Beranda Warta Cerita Orang Gila Juga Manusia, Punya Rasa, Punya Hati

Orang Gila Juga Manusia, Punya Rasa, Punya Hati

Comments (0) View (2946)

S

SAMPAILAH Desa Purworejo pada siklus pelatihan dasar relawan. Pelatihan yang dilaksanakan di balai desa setempat selama 4 hari itu, diikuti oleh 46 orang relawan, terdiri dari 39 orang laki-laki dan 6 orang yang perempuan berasal dari berbagai pedukuhan, RT dan RW di Desa Purworejo, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung.

Acara dibuka oleh Kepala Desa Purworejo, Toha, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada para relawan yang telah ikhlas mengikuti pelatihan ini. Selanjutnya, disusul dengan acara inti penyampaian materi pelatihan oleh Tim Fasilitator Ngunut. Setelah materi demi materi telah disampaikan, tibalah pada materi tentang P2KP dan Kemiskinan. Untuk membantu pemahaman peserta, Fasilitator menggunakan alat bantu player VCD untuk memutar film ‘Mencari Orang Baik’.

Di tengah keseriusan peserta melihat tayangan VCD, acara dikagetkan oleh kedatangan seorang perempuan, yang dengan tiba-tiba muncul dan langsung duduk di tengah-tengah peserta. Wanita ini dengan seriusnya, langsung melihat tayangan VCD. Kontan, konsentrasipun pecah dan kegaduhan terjadi. Namun ajaib, perempuan tersebut tetap saja tenang dan acuh, seakan tidak memperdulikan orang lain. Dengan serius, sang perempuan memperhatikan perjalanan pemutaran VCD.

Yang juga membuat peserta merasa aneh, perempuan tersebut hanya berpakaian kaos dengan setelan hanya celana dalam, compang-camping serta bau. Namun, dandanan nyentrik itu, tak juga membuat dia jengah tampil di hadapan banyak orang. Segera saja, peserta yang ada di ruangan paham, wanita tersebut adalah orang gila.

Melihat kondisi ini, salah satu perangkat desa, Hadi, mencoba mengambil tindakan dengan mengusir orang gila tersebut. Upaya Hadi tidak berhasil, datang lagi perangkat desa, Saifudin, datang membantu. Namun, upaya mengusir orang gila tersebut tetap tidak berhasil, meski sudah berbagai cara, mulai dari menyuruh secara halus sampai membentak, dilakukan. Wanita tersebut sama sekali tidak bergeming.

Seakan kehabisan cara, beberapa orang mencoba menakutinya dengan membawa kayu dan sapu, namun, juga tidak digubris. Ditakuti dengan api, bahkan sampai disiram air, tidak jua mempan untuk mengusir sang wanita gila tersebut. Tiba-tiba, wanita tersebut menangis seperti anak kecil dan bergulingan di lantai sambil berteriak keras. “Emoh Pak....! (tidak Pak-bahasa Jawa--red),” teriaknya yang bermaksud tidak mau pergi dari tempat itu.

Di tengah upaya dan berbagai macam cara untuk menghalau orang gila ini, hal mengejutkan kembali terjadi. Wanita tersebut melakukan perlawanan, terutama pada saat akan disiram dan ditakuti dengan sapu. Semula, wanita ini memang hanya diam, menangis, dan berteriak. Namun tiba-tiba menjadi anarkis, mengamuk dan melempari peserta serta para perangkat. Suasana menjadi semakin gaduh, tidak karuan. Peserta dan warga yang berada di sekitar balai desa, sontak berhamburan keluar, tak terkecuali para pemakai jalan yang tertarik dan berhenti untuk melihat apa yang terjadi.

Pada saat itulah, datang Fasilitator yang baru saja mendampingi RKM di desa lain. Melihat keadaan ini, ia segera mengambil tindakan cepat dengan menyuruh perangkat dan peserta agar tidak melakukan perbuatan apapun dan membiarkan sang wanita gila tersebut. Seketika, orang gila inipun menjadi tenang dan diam. Suasana menjadi hening, apalagi saat itu, jarum jam telah menunjukkan pukul 23.15 WIB. 

Setelah kondisi tenang, materi segera dilanjutkan dengan memulai menayangkan VCD dari awal. Menit demi menit dilalui, peserta terlihat serius dan menikmati seluruh tayangan VCD ‘Mencari Orang Baik’. Ucapan Bu Sri, Pak Imam dan warga dalam VCD tersebut, menambah suasana haru. Dan yang ajaib, orang gila inipun seakan mengerti makna tayangan tersebut dengan melihatnya dari belakang peserta pelatihan sambil duduk melingkar.

Pada saat pencerahan oleh Fasilitator, kejadian orang gila inipun, menjadi inspirasi untuk mengulas tentang arti memanusiakan manusia, tak terkecuali kepada orang yang dianggap tidak waras (gila). Perlakuan kasar yang tidak berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan, hanya akan mengakibatkan kerusuhan dan kehancuran. Kasus mengamuknya orang gila di atas, adalah contoh akibat tidak diperlakukannya seorang (meski gila) pada aspek kemanusiaannya. Orang gila tersebut memang melakukan perbuatan di luar kesadarannya, namun begitu, dia masih membutuhkan tindakan kepeduliaan yang baik, karena bagaimanapun, dia adalah manusia.

Tanpa terasa, waktu sudah menunjukkan pukul 24.15 WIB. Di akhir acara, pemandu mengatakan, inilah kekhasan dari P2KP yang saking uniknya, orang gilapun tertarik dengan program ini. Sontak terdengar riuh tawa peserta, apalagi disambung dengan celetukan, “Berarti, kita ini setara dengan orang gila,” ungkap forum sembari tertawa panjang.

Anehnya, selesai materi dan ditutup dengan do’a, orang gila inipun, dengan tanpa merasa berdosa, juga meninggalkan ruang pelatihan sembari ‘ngedumel’ (berbicara dengan dirinya sendiri--red). “Wong arep melok kok gak oleh (orang mau ikut pelatihan kok tidak boleh),” seloroh wanita tersebut. Jadi, orang gila juga manusia, punya rasa, punya hati...

(Dari pengalaman lapang Nurul, Lulut H, Azis, Siti M, Tim Ngunut 2, Korkot Tulungagung KMW 15 P2KP 2/2; Yanti)

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.