Beranda Warta Cerita Mati Lampu Gara-gara ‘Danyang’ Desa Alergi Warna Hijau

Mati Lampu Gara-gara ‘Danyang’ Desa Alergi Warna Hijau

Comments (0) View (2023)

A

ADA yang unik dan misterius di balik pelaksanaan sosialisasi desa di Satuan Wilayah Kerja (SWK) KMW 15 P2KP (2/2). Keunikan itu, terjadi di Desa Ngujang, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, sebuah wilayah yang difasilitasi oleh Tim Faskel berkomandan seorang perempuan, Rinda Wahyu Wilujeng.

Boleh percaya boleh tidak, sempat muncul kejadian misteri baju hijau, bak di kisah-kisah misteri TV itu. Kejadian ini muncul pada saat Tim Faskel akan melakukan sosialisasi. Menjelang acara dimulai, tiba-tiba lampu padam. Kontan, Kamituwo desa yang berbasis ‘merah/nasionalis’ itu, lantas bertanya kepada Tim Faskel yang malam itu bertugas melakukan sosialisasi.

Rupanya sang Kamituwo telah paham bahwa ada di antara peserta atau undangan yang hadir, mengenakan baju warna hijau. Kamituwo pun, bisa memahai kejadian yang memang agak aneh ini.

Namun, bagi Tim Faskel, kejadian ini sempat membingungkan. “Sulit dipercaya, tapi ini benar-benar terjadi. Peristiwa mati lampu ini gara-gara orang berbaju hijau, pernah terjadi pada tahun 1993, pada saat acara malam hari, juga di balai desa ini. Bahkan saat itu, karena orang yang memakai baju hijau tersebut tetap di tempat, sekalipun sudah diatasi dengan menggunakan mesin diesel, malah membuat dieselnya yang meledak,” tutur Ru’yat, salah satu anggota Tim Faskel.

Pengalaman tahun 1993 itu, akhirnya mengingatkan Kamituwo dengan segera meminta orang yang memakai baju warna hijau tersebut, segera pulang serta berganti pakaian dengan warna lain, selain hijau. Dan betul saja, setelah orang itu pulang dan berganti baju dengan warna yang lain, bukan hijau, lampu di balai desa, dengan sulit dinalar, kembali menyala.

Dan yang aneh lagi, kejadian mati lampu itu hanya terjadi pada satu lin saja yang meliputi 7 rumah di sekitar balai desa. Bahkan Faskel Ru’yat, juga sempat mengeceknya ke PLN dan diperoleh informasi yang mencengangkan. Bahwa sebenarnya, PLN juga tidak sedang melakukan pemadaman lampu atau terjadi gangguan.

“Akhirnya, saya benar-benar harus percaya, bahwa misteri mati lampu itu, diakibatkan oleh alergi warna hijau, tak bisa dipungkiri lagi. Dan yang alergi terhadap warna hijau itu, menurut Kamituwo, adalah danyang yang ‘baurekso’ (mengawali dan mendiami--red) balai desa ini,” papar Ru’yat sembari merinding.

Sepekan sebelumnya, Tim ini juga pernah terkendala mati lampu saat melakukan sosialisasi di Desa Ringin Pitu, tak jauh dari Desa Ngujang. Namun, kejadian mati lampu di Desa Ringin Pitu tersebut, bukan karena kisah mistis sebagaimana terjadi di Desa Ngujang, tapi lebih disebabkan adanya pemadaman lampu dari PLN, seiring dengan seringnya turun hujan di wilayah ini.

(Dari pengalaman lapang Fasilitator Kelurahan Desa Ngujang, Kecamatan Kedungwaru, diceritakan kembali oleh Cak Zaki, TA Sosialisasi KMW 15 P2KP 2/2; Editing: Yanti)

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.