Beranda Warta Artikel Kebersamaan, Kunci Penanggulangan Kemiskinan (Bag.2-Selesai)

Kebersamaan, Kunci Penanggulangan Kemiskinan (Bag.2-Selesai)

Comments (0) View (1494)

A

Agar himpunan warga tersebut mencapai tujuan yang diharapkan, tanpa kehilangan kemudi dalam mempertahankan keberadaannya sebagai himpunan yang otonomi, maka diperlukan pemimpin yang dapat menjadi teladan dan tidak otoriter. Pemimpin ini juga diharapkan dapat membina tim (kelompok) dalam bekerja, dan dipilih kolektif yang secara generik disebut dengan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM).

Proyek Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) pada dasarnya ingin mewujudkan paradigma tersebut, dengan segala ketentuan dan mekanisme yang telah dibuat dan disepakati seluruh masyarakat. Dalam hal ini BKM adalah lembaga yang dibentuk sebagai representasi bagi seluruh warga. BKM berperan sebagai pengambil keputusan tertinggi di masyarakat wilayah sasaran P2KP. Keputusan yang diambil harus jelas dan melihat serta menyadari tujuan membangun civil society.

Mekanisme pengambilan keputusan yang jelas itu misalnya, dengan melibatkan masyarakat dalam merespon dan memberi masukan sebagai dasar pengambilan keputusan BKM. Kemudian menumbuh-kembangkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi, ikut serta, dalam pembangunan. Ini dapat menciptakan kontrol sosial di dalam masyarakat. Selain itu, BKM melibatkan seluruh lembaga yang ada untuk bekerja sama, menciptakan keterbukaan dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaannya untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat. Terakhir, BKM membangun kebersamaan dalam pencapaian tujuan bersama.

Perubahan masyarakat tanpa didasari nilai-nilai kemanusiaan dan kemauan dari pemimpinnya, serta keterlibatan semua pihak yang ada di masyarakat, maka cita-cita tersebut tidak akan pernah terwujud. Hanya slogan belaka.

Artinya, hal-hal yang bisa mempengaruhi perubahan, pertama dari pemimpinnya. Karena, pemimpin adalah contoh bagi masyarakat. Juga sebagai pengendali arah perubahan dan tujuan yang telah dirumuskan bersama. Maka, pemimpinnya harus mampu merubah pola pikir dan tindakan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Kedua, barulah keikutsertaan dan dukungan masyarakat dalam melakukan perubahan yang telah disepakati bersama itu.

Perubahan memang tidak semudah yang dibayangkan. Namun kemauan untuk melakukan  perubahan itu sangat penting, karena proses perubahan akan panjang dan banyak tantangan serta permasalahan yang muncul dalam masyarakat. Tantangan dan masalah ini justru yang akan mendewasakan dan memotivasi masyarakat melakukan perubahan.

Hal ini sebenarnya sudah terjadi sejak manusia mengalami perubahan sosial (evolusi sosial), dimana manusia beradaptasi terhadap perubahan jaman dan kemasyarakatan yang ada pada masanya. Namun, bagaimana sekarang masyarakat melakukan percepatan perubahan ini, tentunya harus ada perumusan-perumusan mekanisme dengan menentukan arah yang jelas. Dalam hal ini, P2KP menawarkan konsep dan mekanisme yang tepat untuk percepatan perubahan masyarakat. (Tamat)

(Penulis: Kasan Pribadi, Askot IV KMW V, P2KP 2/1; nina)

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.