Beranda Warta Artikel Penyepakatan Profil Permukiman Kabupaten Pidie

Penyepakatan Profil Permukiman Kabupaten Pidie

Comments (0) View (719)

Oleh:
M. Adi Iswandy
Korkot Kab. Pidie - Aceh Besar
KMW OC 1 Provinsi Aceh
Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)

Data baseline 100-0-100 merupakan data awal yang menjadi tolok ukur awal terkait penentuan wilayah kumuh. Didukung UU No. 1 Tahun 2011 tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Perumahan dan Permukiman Kumuh. Sehubungan dengan pencapaian RPJMN tahun 2015-2019, Ditjen Cipta Karya berkomitmen mewujudkan lingkungan pemukiman di perkotaan yang layak huni dan berkelanjutan, melalui prakarsa 100-0-100. Antara Lain, 100 % akses air minum, 0% kawasan permukiman kumuh, dan 100% akses sanitasi layak, serta perlunya instrumen untuk mengkaji permasalahan kumuh yang terukur dan secara partisipatif melalui penggalian data baseline.

Adapun tujuan baseline adalah guna membantu pemerintah kabupaten/kota mendapatkan data terkait permasalahan fisik maupun non fisik. Data baseline 100-0-100 digunakan sebagai acuan penyusunan profil kawasan pemukiman dengan metodologi yang digunakan secara umum. Metodologi utama dalam penyusunan bseline 100-0-100 menggunakan pendekatan kualitatif yang melibatkan masyarakat dalam seluruh rangkaian proses yang ada.

Adapun data fisik yang digali merupakan data yang terkait dengan 7 indikator kumuh, seperti kondisi bangunan hunian, keteraturan bangunan, kepadatan bangunan, kondisi fisik bangunan, jalan lingkungan, drainase lingkungan, pembuangan air limbah, penyediaan air bersih dan air minum, pengelolaan persampahan, pengamanan bahaya kebakaran, dan ruang terbuka publik/hijau. Sedangkan data non fisik yang digali terkait dengan infrastruktur permukiman. Antara lain, legalitas pendirian bangunan, kepadatan penduduk, mata pencaharian penduduk, penggunaan daya listrik, fasilitas pelayanan kesehatan, dan fasilitas pelayanan pendidikan.

Metode yang digunakan dalam menggali data tersebut, khususnya di tingkat masyarakat, menggunakan tiga metode kajian, yaitu pertama, Focus Grup Discussion (FGD) metode ini digunakan saat penggalian data awal di tingkat gampong tersebut. FGD lebih detil juga dilakukan di tingkat basis (komunitas terkecil) dalam penggalian data utama. Metode kedua, wawancara. Metode ini merupakan metode gabungan yang dilakukan saat FGD. Proses dilakukan dengan wawancara kepada masyarakat dan tokoh kunci yang berada di tingkat basis (komunitas terkecil). Metode ketiga, transek. Metode ini dilakukan untuk memverifikasi dan klarifikasi data hasil FGD tingkat basis, terutama secara visual maupun verbal kepada masyarakat dilakukan langsung di lokasi sasaran.

Hasil dari pendataan baseline 100-0-100 terutama terkait permasalahan kualitas pemukiman termasuk 7 Indikator kumuh menghasilkan profil kawasan pemukiman dan profil kawasan pemukiman kumuh tingkat gampong serta indikasi kegiatan guna mencapai target 100-0-100. Proses pelaksanaan baseline data di Kabupaten Pidie, terutama di Kecamatan Kota Sigli diawali dengan sosialisasi tingkat dusun lalu gampong. Dilanjutkan dengan penguatan kepada Tim Inti Perencanaan Partisipatif (TIPP), penyiapan peta dasar, lalu dilanjutkan lagi dengan Refleksi Perkara Kritis (RPK) permasalahan pemukiman dan pemetaan awal gampong. Diakhiri dengan konsolidasi dan lokakarya hasil pendataan yang sudah dilakukan tingkat kelurahan, juga dilakukan analisis data di tingkat kelurahan.

Setelah selesai dilakukan penyusunan profil pemukiman serta indikasi kegiatan di tingkat kelurahan, proses selanjutnya masuk pada tingkan kabupaten/kota. Prosesnya diawali dengan workshop tingkat kabupaten/kota terkait penyepakatan hasil baseline matriks pelaku “siapa berbuat apa”. Hasil pelaksanaan kegiatan tersebut di Kabupaten Pidie pada tahun 2016 juga dilakukan sinkronisasi dengan visi dan misi Kabupaten Pidie.

Adapun visi Kabupaten Pidie adalah terwujudnya masyarakat Pidie yang islami, sehat, cerdas, makmur, damai dan bermartabat. Sedangkan misi Kabupaten Pidie adalah (1) Meningkatkan nilai-nilai keislaman, (2) meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan aksesibilitas dan mutu pendidikan serta pelayanan kesehatan masyarakat, (3) mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih dengan menitikberatkan pada revitalisasi birokrasi dan kapasitas pelayanan, (4) meningkatkan pengembangan adat istiadat, sosial dan kebudayaan, (5) meningkatkan kualitas demokrasi, supremasi hukum, politik dan hak asasi menusia (HAM), (6) mewujudkan percepatan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur, (7) menjaga keseimbangan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Baseline yang menghasilkan profil permasalahan melalui pendataan rumah tangga dikompilasikan dengan data lingkungan dan dilakukan penyepakatan terkait data-data tersebut yang termuat dalam profil pemukiman melalui workshop data baseline 100-0-100.

Pelaksanaan workshop di Kabupaten Pidie dilaksanakan di Grand Blang Asan Hotel, Sigli, pada 22 September 2016. Kegiatan itu dihadiri oleh jajaran SKPK Kabupaten Pidie, Civitas Akademi (Universitas Jabal Ghafur), camat, perwakilan geuchik, FKA BKM, dan TIPP. Dalam pelaksanaannya, ada beberapa hal yang disepakati oleh seluruh peserta, seperti penyepakatan profil pemukiman kumuh Kabupaten Pidie, data baseline 100-0-100 setiap gampong merupakan salah satu acuan penyusun rencana kegiatan penanganan kumuh di tingkat gampong, dan komitmen Kabupaten Pisdie untuk mendorong penanganan kumuh menjadi 0% di tahun 2019 melalui proses kolaborasi antarstakeholder.

Harapannya, kegiatan workshop ini dapat menjadi motivasi bersama terutama bagi para stakeholder agar apa yang ingin dicapai di tahun 2019 dapat terwujud tentunya tidak melepaskan peran dari lintassektor dan multiaktor. [Aceh]

Editor: Nina Razad

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.