Beranda Warta Cerita Duka Lapang: Dari Truk Loging Hingga Sasaran Kekecewaan

Duka Lapang: Dari Truk Loging Hingga Sasaran Kekecewaan

Comments (0) View (149543)

D

DI TENGAH perjuangan kami sebagai Fasilitator dalam menjalankan tugas menyampaikan pesan dan nilai-nilai moral kepada masyarakat, banyak suka duka yang telah kami alami, seperti kendala alam dan geografis dampingan yang menurut kami, sangat mempengaruhi. Pada dasarnya, kami tidak ingin membesar-besarkan hal ini, namun rasanya, perlu juga disampaikan agar bias dipetik pelajaran dari pengalaman kami.

Wilayah dampingan kami meliputi empat desa di dua wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Sekadau Hilir dan Kecamatan Sekadau Hulu, tepatnya bernama Kayu Lapis (areal perkayuan gelondongan). Wilayah ini dilintasi sebuah jalur jalan loging. Kendaraan yang melewati daerah ini adalah truk yang dengan kecepatan tinggi memuat kayu gelondongan dengan panjang 12 hingga 20 meter.

Uniknya, kendaraan jenis ini, dalam melewati jalur tersebut, tidak seperti di alur di jalanan umum biasanya yang memakai jalur kiri. Truk Loging, dalam perlintasannya, berjalan dengan aturannya sendiri, sebagaimana yang disepakati di wilayah tersebut. Hal ini, jika kita tidak paham dan tidak mengikuti aturan yang telah disepakati, bias jadi nyawalah taruhannya. Aturan dan kebiasaan seperti itu, ternyata bukan main-main dalam pemberlakuannya. Sebagai contoh, sudah banyak korban berjatuhan, terakhir, ada dua anggota TNI yang menjadi korban sia-sia.

Wilayah ini sendiri merupakan daerah binaan Fasilitator dari Kecamatan Sekadau Hilir dan Sekadau Hulu, tetapi hal tersebut merupakan bagian dari masalah yang harus dihadapi. Apabila merujuk pernyataan Pimpro saat pelatihan pembentukan BKM di Bapelkes Pontianak, disebutkan, Faskel jangan sampai membahayakan jiwanya, maka, bisa digeneralisir bahwa empat desa tersebut tidak bakal bisa dilaksanakan kegiatan P2KP.

Namun, Faskel tetap berusaha menjalankan tugasnya secara profesional, sehingga pada saat tulisan ini dibuat, pada empat desa tersebut, telah terbentuk BKM, dengan dua desa telah dilaksanakan pelatihan dasar BKM. Sebagai informasi tambahan, sebanyak empat belas desa di Kecamatan Sekadau Hilir, telah terbentuk BKM serta telah dilaksanakan Pelatihan Dasar BKM.

Intinya, dalam kondisi bagaimanapun, rekan-rekan Fasilitator tetap berusaha menjalankan tugasnya secara profesional. Bahkan untuk ke depan, di beberapa desa yang telah dilaksanakan pelatihan, juga akan segera difasilitasi untuk penyusunan PJM Pronangkis setelah tentunya dibentuk Tim PP yang terdiri dari seluruh anggota BKM ditambah Tim PS serta Relawan atau masyarakat peduli.

Hanya, ada informasi terbaru yang saat ini kami terima tentang persoalan pencairan BLM. Pertama, rekening bank yang disyaratkan berbentuk giro dengan alasan, setiap bulan dapat dilihat rekening korannya, yang kemudian, harus dibuka dengan jumlah uang mengendap sebesar 1 juta, serta merupakan tanggung jawab dari anggota BKM tersebut.

Mengingat jumlah anggota BKM yakni 9 hingga 13 orang, maka, ada solusi, tiap anggota BKM melakukan swadaya urunan sekitar 100 ribu, yang ini merupakan angka yang lumayan besar bagi mereka, terutama untuk yang berasal dari keluarga miskin.

Hal kedua adalah, sampai saat ini, ada khabar bahwa SE-DJA yang menyatakan tata laksana pencairan dana BLM P2KP yang katanya harus sudah dicairkan pada bulan Juli, sampai saat ini belum berada di KPKN alias belum terbit. Apabila ini terjadi, maka, bisa jadi celakalah bagi para Fasilitator yang berada di lapangan, terutama, bagaimana Fasilitator menjelaskan masalah ini kepada warga.

Hingga yang terpikir dalam benak kami, apakah belum cukup akan bahaya menghadapi truk loging dalam perjuangan interaksi kami di lapangan, yang kemudian, akan ditambah dengan masalah pembuatan rekening giro dan dana BLM yang belum siap? Bila seperti ini, bukan tidak mungkin, Fasilitator yang selama ini disebut sebagai ujung tombak program, akan berubah menjadi sasaran tombak kekecewaan warga yang telah menanti dan sekian lama berproses?

(Penulis: Tim 5 KMW 2 P2KP 2/1, Kalimantan Barat; Yanti)

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.