Beranda Warta Artikel Membangun Kolaborasi Strategis

Membangun Kolaborasi Strategis

Comments (0) View (1745)

Oleh:
Kurniawan Zulkarnain
Team Leader
KMP wilayah 2
Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)

Kolaborasi telah dinyatakan sebagai Platform Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Kolaborasi merupakan sebuah keniscayaan. Tidak ada sebuah kehidupan tanpa adanya kolaborasi. Mobil tidak akan memiliki fungsi tanpa ada kolaborasi dan terhubung pada masing-masing komponennya. Begitu juga manusia, tidak akan eksis sebagai manusia jika organ tubuh tidak saling terhubung dalam mekanisme kolaborasi. Bahkan, ada organ yang sangat vital, yaitu otak dan hati sanubari, sebagai pembeda dengan makhluk hidup lain. Bukankah manusia dikenal sebagai makhluk sosial, yang keberadaannya ditentukan oleh keberadaan orang lain.

Dalam konteks Program Kotaku, kolaborasi mengisyaratkan bahwa 0 kumuh pada tahun 2019 mustahil dicapai tanpa melakukan kolaborasi dengan para pihak pada setiap tingkatan administrasi pemerintahan.

Secara struktural, terdapat dua bentuk kolaborasi. Pertama, bentuk kolaborasi vertikal, yakni pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota mengalokasikan sumberdaya dan dana pada lokus yang saling terhubung, dalam satu kawasan untuk mengurangi luasan kumuh. Kedua, bentuk kolaborasi horizontal, yaitu sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bersepakat mengalokasikan sumber daya dana dalam lokus yang sama, sesuai dengan Tupoksi sektoral yang merupakan mandat OPD yang bersangkutan, juga lembaga dan perusahaan yang peduli pada program penanganan, melalui Coorporate Social Responsbility (CSR), yang diarahkan untuk mengurangi kekumuhan.

Di sisi lain, minimal ada dua sifat kolaborasi yang dapat dilakukan sebuah dalam program atau kegiatan. Pertama, kolaborasi taktis untuk mencapai output yang telah ditentukan dengan tidak terencana secara matang. Kedua, kolaborasi strategis untuk mencapai sasaran jangka panjang, dalam konteks program Kotaku membangun permukiman layak huni dan berkelanjutan.

Baik kolaborasi taktis maupun strategis sangat diperlukan dalam menangani kumuh. Kita paham bahwa sumber daya dan dana sangat terbatas, sementara masalah terus bertambah seiring dinamika sosial, budaya dan ekonomi masyarakat.

Guna dapat mengimbangi laju permasalahan, termasuk kekumuhan akibat laju urbanisasi, konsolidasi sumber daya dan dana harus dilakukan mulai dari tahap persiapan, perencanaan (penganggaran), pelaksanaan dan keberlanjutan. Mengingat sifat masalah kekumuhan yang eskalatif maka pilihan kolaborasi strategis seyogianya menjadi bagian penting dalam menggali dan mengekplorasi sumber daya dan dana.

Program Kotaku bukan program "ujug-ujug", melainkan program yang memiliki akar kesejarahan dalam wacana dan praktiknya pemberdayaan masyarakat. Hasil program berupa "tangible assets" berapa infrastruktur dasar yang terbangun, dan sumber daya manusia yang terlatih, baik pada tataran pemerintah, masyarakat maupun konsultan. Selain itu, terdapat "intangible assets" berupa produk-produk pengetahuan termasuk praktik baik dalam menggali dan mengelola potensi kolaborasi.

Merupakan kebanggaan tersendiri bahwa kini Program Kotaku memiliki sejumlah perencanaan di tingkat kota dan tingkat kelurahan. Terlepas dari kualitasnya kini Kotaku memiliki minimal 40 perencanaan tingkat kota yang telah dilengkapi Detailed Engineering Design (DED). Dokumen tersebut dari waktu ke waktu harus ditingkatkan baik kualitas dan kuantitasnya harus ditingkatkan. Sementara di tingkat komunitas akan tersusun di 11.067 kelurahan/desa yang pada gilirannya harus dilengkapi DED.

Kembali pada perbincangan kita tentang kolaborasi. Mengingat keterbatasan sumber daya dan dana yang terdapat pada program Kotaku maka dengan modal perencanaan terdapat empat peluang untuk mengarusutamakan (mainstreaming) isu kumuh melalui platform kolaborasi strategis.

Empat peluang adalah sebagai berikut, pertama, melakukan pendekatan dan advokasi kepada tim perencana dan perumus draft Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebagai penjabaran visi dan misi bupati/wali kota terpilih dalam Pilkada serentak angkatan pertama. Advokasi dengan melakukan "insert" substansi yang terdapat pada RP2KP-KP dan RPLP.

Kedua, mengarusutamakan isu kumuh yang terdapat dalam RP2KP-KP pada rumusan visi dan misi gubernur, bupati/wali kota yang berlaga pada Pilkada serentak angkatan kedua dan angkatan berikut. Membangun jejaring profesional dengan para tim sukses merupakan cara yang baik untuk dibangun.

Ketiga, melakukan pengawalan terhadap siklus perencanaan pada semua tingkatan melalui komunikasi fungsional pada para pelaku utama yang terlibat dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Memastikan subtansi kumuh yang tertuang dalam RP2KP-KP dan RPLP sampai pada para pengambil keputusan merupakan upaya yang harus dioptimalkan.

Keempat, terdapat regulasi yang relatif baru terkait dengan pembagian urusan antara pusat dan daerah.Regulasi yang terkait penataan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), salah satunya dinas yang memiliki mandat mengurusi perumahan dan permukiman. Terkait dengan itu, merujuk pada ketentuan setiap OPD harus memiliki Rencana Strategis (Renstra). Dalam hubungan ini, peluang untuk mengarus-utama isu penanganan kumuh dalam Renstra OPD baru menjadi terbuka, dengan memahamkan para pimpinan OPD tersebut tentang subtansi RP2KP-KP dan RPLP yang dapat diracik sebagai bahan Renstra.

Mudah-mudahan refleksi ini menginspirasi para pelaku lapangan berpacu dengan waktu dalam membangun kolaborasi strategis. [KMP-2]

Editor: Nina Razad

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.