Beranda Warta Cerita Air Tak Mengalir, akibat Ilmu Hitam?

Air Tak Mengalir, akibat Ilmu Hitam?

Comments (0) View (1796)

A

Ada cerita unik dalam pelaksanaan BLM di Desa Gegerung, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Yakni ketika dilakukan proyek pemasangan pipa air bersih. Air yang mengalir dari pipa tersebut tidak mengalir normal. Masyarakat desa menduga hal itu disebabkan ada dukun yang iri, sehingga pipa disumbatnya melalui ilmu hitam.

Proyek pemasangan pipa air bersih sepanjang 1.000 meter itu menghabiskan biaya BLM P2KP lebih dari Rp 31juta, ditambah swadaya masyarakat sekitar Rp 7,8juta. Masyarakat juga mengerjakannya secara gotong royong, selama satu setengah bulan. Tapi, di meter ke-600, tiba-tiba aliran air yang keluar dari pipa tersebut, mengecil.

Sesuai perhitungan, seharusnya air bisa mengalir dengan debit 2 liter per detik. Ini dalam keadaan normal. Namun, saat itu air hanya mengalir sekitar setengah liter per detik. Masyarakat pun terheran-heran. Apalagi, hal itu terjadi secara tiba-tiba. Meski demikian, pengerjaan pipa tetap dilanjutkan hingga selesai, sambil berharap nantinya akan normal.

Setelah proyek tersebut rampung, air yang mengalir dari pipa tadi tetap kecil. Padahal, teknisi yang ditugaskan mengawasi pengerjaan pipa, syarat ketinggian diperlukan—agar air bisa mengalir—sudah memenuhi syarat. Jadi apa yang salah? Masyarakat bingung dan sibuk mencari penyebabnya, tapi buntu, tidak ditemukan. Akhirnya masyarakat sepakat rembuk untuk mencari jalan keluar dari permasalahan yang mereka hadapi.

Hasilnya, warga sepakat meminta agar dilakukan semacam “ritual” semalam suntuk. Ditugaskanlah Bapak Mursyid yang dikenal sebagai salah satu “orang pintar” di dusun tersebut. Paginya, Pak Mursyid meminta masyarakat serta tim teknisi untuk membongkar dan memeriksa pipa ketiga dari induk di Saluran Pasir Lambat (SPL). Kejutan! Ternyata di situ ditemukan gumpalan rambut yang memang telah menyumbat pipa. Gumpalan rambut itu pun dikeluarkan, lalu pipa dipasang kembali. Air mengalir lancar.

Pak Mursyid mengatakan, gumpalan itu memang pekerjaan dukun jahat yang tidak senang dengan pemasangan pipa ini. Wah! Entah benar atau tidak ucapan Pak Mursyid. Tapi, menarik juga ya, kok Pak Mursyid bisa tahu di bagian mana pipa itu tersumbat.

Seperti diceritakan Faskel Hasta Nugraha Teja Yuana, yang bertugas di desa tersebut. Desa Gegerung merupakan salah satu lokasi P2KP 2 Tahap 1 yang tergabung dalam KMW X, NTB. (Sansuri, Askot I KMW X NTB, P2KP 2/1; nina)

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.