Beranda Warta Cerita Bocah Kecil itu Mewakili Bapaknya Rapat

Bocah Kecil itu Mewakili Bapaknya Rapat

Comments (0) View (1329)

<

Satu lagi, cerita mengharukan disampaikan Faskel KMW XVI, Haris Yuniarsyah, yang bertugas di Srengat, Blitar, Jawa Timur.

Dermojayan, awal Oktober 2005. Malam itu di Balai Desa Dermojayan, Srengat, tengah digelar pertemuan untuk membahas PJM Pronangkis. Tentu saja peserta pertemuan, tidak lain adalah Tim PP, PK-BKM, relawan dan perangkat desa. Acara dimulai pukul 20.00 WIB.

Acara baru berjalan 30 menit-an, tiba-tiba datang seorang anak lelaki yang berumur sekitar 12 tahun. Sebelum mengambil tempat duduk, lelaki kecil itu mendekati salah seorang perangkat desa yang ia kenal. “Apa benar, malam ini pertemuan P2KP?” tanya si bocah kepadanya. “Iya. Memangnya kenapa, Dik?” ujar bapak perangkat kelurahan, balik bertanya.

“Anu, Pak, saya disuruh mewakili bapak ikut pertemuan. Karena, bapak sakit,” tutur si bocah. “Oh, ya.. Kalau begitu, kamu duduk saja di situ,” bapak perangkat mempersilakan. Tanpa banyak bicara, bocah tadi mengambil tempat duduk dan segera mengikuti acara dengan saksama. Kehadiran bocah tersebut tentu saja menjadi perhatian peserta pertemuan lainnya. Apalagi, ia merupakan peserta termuda.

Namun, karena waktu pelaksanaan pertemuan biasanya selesai sampai larut malam, maka salah seorang relawan menghampiri anak tersebut. “Dik, kok kamu yang datang, sih?” tanya relawan. “Bapak sedang sakit, jadi saya yang disuruh mewakili bapak,” jawab si bocah.

“Tapi, sekarang sudah malam. Adik pulang saja,” saran sang relawan, merasa iba. Apalagi, materi yang dibahas, sangat berat. Sang relawan kuatir, bocah ini menjadi bingung dengan isi materi pertemuan.

Bocah itu akhirnya diantar pulang oleh salah seorang relawan. Sesampainya di rumah, relawan berbicara kepada bapak si bocah. “Pak, pertemuan ini selesainya pasti larut malam. Jadi, lebih baik anak Bapak nggak usah ikut sampai selesai,” jelas dia.

Selidik punya selidik, rupanya bapak relawan yang sakit tersebut meminta anaknya mewakili pertemuan, karena ada rasa malu kalau sampai tidak datang. Apalagi, acara pertemuan malam itu sangat penting. Sehingga sayang sekali kalau tidak tahu hasilnya. Sedangkan si bocah, merasa takut pada bapaknya, kalau ia sampai tidak datang di pertemuan malam itu. 

Benar-benar mengharukan. Apalagi, ternyata si bocah yang datang pada pertemuan malam itu, masih duduk di kelas I SMP. Sang bapak, relawan yang sangat berdedikasi, memiliki anak yang begitu berbakti. (edit: nina)

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.