Beranda Warta Cerita Diinspirasi Kemiskinan, LeA Ciptakan Lagu E..E..E..P2KP

Diinspirasi Kemiskinan, LeA Ciptakan Lagu E..E..E..P2KP

Comments (0) View (1718)

S

SUARA bambu itu mendayu, seperti tiupan sepoi angin. Suara perempuan itu, dari awal hingga akhir, tak henti menyenandungkan ‘frase’ yang sama. Ya, potongan melodi yang sama, tapi dengan tingkat variasi yang menakjubkan. Suara irama bambu yang sekonyong-konyong ‘mencelat’ satu oktaf, sebelum sang suara menyentuh nada terakhir yang berputar, membuat lingkaran-lingkaran kecil, tak henti bergelombang di sepanjang 'frase', bahkan sempat ‘banting setir’ ke arah berlawanan.

Irama musik bambu tradisional ‘The Prink Tone Kangen Desa’, yang sanggup menaklukkan dominasi rancah musik pada umumnya, adalah karya Leo Agung Bambang Pangetrapan, 37 tahun, Kepala Desa Jetis Wetan, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten Jawa Tengah, yang bereksperimen dengan potongan bilah bambunya.

Pemuda sederhana yang menyisihkan lawan politisnya dalam pemilihan Pilkades dengan biaya warganya sendiri ini, mampu menjungkir balikkan tangga nada melalui potongan bambu, ‘menghidupkan’ gendang dan celo bambu, mengontrol titi nada dengan ‘menyetem’ sitar, diiringi alunan suling ke dalam sebuah ‘hak cipta mode’ lagu buatan sendiri.

Malam itu, LeA dan kelompok buruh ‘The Prink Tone Kangen Desa’, membawakan aneka musik campur sari yang merupakan terjemahan dari sosialisasi P2KP warga miskin melalui bahasa musikal tradisional. Namun, benarkah LeA menerjemahkannya? Yang pasti, hubungan masyarakat miskin dengan media musikal seperti yang tersirat dalam syair campur sari tersebut, bukanlah sesuatu yang statis. Dengan kata lain, LeA yang juga mantan rocker ini, menafsirkan dan menuangkannya dalam ekspresi musikal milik masyarakatnya sendiri.

Sebenarnya, dalam karya lagu E..E..E..P2KP, LeA ingin mengajak warganya untuk ‘perang’ melawan kemiskinan. Bahkan, LeA menghadirkan suasana pedesaan, ditambah suara kicau burung dan perkutut dalam alunan irama bambun. Menurutnya, ini dimaksudkan untuk menciptakan gairah, motivasi dan semangat warga yang tetap terjaga dalam kebersamaan nan guyub di desanya.

Dan ketika gairah sang seniman alumnus UNS ini mencapai klimaksnya, semakin nyaringlah dirinya memproklamasikan perjuangan dan kebebasannya. Perjuangan itu terlepas dari kekayaan semu duniawi semata, seperti yang tersirat dari makna kata-kata syair lagunya, yang membedah, mencari solusi kemenangan, membuang bangkai kemiskinan.

Aneka rangkaian campursari, dangdut bahkan irama bossas yang dimainkannya, menggaung diselimuti dinginnya malam. Mengilhaminya untuk mendulang karya yang lebih ber’makna’. Dan, inilah syair lagu P2KP yang tercipta:

E..E..Pe..Dua..Ka..Pe..
E..E..Pe..Dua..Ka..Pe..
E..E..Pe..Dua..Ka..Pe..
E..E..iku Programe......

Iku Program Kang Biso Nanggulangi
Kemiskinan Warga Ing Perkotaan
Mbudi Doyo Ambangun Masyarakat
Kang Mandiri Berdaya Lan Madani

Ayo-ayo Prakanca Ningkatake
Cipto Roso Karso Lan Kaguyuban
Mbangun Wargo Supoyo Duwe Doyo
Ekonomi Sosial Pembangunan

Reff: 
Duh Gusti Kepareng Pring Doyo
Dateng Wargo Kang Nembe Kekirangan
Supados Sagetho Mbudi Doyo
Amrih Cekap Sandang Pangan Lan Papan
 
Gyaaa Gumregah Rakyate Podho Sayuk
Sopo Wae Nindakake Bebarengan
Gerakan Ambangun Swa-Sembodo
Lan Memangun Dedhasar Kautaman

Begitulah, lagu dan irama P2KP yang diciptakan LeA dalam semangat dan penjiwaan ‘ruh P2KP’. Lagu ini merupakan inspirasi penghayatannya sebagai bagian dari tugasnya sebagai seorang pemberdaya sejati, meski dalam ekspresi seninya yang tersendiri.

(Tim Fasilitator Pedan, Klaten, JawaTengah, KMW 14 P2KP 2/2; Yanti)

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.