Beranda Warta Cerita Sosialisasi, Desi Ratnasari Hadir?

Sosialisasi, Desi Ratnasari Hadir?

Comments (0) View (2184)

J

JARUM JAM sudah menunjukkan angka sembilan, saatnya dimulai acara sosialisasi awal P2KP. Namun, detak jantung sang Faskel semakin kencang manakala mengetahui peserta yang hadir baru sedikit. ”Undangan sudah dipastikan tersebar Pak untuk rapat ini?” tanya Fasilitator kepada Lurah. ”Sudah Neng, sudah 60 undangan disebar, tapi nanti belum tentu datang semua, biasanya begitu,” jawab Lurah turut khawatir.

Mungkin sudah menjadi kebiasaan, jam/waktu bagian Sukabumi dan waktu bagian Indonesia, pada umumnya suka ‘ngaret’ alias ‘molor’. Molor 10 menit sampai 1 jam, itu kondisi yang sudah biasa. Maka, tinggallah Fasilitator yang garuk-garuk kepala meski tidak gatal. Dalam sosialisasi awal ini, direncanakan Tim KMW juga akan hadir, sehingga, alangkah malunya Fasilitator kalau peserta yang datang hanya sedikit.

Jam serasa semakin cepat berputar, namun yang datang baru 5 orang peserta. ”Kumaha Pak Lurah, belum ada yang datang?” tanya Fasilitator menggunakan bahasa Sunda yang masih berlepotan. ”Tenang atuh Neng, sebentar lagi juga datang,” kata Pak Lurah dengan santai.

Tak berapa lama, terdengar langkah beberapa orang menghampiri. Faskel yang berharap Tim dari KMW terlambat datang, semakin berdebar manakala yang hadir justru bukan warga namun Tim KMW. ”Assalamuailaikum,” terdengar suara dari pintu masuk. Benar saja, 3 orang Tim dari KMW telah datang.

Sambil melirik jumlah peserta yang hadir yang baru 5 gelintir itu, Faskel bertambah panik. Jantung semakin kencang berbunyi: deg, deg, deg, tak karuan. ”Wa’alaikum salam, Pak,” jawab Fasilitator sambil gemeteran akibat takut disalahkan KMW. ”Sudah mulai?” tanya salah seorang TA. ”Eee, ini Pak,” putar otak Faskel mencari jawaban sembari semakin gemetaran.

Belum lagi Faskel memastikan jawabannya, datang rombongan warga dari pintu tamu. Setelah dilihat, ternyata rombongan terdiri dari banyak orang-orang terkenal yang kerap dilihat dan dikenalnya di layar televisi. ”Ini ada rapat P2KP, ya?” tanya seorang wanita cantik yang kebetulan fotonya senantiasa dipajang sang Faskel di kos-kosannya, Desi Ratnasari.

Tim KMW dibuat terbengong-bengong menatap tidak percaya kejadian ini. ”Iiii, iya,” jawab Fasilitator dan Tim KMW gelagapan. Tiba-tiba saja, Desi Ratnasari yang memang orang Sukabumi itu, memasukan dua jarinya ke mulut. ”Wiiu....wit,” suara siul tanda panggilan, keluar dari mulut seorang wanita cantik sekaliber Desi Ratnasari. Semua yang menatap semakin terbengong.

Seketika, muncul banyak orang terkenal yang kerap dilihat publik di acara infotainment TV. Ada Peggy Melati Sukmua, AA Gatot Brajamukti, Reza, Dewi Yull, dan masih banyak lagi di belakangnya yang belum turun dari mobil. Fasilitator semakin gemetar dibuatnya.

Sementara itu, di luar kelurahan, ternyata banyak warga yang sudah berkumpul. Apalagi, demi melihat beberapa artis terkenal ada di kelurahan, warga mulai berdesakan untuk masuk ruangan. Sampai-sampai, balai kelurahan tidak muat dibuatnya. Bisa ditebak, acara sosialisasi berubah menjadi acara minta tanda tangan dan foto bersama para artis, tak terkecuali Pak Lurah dan Tim dari KMW.

”Ayo, ayo, kumpul sekarang, kita mulai acara sosialisasi P2KP-nya,” teriak Fasilitator. Namun teriakan itu seakan tidak pernah didengar warga. Warga yang sudah berkumpul banyak itu, malah menuju ke arah para artis untuk minta tanda tangan dan bersalaman. Berulang kali, Fasilitator menghimbau warga, namun, warga tetap cuek dan tidak menggubris ajakan sosialisasi Faskel.

Sekonyong-konyong, terdengar suara mengagetkan. ”Neng, Neng, bangun Neng,” kata Pak Lurah. Ternyata, Fasilitator tertidur di kantor kelurahan, sembari menunggu jadwal sosialisasi ditetapkan. Ooo, hanya mimpi tho?

(Dari pengalaman lapang Neng Geulis, Fasilitator Kelurahan KMW 11 P2KP 2/2; Yanti)

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.