Beranda Warta Berita Membangun Kemitraan Strategis dalam Upaya Penanggulangan Kemiskinan Melalui Program PAKET

Membangun Kemitraan Strategis dalam Upaya Penanggulangan Kemiskinan Melalui Program PAKET

Comments (0) View (1990)
DALAM rangka menunjang terwujudnya kemitraan yang sinergis antara masyarakat, pemerintah daerah, dan kelompok pemerhati kepedulian, maka pemerintah berupaya melalui P2KP II mengakomodasi Program Penanggulangan Kemiskinan Terpadu (PAKET) atau Poverty Alleviation Partnership Grant (PAPG) yang dalam pelaksanannya berbobot muatan pada penggalian dan pelembangaan nilai–nilai kemanusiaan yang universal yang diwujudkan secara nyata dalam penerapan prinsip dan nilai P2KP, serta untuk mendorong dan memperkokoh pendekatan Tridaya yakni; suatu model pemberdayaan warga miskin seutuhnya agar mampu membangkitkan daya sosial kemasyarakatan, daya ekonomi dan daya pembangunan prasarana perumahan serta permukiman. Adapun lokasi sasaran penerima bantuan PAKET difokuskan kepada Kota/Kabupaten yang menjadi lokasi pelaksanaan P2KP. Mengingat keterbatasan dana yang ada, hanya 30 Kota/Kabupaten yang ditetapkan sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut, yang dipilih melalui proses sesuai tahapan pelaksanaan PAKET yakni: 4 Lokasi untuk pilot project dilokasi P2KP I dan 26 lokasi untuk impelementasi kegiatan dilokasi P2KP II. Kegiatan PAKET dilokasi P2KP II akan dilakukan dalam dua tahap yakni; Tahap 1 di 13 Kota/Kabupaten dan Tahap 2 untuk 13 Kota/Kabupaten sisanya. Sesuai hasil seleksi yang kompetitif untuk program Pilot PAKET, maka telah terpilih 4 lokasi sasaran wilayah yaitu; Kabupaten Pemalang, Kota Cirebon, Kabupaten Sleman, dan Kota Malang. Pada 3 Kota/Kabupaten selain kota Malang telah digelar Lokakarya I di dalam rangka mensosialisasikan program ini, bahkan sudah ada yang melaksanakan Lokakarya II. Program PAKET dalam visi P2KP merupakan suatu media pembelajaran antara pemda, masyarakat dan kelompok peduli dalam rangka membangun kemitraan yang strategis bagi penanggulangan kemiskinan di wilayahnya. Pernyataan itu merupakan awal dari pengarahan Pimpro P2KP, Ir. Arianto Dipl SE, MT ketika menjadi nara sumber pada acara lokakarya ini. Pimpro P2KP yang diberi kesempatan sebagai narasumber ke dua setelah Direktur Wilayah Tengah Bintek dari Departemen KIMPRASWIL, Ir. Endang Widayati, MA. menyampaikan materi KONSEP TRIDAYA DALAM PAKET. Sebelum menerangkan secara teknis mekanisme pencairan dana penanggulangan kemiskinan melalui program PAKET, Pimpro P2KP memberikan pengarahan mengenai Gambaran Umum dan Paradigma PAKET dalam P2KP. Arianto menegaskan bahwa : Program PAKET bukan hanya sebagai reward bagi semua pelaku P2KP di wilayah pemkot Malang atas keseriusannya dalam melakukan penanggulangan kemiskinan, namun juga sebagai program pemberdayaan yang berorientasi pada Proses Pembelajaran bersama antara masyarakat, Pemda dan kelompok peduli untuk membangun kemitraan yang sinergis dalam melaksanakan dan mengelola kegiatan-kegiatan penanggulangan kemiskinan. Dalam melaksanakan kegiatannya itulah perlu pendampingan dari pihak Konsultan dengan harapan agar selanjutnya upaya-upaya penanggulangan kemiskinan dapat dilakukan oleh mereka secara mandiri dan berkelanjutan setelah program ini selesai. Menanggapi pernyataan Pimpro P2KP bahwa Lokakarya I Program PAKET di Malang cukup terlambat dibanding 3 daerah penerima program PAKET lainnya, mewakili Pihak PEMKOT Malang Bapak Ir. Hadi Lestariono, Msi. selaku BAPEKO yang baru