Beranda Warta Artikel Menumbuhkan Nilai Luhur dengan Keyakinan Hati

Menumbuhkan Nilai Luhur dengan Keyakinan Hati

Comments (0) View (1543)

T

TIDAKLAH heran, apabila hal baru yang didengar oleh masyarakat , akan ditangkap dengan interpretasi dan respon masing-masing. Itulah kesan awal yang diperoleh Fasilitator, yang bak seorang marketing yang tengah mempromosikan produknya sekeras mungkin, mencoba meyakinkan 'tentang P2KP' di tingkatan elit kelurahan dan kecamatan, pada sebuah agenda sosialisasi.

Misi membawa semua orang untuk yakin bahwa P2KP adalah program yang berbeda dengan program sebelumnya, adalah hal sulit, namun menjadi tantangan menarik bagi sosok yang mengaku sang agen pembaharu. Mengenali masyarakat, sebetulnya adalah kunci untuk bisa masuk dan belajar bersama mereka, atau bahkan bisa menimba ilmu dari warga.

Ketika para Lurah dan elit kelurahan lainnya berkumpul di suatu aula kecamatan dalam sebuah agenda P2KP, satu hal yang bisa ditangkap oleh Fasilitator, bahwa meyakinkan sesuatu yang mungkin bagi orang tersebut merupakan hal yang sama, walau sebenarnya berbeda, ternyata perlu seni dan keahlian tersendiri.

Tertangkapnya antusiasme dan perhatian peserta, bagi Fasilitator merupakan motivasi awal bahwa program ini bisa diterima. Namun persoalannya, apakah substansi dari tujuan mendalam P2KP, dapat pula mereka terima? Pertanyaan inilah yang harus dicari jawabannya, karena ini menjadi awal keseriusan para pejabat kecamatan dan kelurahan, untuk bisa mengoptimalkan perannya dalam konteks pelaksanaan program ini, ke depan.

Semua berharap, termasuk pula sebagai Fasilitator, adalah terkikisnya anggapan pada warga untuk menerima program ini karena semata-mata ada dananya (BLM), namun lebih jauh adalah munculnya keyakinan pada mereka bahwa nilai-nilai luhur adalah landasan yang harus diperjuangkan dalam upaya menanggulangi kemiskinan bersama masyarakat .

Raut wajah serius, tatapan mata penuh tanya, dan ekspresi keraguan yang tampak di wajah masyarakat, saat Fasilitator mengenalkan P2KP kala itu, akankah berubah menjadi sebuah keyakinan bersama? Bahwa, semuanya dapat menjadi lebih baik? Nilai-nilai luhur bukanlah sebuah slogan belaka yang hanya menjadi bahan obrolan, namun sepantasnya menjadi suatu hal yang melandasi sikap, perilaku, dan pola pikir kita semua. Dan realita itulah yang ingin dirubah oleh P2KP.

Berbuat ideal untuk P2KP, mungkin akan sulit dilakukan, tapi berbuat baik untuk semua orang, alangkah indahnya apabila itu bisa dilakukan. Mengapa? Materialistis adalah realita sikap yang banyak kita jumpai, termasuk hal dana atau bantuan, adalah segala-galanya untuk memperbaiki keadaan.

Masyarakat akan mendengar banyak dari Fasilitator tentang kata-kata 'nilai-nilai luhur', yang sebenarya sudah ada pada mereka. Tapi, untuk bisa menjadikan kata-kata itu implementatif dalam kehidupan, adalah tantangan terbesar. Mampukah semua itu dibawa melalui proses belajar yang sesungguhnya, yaitu belajar bersama dan mengatasi persoalan yang terjadi?

Seperti kata orang bijak, segalanya, mari, mulailah dari diri sendiri, dari hal terkecil dan dari saat sekarang. Dan nampaknya, itulah yang harus dilakukan agar kita semua mampu menjawab tantangan tersebut.

Tiada kata berhenti untuk perubahan, manakala kelelahan menimpa kita dalam upaya membangun dan memperbaiki negeri ini. Mungkin bukan sekarang kita lihat hasilnya, tetapi, dengan melihat keyakinan masyarakat, maka optimisme kita adalah, Indonesia ini akan berubah menjadi lebih baik. Semoga!

(Penulis: Tristiani Susanti, Tim Faskel  01, KMW 11 P2KP 2/2; Yanti)

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.