Beranda Warta Artikel Diharapkan KOTAKU Bawa Kabupaten Pidie Jadi Destinasi Wisata

Diharapkan KOTAKU Bawa Kabupaten Pidie Jadi Destinasi Wisata

Comments (0) View (803)

Oleh:
M. Iriawan
Wakil Bupati Pidie
Provinsi Aceh

Kabupaten Pidie adalah salah satu kabupaten di Provinsi Aceh, yang terdiri atas 23 kecamatan, 94 imam mukim dan 731 desa/gampong. Luas wilayah Kabupaten/Kota Pidie adalah 317.706,05 Ha, dengan batas wilayah sebelah utara adalah Selat Malaka, sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Pidie Jaya, sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Aceh Besar/Kabupaten Aceh Jaya, dan sebelah selatan dengan Kabupaten Aceh Tengah/Kabupaten Aceh Barat.

Sebagai Wakil Bupati Pidie periode 2012-2017, kami mempunyai harapan besar kepada program yang sudah ada di Kabupaten Pidie sejak 2008 ini. Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) masuk melalui Kecamatan Kota Sigli mulai dari Kerab, P2KP, PNPM Mandiri Perkotaan, P2KKP, hingga kini KOTAKU.

Program ini diharapkan bisa membuat Kabupaten Pidie, khususnya Kecamatan Kota Sigli, menjadi wilayah lintasan yang memiliki keindahan tersendiri. Keindahan yang bisa dibanggakan bagi satu wilayah. Tentunya dengan keterlibatan semua pihak, mulai dari tingkat gampong, kecamatan, lalu kabupaten. Semua pihak di sana ada keterkaitan dengan sejumlah unsur pihak yang berwenang, seperti SKPK dan geuchik (untuk tingkatan gampong) tentunya dengan program pemberdayaan yang ada di wilayah tersebut. Ini karena Kecamatan Kota Sigli berada di tengah Kabupaten Pidie, yang juga merupakan wilayah lintasan. Hal ini juga bisa menjadi wilayah yang tinggi terkait perputaran ekonominya.

Hal tersebut dapat terwujud jika semua diawali dengan perencanaan yang matang. Perencanaan yang dimulai dari tingkat gampong. Apalagi mengingat gampong sudah harus mengelola keuangan untuk kemajuan gampongnya sejak tahun 2015. Ada dana desa, yang harapannya bisa memberikan sesuatu yang benar-benar berarti dalam hal pembangunan. Tentunya bukan pembangunan yang terkesan hanya menghabiskan anggaran tahun berjalan, melainkan pembangunan yang bisa mendukung peningkatan ekonomi masayarakat.

Ditambah lagi di Kecamatan Kota Sigli memiliki satu program, yang saya pikir sangat luar biasa. Program yang memikirkan pengurangan kekumuhan. Dimulai dengan perencanaan, bisa bersinergi dengan gampong, akan menghasilkan pembangunan yang memberikan manfaat besar bagi gampong, hingga nantinya ke arah peningkatan ekonomi rumah tangga. Mengingat wilayah Kecamatan Kota Sigli adalah lintasan maka seharusnya ini menjadi peluang besar bagi masyarakat.

Gampong memiliki kebijakan yang mungkin bisa dijadikan qanun gampong, terutama terkait tata ruang gampong, dan pembangunan, baik pembangunan infrastruktur maupun pembangunan manusia nya. Tidak dimungkiri, masih banyak masyarakat gampong yang belum memahami betul apa sebenarnya permasalahan yang dihadapai, baik pada dirinya dan lingkungannya. Padahal sebenarnya, sebaik-baiknya perencanaan dan pembangunan adalah dilakukan oleh masyarakat itu sendiri.

Berkat pendampingan program pemberdayaan yang ada sejak 2008, saya melihat ada sisi luar biasa di beberapa gampong. Meski belum 100% perubahan terjadi di seluruh wilayah Kecamatan Kota Sigli, karena secara kasat mata kita lihat masih banyak yang sangat membutuhkan perhatian, baik dari pemerintah gampong maupun perintah kabupaten. Ditambah lagi sekarang gampong, saya pikir, akan semakin mudah untuk melakukan penataan lingkungannya, karena ke depannya dana desa anggaran—yang angkanya bisa dikatakan lumayan besar—nantinya dapat digunakan untuk pembangunan yang sangat bermanfaat. Bukan hanya pembangunan infrastruktur sebatas penghabisan anggaran.

Misalnya untuk Kabupaten Pidie, terutama Kecamatan Kota Sigli, belum ada perlakuan khusus terhadap persampahan yang ada. Belum adanya arahan jelas yang dapat membuat sampah menjadi potensi besar bagi gampong, hingga nantinya dapat menjadikan peningkatan ekonomi rumah tangga bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Namun begitu, hal tersebut tidak dapat terjadi begitu saja tanpa adanya kreativitas yang diberikan kepada masyarakat. Harapannya, para pendamping Program KOTAKU yang ada di setiap gampong se-Kecamatan Kota Sigli dapat memberikan kreativitas mereka dalam bentuk teknologi-teknologi yang sebelumnya mungkin belum terpikirkan oleh masyarakat.

Jika sudah ada kerja sama di segala pihak, sangat besar kemungkinan wilayah Kabupaten Pidie, terutama Kecamatan Kota Sigli, dapat menjadi wilayah persinggahan dan tujuan para wisatawan lokal bahkan wisatawan luar. Karena selama ini di Kabupaten Pidie belum ada lokasi yang bisa menarik wisatawan. Sehingga, ke depannya wilayah Pidie bukan hanya menjadi lokasi mudik di hari raya saja, tapi juga wilayah yang ingin dikunjungi oleh para wisatawan lokal maupun luar.

Harapan saya bagi para pendamping KOTAKU, tetaplah terus bekerja sama dengan gampong dan semua pihak. Karena, tanpa bekerja sama, dan sama-sama bekerja, apa yang diinginkan tidak akan dapat terwujud. [PL-Aceh]

Editor: Maya Keumala/Nina Razad

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.