Beranda Warta Berita Kunjungan Delegasi Bangladesh ke Walikota Depok

Kunjungan Delegasi Bangladesh ke Walikota Depok

Comments (0) View (1239)
Setelah selesai acara kunjungan di Perkim, delegasi Bangladesh melanjutkan acara untuk bertemu anggota BKM. Sebelum bertemu BKM, delegasi Bangladesh akan singgah ke Pemerintah Kota Depok untuk bertemu dengan pejabat Pemkot Depok. Rencana tersebut sempat mundur dua jam lebih karena para delegasi harus berurusan dengan penukaran uang, dan akhirnya pertemuan dengan Pemkot Depok dimulai pada pukul 15.30 di Balaikota Pemkot Depok. Walikota Depok H. Badrul Kamal, membuka acara tersebut tanpa sedikitpun berbahasa Inggris. Dengan demikian, nampak para delegasi hanya terbengong mendengar sambutannya. Beruntung, wakil dari Kimpraswil, Ir. Aswin G Sukahar, MBev melanjutkan penjelasannya disertai sedikit translasi dari apa yang disampaikan Walikota. Acara tanyajawab tidak berjalan lancar karena kesulitan bahasa. Delegasi Bangladesh hanya menanyakan status pemerintahan Depok, yaitu tingkat propinsi atau tingkat kota. Translator Aswin menjawab, Depok adalah Pemerintahan Tingkat Kota di bawah Propinsi Jawa Barat. Selanjutnya acara lebih banyak saling diam. Pertemuan di Balaikota Depok berlangsung sangat singkat, tidak lebih dari 15 menit. Mengingat waktu semakin sore, delegasi dibagi dua; tiga orang ke BKM Tugu Mandiri, dan empat orang ke BKM Pancoran Mas. Pusinfo ikut bergabung tim yang berkunjung ke BKM Tugu Mandiri. Delegasi Kunjungi BKM Tugu Mandiri Setelah selesai acara kunjungan di Balaikota Depok, sebagian delegasi Bangladesh melanjutkan acara untuk bertemu anggota BKM. Dari delegasi Bangladesh yang berkunjung ke BKM Tugu Mandiri adalah Mr. Mahmood Hossain Alamgir, Mr. Md Siddiqur Rahman, dan Mr.Md. Ansar Ali. Turut mendampingi delegasi dari pihak KMP adalah Ifan Afani, Masngudi MZ, dan Eva Shanty yang sekaligus sebagai penterjemah. Acara dibuka pukul 17.20 oleh Koordinator BKM Tugu Mandiri Jaenudin. Kemudian berturut-turut dari pihak KMP yang diwakili Ifan Afani memberikan sambutan, dan berikutnya sambutan Lurah Tugu Tubagus Asmawing. Ketiga penjelasan sambutan tersebut disampaikan dalam Bahasa Indonesia. Eva Shanty memahami ketidakmengertian para delegasi dan memberikan penjelasan ulang dalam Bahasa Inggris mewakili ketiga pembicara sebelumnya. Saat tiba bergiliran tiga orang delegasi Bangladesh memperkenalkan diri, mereka minta diterjemahkan kalimat demi kalimat. Dengan cara seperti ini acara berlangsung lebih lancar, dan diskusi dengan BKM lebih komunikatif dibanding acara di Balaikota Depok. Sesaat mendengar adzan magrib, acara dihentikan. BKM Tugu Mandiri nampaknya sudah menyiapkan hidangan snack ala Depok: belimbing, sirup produk KSM, rengginang produk KSM, dan beberapa lagi yang lain. Ansar Ali dari Bangladesh sempat menyatakan rasa herannya saat memakan belimbing yang panjangnya lebih dari 15 cm. “Ini produk KSM (community group) Anda?” tanyanya ke Pusinfo. Pusinfo mengangguk sambil menjawab, “Ya. Bahkan kualitasnya siap diekspor,” jawabnya diplomatis. Delegasi Bangladesh menegaskan jika diekspor pasti akan sangat laku. “BKM akan menyusun rencana matang terhadap berbagai produk KSM yang siap ekspor,” jawab Pusinfo lagi dengan semangat. Setelah magrib para delegasi ingin melihat hasil kerja para BKM Tugu Mandiri. Dua hal yang diperlihatkan di BKM Tugu Mandiri, yaitu hasil kegiatan fisik berupa perbaikan saluran untuk mengatasi banjir lokal yang kerapkali terjadi, dan bertemu dengan salah seorang calon penerima dana rehabilitasi rumah. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 20.00. Para delegasi Bangladesh, KMW III, BKM Tugu Mandiri dan KMP menyepakati untuk mengakhiri acara kunjungan tersebut. Pukul 20.10 tim KMP dan tiga orang delegasi Bangladesh menuju ke Jakarta dengan satu kendaraan –mengantarkan tiga orang delegasi Bangladesh ke tempat mereka menginap– di Hotel Atlit Century Park Senayan. (MZ/ww).

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.