Beranda Warta Cerita Kisah Motor Sangar Sang Faskel

Kisah Motor Sangar Sang Faskel

Comments (0) View (1486)

U

Ucapan “Ka mana deui yeuh?” (Ke mana lagi nih?) kerap terdengar terlontar dari mulut petugas polisi patroli kepada rekan fasilitator yang kebetulan berpapasan di jalan. Maklum, dalam menjalankan tugas merazia kendaraan bermotor, petugas polisi patroli memang sering nongkrong di jalanan dekat base camp fasilitator Desa Cimurah, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut.

Mungkin saking seringnya berpapasan, petugas patroli jadi hafal motor milik fasilitator P2KP. Kondisi daerah di kecamatan kami memang mengharuskan Faskel memiliki kendaraan bermotor.

Cerita seputar motor dan urusan dengan polisi, bukan hal yang aneh lagi bagi kami. Salah satu cerita menarik adalah ketika seorang Faskel rekan kami ngeredit motor yang—menurut rekan lain—nyentrik. Dengan kondisi jalan yang sebagian besar rusak parah begini, motor pilihan rekan kami itu memang paling cocok digunakan.

Tapi, tahu nggak, apa motornya? Motor trail, keluaran Cina! Motor itu benar-benar berpenampilan sangar dan ngejreng. Bahkan, setiap berpapasan dengan anak-anak desa setempat, komentar mereka hampir senada. “Wah, motor edun, eta mah!” (Motor ajegile itu sih!) Atau, “Gelo, Satria Baja Hitam, euy!” (Gila, Satria Baja Hitam, lho!)

Sedangkan, mengenai urusan dengan polisi. Yah…di awal P2KP, seorang rekan kami sempat distop (dirazia) dan hampir ditilang karena kedapatan tidak membawa SIM dan STNK. Rekan tersebut tadinya hanya bermaksud membeli aqua ke desa sebelah, menggunakan motor. Sang petugas sudah siap dengan kertas tilang di tangan. Sesuai prosedur, petugas mengajukan pertanyaan seputar identitas pihak tertilang. Sampai pada pertanyaan soal pekerjaan, rekan kami menjawab jujur, “Fasilitator P2KP.”

Seketika, sang petugas tertegun. Penasaran, dia meminta penjelasan, “P2KP itu apa, sih?” Dengan semangat tinggi (plus gemetar), rekan kami menjelaskan—dengan kata lain, melakukan sosialisasi—tentang P2KP. Setelah itu, aneh bin ajaib, surat tilang yang sudah ditulisi nama rekan kami tadi lantas disobek oleh sang petugas itu sendiri. “Lain kali, SIM-nya jangan sampai ketinggalan ya, Pak,” pesan sang petugas lebih ramah. Oke deh, Pak. Saya ngaku salah, dan nggak akan diulang lagi.

Cerita lain, yang menurut kami paling lucu, adalah ketika salah seorang relawan datang ke base camp dan meminjam motor Faskel untuk menyebar undangan. Berhubung sang relawan juga seorang crosser (sekalian ingin bergaya), bisa ditebak motor mana yang dipinjamnya? Tentu saja, motor trail Satria Baja Hitam! Si motor sangar.

Malangnya, bukan gaya yang didapat. Si relawan malah dikejar-kejar polisi, “berhenti!” Kaget bukan kepalang, si relawan berhenti. “Apa salah saya?” mungkin itu yang tebersit di benaknya. Rupanya, Pak Polisi mengenali si motor sangar. Pak Polisi juga hafal pemiliknya. Tapi, kenapa kali ini bukan sang Faskel yang membawa motor tersebut, melainkan orang lain? Wajar bila Pak Polisi menyatukan benang merah teka teki yang ada di benaknya. Jangan-jangan, ini pencuri yang mau membawa lari si motor sangar! Namun, tampang galak Pak Polisi mengendur setelah diperlihatkan surat undangan yang dibawa relawan. Ah, ternyata orang ini masih bagian dari tim fasilitator P2KP. Tanpa banyak tanya lagi, Pak Polisi pun segera melepaskan si relawan. Terima kasih, Pak! You are the best! (Cerita oleh Tim Fasilitator III, Korkot 1, KMW XII P2KP 2/2;nina)

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.