Beranda Warta Cerita Relawan Pemadam Kebakaran dari Kaki Gunung Merapi

Relawan Pemadam Kebakaran dari Kaki Gunung Merapi

Comments (0) View (1227)

S

SEBUAH kisah menarik yang saya ceritakan berikut ini, adalah kejadian nyata yang saya alami ketika saya dan teman-teman di KMW 13 P2KP 2/2, sedang melakukan perjalanan dinas. Dari kejadian itu, ternyata banyak sekali memberi makna baru, yang kemudian saya berpikir kembali mengenai hakekat kerelawanan/keikhlasan manusia seutuhnya. Sungguh, saat itu saya disuguhkan pada praktek kerelawanan/keikhlasan masyarakat, dalam bentuk yang nyata.

Pada suatu hari, dalam perjalanan menuju Kota Boyolali, tepatnya di sebuah desa di antara Gunung Merapi dan Merbabu, kendaraan kami mengalami ‘kebakaran’ akibat gesekan dinamo dengan selang bensin (sumber: montir), yang menimbulkan percikan api, hingga kemudian, menjalar dan membakar bagian-bagian tertentu dari kamar mesin di mobil kami.

Kami yang berada di dalam mobil, hanya melihat asap yang mengepul dari bagian kap mesin dan tidak menyangka sama sekali, apabila api telah besar dan mulai membakar bagian-bagian yang mudah terbakar. Sontak, kami segera mematikan AC dan bermaksud berhenti untuk segera mengeceknya.

Kumpulan warga desa yang berada di sekitar tempat pemberhentian mobil kami, langsung berteriak, “Kebakaran, Pak....banyu....banyu.....(kebakaran, Pak, air, air--red).” Segera, kami pun keluar mobil dan bermaksud menjauh karena ternyata, api membumbung cukup besar. Terus terang, saya sendiri menyangka api akan segera melalap tangki bensin dengan ancaman mobil meledak dan terbakar total.

Sementara kami panik dan takut mendekati mobil, kerumunan warga tadi, malah dengan spontan, menyirami bagian mobil yang terbakar itu dengan air, terus menerus secara bergantian. Dengan perasaan cemas, kami memberitahu warga agar berhati-hati karena mobil kemungkinan bisa meledak.

Namun yang terjadi, tanpa ada rasa takut sedikitpun, warga sekitar (yang turut membantu memadamkan api), semakin bertambah jumlahnya dengan keberadaan yang semakin dekat dengan mobil, sembari terus mengguyurkan air. Walau asap masih tebal dan api masih ada, tetapi warga tetap berusaha mendekat, bahkan mencoba membuka kap mobil agar dapat mematikan api lebih leluasa. Perjuangan warga akhirnya berhasil, api telah dapat dipadamkan.

Ternyata Tempat Kejadian Perkara (TKP) tersebut bukanlah termasuk wilayah kerja kami, bahkan tidak terkena program P2KP. Dan yang membuat saya semakin tertarik adalah semangat warga dalam berbuat demikian karena mereka merasa turut bertanggungjawab atas keselamatan orang lain yang ada di sekitarnya. Warga menolong bukan karena iming-iming uang, namun lebih karena kebiasaan mereka menolong, dengan cara bergotong-royong memadamkan api, tanpa perlu diorganisir terlebih dahulu. Ini menjadi gambaran, bagaimana mereka hidup berkelompok dan berinteraksi dengan sesamanya dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Jadi, apabila P2KP harus memperkenalkan nilai-nilai luhur kemasyarakatan itu kepada warga, melihat salah satu contoh kejadian tersebut, saya jadi berfikir tentang sikap bijak dalam menjelaskannya, apalagi, untuk kategori masyarakat yang awam dengan bahasa pemberdayaan. Karena, pada kenyataannya, warga justru telah lebih dulu menerapkan kebaikan nilai-nilai luhur itu dalam kehidupan sehari-hari mereka.

(Penulis: Yogi Hadian Nugraha, TA Monev KMW 13 P2KP 2/2; Yanti)

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.