menjabat menyadari bahwa menurut peraturan yang ada program PAKET baru bisa dilaksanakan jika ada dana pendampingan dari Pemda, sedangkan dana itu sudah dianggarkan dalam Program Anggaran Kerja Pemkot Malang, namun belum disahkan DPRD. Sehingga untuk melaksanakan LOKAKARYA I Program PAKET ini masih menunggu pengesahan PAK dari DPRD Setempat. Jadi keterlambatan lebih dari sisi administratif saja namun dari segi kualitatif program PAKET sudah mulai disosialisasikan sejak beberapa bulan sebelumnya bahkan sejak ditetapkannya Malang sebagai salah satu penerima program PAKET. Melanjutkan penjelasannya ketika ditemui jurnalis website P2KP di ruang kerjanya, Hadi Lestariono mengemukakan bahwa Kota Malang berkewajiban untuk melaksanakan Lokakarya Paket P2KP, sehingga BAPPEDA telah mengirimkan surat kepada Bapak Walikota Malang tanggal 20 Mei 2003 Nomor : 400/361/420.402/2003 perihal : jadwal pelaksanaan Lokakarya PAKET P2KP, dimana usulan pelaksanaan direncanakan pada tanggal 28 Mei 2003, tetapi hal ini tidak dapat dilaksanakan karena ada kendala dalam hal biaya (Biaya harus ditanggung oleh Pemerintah Kota Malang). Biaya tersebut telah tertuang dalam PAK Pemkot Malang yang baru disahkan DPRD setempat sehingga Lokakarya I Paket P2KP baru bisa direalisasikan hari ini. Namun demikian menurut beliau secara keseluruhan, semua BKM dan semua pelaku, baik masyarakat, pemda dan kelompok peduli yang ada di wilayah Pemkot Malang telah siap untuk melaksanakan program PAKET. Ketika diberi kesempatan untuk menyajikan materi tentang Posisi Bappeda Pemerintah Kota Malang dalam PAKET di sesi I acara Diskusi dan Seminar pada jam 09.45 : Ir. Hadi Lestariono, M. Si menjelaskan bahwa: PAKET sebagai sebuah program yang bertujuan untuk menciptakan sinergi dalam pelaksanaan pembangunan di daerah, menuntut adanya peran pemerintah daerah yang cukup signifikan dalam implementasinya. Sebab, tanpa adanya keterlibatan pemerintah daerah, maka sinergi antara pemerintah, masyarakat dan kelompok peduli akan sulit terbangun. Masih menurut pejabat baru sebagai BAPEKO yang sebelumnya berdinas di Bina Marga ini ; Pemerintah Kota Malang berperan menjamin kelancaran pelaksanaan PAKET P2KP di wilayah kerjanya. Penanggungjawab pelaksanaan PAKET P2KP di tingkat Kota adalah BAPPEDA Kota Malang, yang untuk kelancaran tugasnya akan membentuk tim koordinasi antar instansi dinas/instansi terkait di Kota Malang. Beliau menegaskan bahwa BAPPEDA Kota Malang berperan sebagai Pusat Kendali Kegiatan Administrasi di lingkungan pemerintah kota dalam keseluruhan pelaksanaan kemitraan program PAKET P2KP. Dia akhir sesi beliau menjelaskan Tugas Pokok Pemerintah dalam PAKET P2KP: • Membentuk tim koordinasi kota di Bappeda Kota Malang dan mengangkat PJOK ditingkat Kota untuk teknis pelaksanaan kegiatan PAKET. • Membangun kerja sama antar para pelaksana PAKET P2KP, baik pelaksana dari instansi pemerintah, konsultan, masyarakat (BKM) maupun kelompok peduli. • Mengalokasikan BOP secara tepat waktu dan tepat kebutuhan agar pelaksanaan PAKET P2KP secara keseluruhan dapat berjalan dengan baik. • Pemasyarakatan program PAKET P2KP kepada instansi pemerintah di tingkat kota, termasuk kecamatan dan kelurahan. • Bersama dengan konsultan (TA PAKET KMW XII) mendorong keterlibatan masyarakat (BKM), pemerintah (Dinas) dan kelompok peduli dalam pelaksanaan program PAKET P2KP. • Mendorong keikutsertaan berbagai elemen dalam PAKET P2KP, baik dalam proses Musbangkel, UDKP dan Rakorbang, agar sinergi dapat terjalin