Beranda Warta Artikel Manfaat Program KOTAKU Tak Hanya Bagi Masyarakat, Tapi Juga Aparat

Manfaat Program KOTAKU Tak Hanya Bagi Masyarakat, Tapi Juga Aparat

Comments (0) View (699)

Oleh:
Drs. Saiful Ifwan, MM
Camat Kota Sigli
Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh

Program pemberdayaan yang hadir sejak tahun 2008, diawali dengan PNPM Mandiri Perkotaan, P2KKP, dan Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) pada 2016 di Kecamatan Kota Sigli, memberikan sebuah pembelajaran sangat berharga. Jika melihat program yang sudah berjalan, terutama KOTAKU, sangat berarti dan sangat baik. Program-program yang hadir sebelum KOTAKU berjalan berkesinambungan satu sama lain. Perencanaan yang dilakukan dimulai dari masyarakat, karena masyarakat lah yang sangat paham akan permasalahan serta kebutuhan mereka di masing-masing gampong. Keterlibatan semua unsur dalam perencanaan yang dilakukan dapat dengan jelas mencerminkan kondisi satu wilayah.

Selaku camat di Kecamatan Kota Sigli, kami memiliki harapan yang besar agar program serupa hadir, tidak hanya di kecamatan Kota Sigli saja tapi juga di 22 kecamatan lainnya se-Kabupaten Pidie, mengingat salah satu yang menjadi target nasional adalah 0% kumuh di tahun 2019, sesuai dengan RPJMN. Kecamatan Kota Sigli sendiri terdiri atas 15 desa, dan 8 di antaranya masuk dalam SK Kumuh Bupati Tahun 2014. Besar harapan desa-desa yang masuk dalam SK tersebut kelak kekumuhannya dapat menjadi 0%.

Program KOTAKU memberikan pembelajaran bukan hanya kepada masyarakat, tapi juga kepada aparatur gampong, terutama untuk kebutuhan dana desa, yang sudah berjalan sejak tahun 2015. Dengan begitu, kami merasa sangat terbantu oleh kehadiran Program KOTAKU. Perencanaan yang dilakukan oleh KOTAKU memberikan masukan berharga kepada aparatur gampong, demi pembangunan yang tidak tumpang tindih. Dengan adanya perencanaan yang dilakukan melalui fasilitasi KOTAKU—dahulu dikenal dengan nama dokumen PJM, kini dokumen RPLP—memudahkan pembangunan yang akan dilakukan oleh gampong dan program-program lain yang masuk, seperti Sanimas dan lainnya, karena dalam dokumen tersebut tertata dengan jelas siapa melakukan apa.

Cerminan sebuah kabupaten/kota tentu diawali dari pembangunan yang dikawal oleh tingkat kecamatan, dan itu juga tidak lepas dari pembangunan tingkat gampong, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga proses akhir dalam monitoring dan evaluasi. Apapun perencanaan pembangunan yang dilakukan, termasuk melalui program yang ada, jika tanpa pendampingan maka semuanya akan sia-sia. Karena, pada prinsipnya, sebagus apapun program yang diberikan, jika tanpa pendampingan maksimal maka akan menjadi program yang menghasilkan sesuatu yang sia-sia.

Selama masyarakat dan juga pelaku baik di tingkat manajeman program ataupun pelaku di tingkatan gampong punya sikap mau tahu, mau belajar, dan mau mematuhi segala aturan yang telah ditetapkan maka semua akan menghasilkan pembangunan yang baik sesuai peruntukannya. Semuanya itu tanpa melepaskan dan meninggalkan masyarakat sebagai pelaku monitoring serta pelaku operasional dan pemeliharaan terhadap hasil pembangunan yang sudah ada. Tentunya juga tidak lepas dari bimbingan dan arahan oleh pelaku di tingkat manajemen (Tim Fasilitator) kepada para pelaku yang ada di tingkatan gampong. Seperti kepada aparatur gampong, lembaga BKM dan lebaga-lembaga lain, yang memang ikut terlibat melalui pelatihan dan penguatan yang diberikan secara intensif dan berkelanjutan.

Harapannya, Program KOTAKU bisa terus bersinergi dengan program lainnya, seperti program dana desa, karena KOTAKU merupakan program yang memiliki platform kolaborasi. [PL-Aceh]

Dokumentasi lainnya:

Editor: Nina Razad

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.