Beranda Warta Artikel Sekelumit Kiprah KBP Bone

Sekelumit Kiprah KBP Bone

Comments (0) View (1827)

S

Sejak awal berdiri, Komunitas Belajar Perkotaan (KBP) Kabupaten Bone memulai langkahnya dengan mengadakan Pelatihan Pemda Kabupaten Bone, yang kemudian makin dimantapkan pada saat proses penyusunan PJM Pronangkis. KBP juga memantau pembentukan BKM di 13 Desa Lokasi Proyek P2KP Kabupaten Bone.

Monitoring KBP saat pencairan dana P2KP Tahap I, sesuai dengan plafon masing-masing kegiatan yang dibagi kepada tiga Tipologi Wilayah. Yakni, wilayah pesisir pantai (Desa Watu, Kading, Barebbo, dan Talungeng), wilayah dataran rendah (Desa Attobaja, Sugiale, Corawalie, Apala, dan Samaelo), dan wilayah pegunungan (Desa Kajaolaliddong, Desa Congko, Lampoko, dan Bacu).

Mengingat KBP bersifat relawan, tidak memiliki anggaran, dan hanya terfokus di P2KP saja, maka pada awalnya anggota KBP Kabupaten Bone bergerak sendiri-sendiri. Mereka belum memiliki visi-misi yang sama, karena mereka berlatar belakang disiplin ilmu dan cara pandang yang berbeda.

Seperti yang diungkapkan Koordinator KBP Kabupaten Bone, Amrullah, SST., yang saat ini bertugas di Badan Kesejahteraan Sosial dan Linmas Kabupaten Bone. Amrullah mengakui, pada awal pembentukannya KBP diwarnai perbedaan pendapat yang tajam. Namun, akhirnya bisa diredam dan disatukan menjadi visi-misi yang sama dalam proses pembelajaran pemberdayaan masyarakat serta penanggulangan kemiskinan di perkotaan.

Kini, KBP Kabupaten Bone melaksanakan kegiatan rutin tiap bulan. Seperti diskusi tematik, tinjauan lapangan, dan koordinasi dengan pihak-pihak lain. Selain itu, telah dilaksanakan pula beberapa kegiatan yang menunjukkan upaya KBP mendorong peran Pemda dalam upaya Nangkis. Antara lain, memasukkan RASK yang sudah dikoordinasikan dengan BAPPEDA Kabupaten Bone untuk Tahun Anggaran 2006, pada masing-masing dinas atau instansi. Serta channelling dengan dinas atau instansi terkait yang berhubungan dengan Renta PJM Pronangkis yang sudah dirancang BKM.

Adapun beberapa kegiatan channelling KBP yang telah dilaksanakan adalah Program Pelatihan Menjahit yang melibatkan Dinas Tenaga Kerja dengan BKM Sipurennu Desa Kading, Program Pemberian Ternak Kambing bagi orangtua yang anaknya menderita cacat. Program tersebut melibatkan Badan Kesejahteraan Sosial dan Linmas. Kemudian, anggota KBP diterjunkan untuk mengkaji dan meninjau Program Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) PKPPS BBM di Kecamatan Cina, di luar lokasi P2KP.

Ada keharuan diliputi rasa bangga ketika anggota KBP meninjau langsung ke lapangan. Karena, dengan dana terbatas, ternyata pekerjaan tetap bisa dilaksanakan dengan baik dan sepenuhnya melibatkan masyarakat miskin. Hal ini sesuai dengan tujuan kegiatan yang ada di PJM Pronangkis, yakni swadaya masyarakat.

KBP telah memberi masukan bagi Pemda Bone melalui 27 Kecamatan dan 372 desa/kelurahan yang ada, agar bisa menerapkan model pembangunan berbasis masyarakat seperti P2KP. Setelah meninjau langsung hasil pelaksanaan kegiatan P2KP Tahap I, Kepala Bappeda Kabupaten Bone, DR. Murtir Djeddawi, mengalokasikan dana Rp 5,4 miliar dalam TA 2006 guna kegiatan pemberdayaan masyarakat berkonsep P2KP. Alokasi dana tersebut ditujukan bagi pelaksanaan kegiatan fisik lingkungan (Prasarana Dasar Permukiman) bagi 27 kecamatan, atau Rp 200 juta per kecamatan.

Untuk menunjang aktivitas, KBP mengaktifkan kembali organisasi masyarakat yang sudah ada. Seperti Karang Taruna, Pekerja Sosial Masyarakat, Remaja Masjid, dan Kelompok P3A.

Di masa datang, KBP Kabupaten Bone akan melaksanakan konsep-konsep pemberdayaan baru sesuai konsep P2KP. Lebih rinci, rencana KBP Kabupaten Bone, antara lain akan mengusahakan dan memperkuat relawan dari instansi lain, pers, dan kelompok peduli untuk memperkuat KBP Kabupaten Bone. Bersama Forum BKM, KBP akan menjadi penjembatan antara masyarakat dengan pemda dalam menyusun dokumen penanggulangan kemiskinan, baik di tingkat desa atau kelurahan maupun di tingkat kabupaten. 

KBP juga Mengusahakan replikasi P2KP—tidak hanya terfokus pada P2KP, tapi juga pada program lain sejenis—dengan tetap berpedoman pada penguatan kelembagaan lokal dan pemberdayaan masyarakat. Kemudian, pemberdayaan kelembagaan lokal berbasis nilai universal, sehingga masyarakat mampu menanggulangi kemiskinannya sendiri sekali pun tidak lagi didampingi konsultan atau fasilitator.

Lebih lanjut, KBP Kabupaten Bone juga akan memperbaiki kelemahan yang masih ada. Misal, tidak adanya anggaran, para anggota KBP yang masih terjebak kesibukan, dan program pembangunan yang belum dijalankan sesuai dengan program dinas atau instansi terkait. Selama ini kegiatan yang dilakukan cenderung masih bersifat egosentris dan belum berorientasi kepada pengentasan kemiskinan. Hal-hal itulah yang akan segera diperbaiki KBP Kabupaten Bone. (Penulisan Partisipatif dari KBP Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan;nina)

Mohon masukan saran, kritik bagi pengembangan dan kemajuan KBP Bone hubungi Sdr. Amrullah, SST (Koordinator) di Sekretariat KBP : Kantor Badan Kesejahteraan Sosial & Linmas Kabupaten Bone, HP. 085242365211.

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.