidak menjadi halangan menggelar operasi. Asmandat menginventarisir piutang data Fasilitator sesuai desa sasarannya, men-check list data yang tidak masuk akal agar segera dipenuhi dan diperbaiki Fasilitator bersangkutan. Kemudian melakukan pencocokan data sesuai dengan bukti lapangan.

Berkali-kali, kertas fax dikirim berulang-ulang untuk sekedar memperbaiki data. Benar-benar menjadi hari penggalangan yang amat berat dan super sibuk. Dering telepon, ringtone SMS, desir kertas faxsimile menguasai ruang kantor hingga larut malam, menjadikan alunan musik tersendiri mengiringi penatnya adrenalin.

Disisi lain, Fasilitator peserta pelatihan SIM yang ditunjuk sebagai penanggung jawab data SIM Tim Fasilitator, sibuk memilah pilah form-form data, sibuk memerintahkan kawan se-Tim keluar masuk desa mencari data sekunder/primer, mulai berpikir tidak lagi menimbun hasil lapangan menunggu menyusun sebagai bahan laporan.

TL dan TA Monev pun rajin mengingatkan, memberikan teguran langsung sebagai dukungan permintaan Asmandat kepada Fasilitator yang mbalelo. Tidak selalu semua Fasilitator menjadi anak baik yang penurut, ada beberapa yang tingkat penyadarannya kurang dan tergolong masih wajar. Sampai hari ini operasi tersebut terus digelar, kebutuhan data SIM mulai mendekati dengan status pelaksanaan lapangan yang sebenarnya.

Mudah-mudahan kondisi seperti ini terus dapat dipertahankan, tidak menjadi semangat yang sesaat, menjadi lebih konkrit pelaksanaan penanganan manajemen data dikemudian hari, tidak lagi dilema oleh dua mata sisi uang kembali utuh sebagai ‘Agen Keproyekan’. Hanya satu yang melunturkan semangat kebersaman ini, yang membuat proses ini tidak ada artinya yaitu ‘Malas’.

(Penulis: Fuad: Asmandat KMW 1 P2KP 2/1 Kalimantan Barat, 12 Maret 2005; Yanti)

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.