Beranda Warta Cerita Dikira Sales Kompor

Dikira Sales Kompor

Comments (0) View (977)

S

SAAT itu, saya bermaksud akan mengisi sosialisasi di 3 tempat pada RT yang berbeda dalam satu desa yakni Desa Ngringo, Perumahan Ngringo Indah. Kebetulan, memang akan dilaksanakan sosialisasi oleh Ketua RT setempat setelah dilakukan pembekalan dari Tim Faskel. Karena harus berbagi tempat dengan RT lain, saya hanya bisa menitipkan data administratif (absen dan leaflet) kepada Ketua RT 4 di sore harinya.

Pada saat menitipkan data, kebetulan yang menerimanya adalah Bu RT karena Pak RT sedang tidak berada di tempat. ”Dititipkan saja ke Sekretaris RT sebab Bapak belum pulang, nanti takut hilang,” ujar Bu RT. Dengan segera, sayapun meluncur dengan Honda Grand 92 yang berknalpot bocor sehingga suaranya mirip ’Harley Davidson’, menuju rumah ke Sekretaris RT. Dengan wajah kusut kecapaian akibat seharian berkoordinasi, sambil membawa tas P2KP di belakang punggung, bertemulah saya dengan Sekretaris RT.

Salam akrab terlontar dari mulut saya begitu bertemu dengan Sekretaris RT. “Sore Pak, bisa bertemu Pak Sekretaris RT 4,” sapa saya yang segera dijawab dengan yang bersangkutan, “Saya sendiri.” Selanjutnya, tanpa menunggu ditanya lebih lanjut, Sekretaris RT terus berbicara. “Mas, saya masih sibuk, belum ada yang laku, kompornya masih ada di Pak RT, ditumpuk di sana, nanti malam baru saya tawarkan ke warga saat rapat RT,” ujarnya.

Mendengar penjelasan yang tidak ’nyambung’ dari Sekretaris RT tersebut, saya terdiam dan heran. Baru setelah beberapa saat, saya memberitahu nama dan jati diri saya, asal serta tujuan kedatangan saya. Seketika, Sekretris RT pun meminta maaf akibat telah salah mengira saya sebagai sales yang menawarkan kompor.

Sebagai pendatang baru di kampung ini, sayapun memakluminya. Selain karena belum begitu mengenal, menurut beberapa warga sekitar, di wilayah itu memang banyak sales yang datang menawarkan berbagai barang serta tanpa seragam, persis seperti Faskel yang tanpa seragam dan tanpa atribut identitas.

Namun, saya sempat berfikir, inilah salah satu resiko bekerja di lapangan yang kerap membawa berbagai macam amanah dan julukan di masyarakat, salah satunya adalah sales kompor. Namun demikian, ada yang patut diacungi jempol dari sosok seorang sales yaitu daya juangnya yang tinggi. Dalam hal ini, mudah-mudahan Faskel bisa mengikutinya untuk mempromosikan nilai-nilai kebaikan.

(Penulis: Tim Faskel 6, Sroyo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, KMW 14 P2KP 2/2; Yanti)

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.