secara menyeluruh. • Memadukan kebutuhan dan program penanggulangan kemiskinan dari masyarakat dengan berbagai kegiatan pemerintah yang telah tercantum dalam APBD. • Mendorong terbentuknya Komite PAKET dan Panitia Kemitraan, sebagai organ utama pelaksanaan sinergi dalam kerangka kerja program PAKET P2KP. • Melakukan koordinasi dan kerja sama dengan FKA BKM di tingkat Kota Malang. • Melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan pelaksanaan PAKET P2KP dan menerima laporan dari PJOK. • Berkoordinasi dengan tim konsultan PAKET P2KP dalam menyelesaikan maslaah dan konflik yang muncul serta menangani pengaduan yang tidak dapat diselesaikan di tingkat yang lebih rendah (kecamatan atau kelurahan). Sebagai fasilitator, BAPPEDA Kota Malang berperan dalam menyediakan sarana dan prasarana penunjang dalam keseluruhan pelaksanaan program PAKET. Hal itu bisa berupa fasilitas kesekretariatan, akomodasi dan teknis operasional kerja Komite PAKET. Atau dapat juga fasilitasi dalam hal sayembara proposal Panitia Kemitraan, serta pelaksanaan monitoring dan lain sebagainya sesuai kebutuhan dan kemampuan yang ada. Keberhasilan penanggulangan kemiskinan khususnya di wilayah Pemkot Malang tidak akan selesai hanya pada tercapainya tujuan P2KP atau suksesnya program PAKET, namun lebih kepada kesadaran semua pihak baik masyarakat, Pemda dan kelompok peduli setempat untuk menjadikannya sebagai media proses pembelajaran bersama membangun kemitaraan strategis dalam penanggulangan kemiskinan. Hal senada juga disampaikan Ir. Arianto, DIPL, SE, MT. Pimpro P2KP bahwa : P2KP tidak berobsesi kemiskinan dapat dihilangkan selama masa proyek P2KP, yang hanya berlangsung selama kurun waktu terbatas, dengan semata mata rriembentuk lembaga masyarakat dari menyalurkan dana ke masyarakat. P2KP baik di tahap 1 dilanjutkan di tahap 2 dan lewat program PAKET hanya berupaya mendorong masyarakat dan pemerintah daerah setempat serta kelompok peduli untuk meletakkan landasan yang kokoh dalarn bersinergi serta dapat berdiri sendiri dalam menyelesaikan berbagai persoalaan kerniskinan yang dihadapinya. Setelah landasan kokoh itu terbentuk, maka tergantung kepada masyarakat, Pemda dan kelompok peduli setempat dalam membangun kemandirian dan memaksimalkan potensi lokal yang ada guna menanggulangi kemiskinan dan menyelesaikan problem lingkungannya. Pesan terakhir beliau adalah ; mari jadikan momentum Lokakarya I PAKET sebagai langkah awal pembelajaran bersama dalam rangka membangun kemitraan strategis dalam penanggulangan kemiskinan. Sementara itu Team Lader KMW XII, Ir Burhan menerangkan bahwa Lokakarya II akan di selenggarakan dalam waktu dekat ini yang mengagendakan penyepakatan dan pembahasan tata kerja PAKET, sedangkan Lokakarya III akan menghasilkan Komite PAKET, Panita Kemitraan dan lain sebagainya. Adapun yang dianggap cukup penting adalah secara terus menerus membangun kemitraan Dinas dengan kelompok pemeduli/masyarakat. Dijelaskannya pula bahwa launching Program PAKET secara nasional rencananya akan digelar di Kabupaten Sleman, Propinsi di Yogyakarta pada tanggal 9 Agustus 2003, demikian Burhan ketika mengakhiri pembicaraannya dengan Tim Web Site. Lokakarya ditutup dengan do’a setelah serangkaian sessi dilalui termasuk pidato penutupan Wali Kota Malang yang dibacakan oleh Asisiten 1 Bapak Edi pada jam 15. 20 WIB, selamat berkarya dan bertemu kembali di lokakarya Program PAKET P2KP berikutnya. Salam. (Ida/Heroe)

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.