Beranda Warta Cerita Warga Berswadaya Bedah Rumah Mbok Mesinem

Warga Berswadaya Bedah Rumah Mbok Mesinem

Comments (0) View (3728)

<

Perjalanan P2KP di Kelurahan Togogan, Kecamatan Srengat, Jawa Timur (Jatim) sangat mempengaruhi kepedulian warga RT 01/01 Dusun Kendaldoyong, akan masalah kemiskinan di lingkungannya. Ketika BKM Embun Pagi menggelar kegiatan plesterisasi, warga Dusun Kendaldoyong pun mengerahkan swadaya dan membantu memperbaiki rumah warga miskin yang mendapatkan manfaat program plesterisasi ini.

Salah seorang warga miskin penerima bantuan plesterisasi, Mbok Mesinem, tampak bahagia melihat warga beramai-ramai memperbaiki rumahnya. BKM Embun Pagi sendiri memberi bantuan empat sak semen untuk Mbok Mesinem. Rencananya, semen itu akan digunakan memplester lantai rumahnya yang saat itu masih terbuat dari tanah. Namun, melihat kondisi rumah Mbok Mesinem yang sudah hampir roboh, maka warga di lingkungan tersebut berinisiatif untuk sekalian memperbaiki rumah Mbok Mesinem agar lebih layak dihuni. 

Beberapa saat sebelum Mbok Mesinem menerima bantuan semen, warga Dusun Kendaldoyong melakukan rembug untuk menggali swadaya dari masyarakat, sekaligus menentukan waktu pelaksanaan bedah rumah Mbok Mesinem. “Alhamdulillah, Mas, dalam waktu singkat, warga di lingkungan ini sepakat membantu Mbok Mesinem,” tutur salah seorang anggota PK BKM Embun Pagi, Imam. Swadaya masyarakat—berupa material maupun tenaga—terkumpul hanya selang satu hari setelah rembug warga dilakukan. Keesokan paginya, bantuan material warga berupa pasir, batu bata, dan semen, sudah tersedia di lokasi. Bagi warga yang tidak bisa menyumbang material bangunan, justru menyumbangkan tenaganya membedah rumah Mbok Mesinem.

Suasana gotong royong dan keguyuban begitu terasa seiring rehabilitasi rumah Mbok Mesinem. Warga bekerja dengan penuh semangat dan antusiasme tinggi. Semuanya bekerja bakti, tak peduli kaya atau miskin, semua terlibat. “Kalau Mbok Masinem bahagia, kami juga ikut bahagia,” kata warga. Tapi, kemana Mbok Mesinem ketika rumahnya sedang diperbaiki? Ternyata, beliau dan ibu-ibu lainnya sibuk di dapur mempersiapkan makan siang untuk para bapak-bapak yang sedang bergotong royong itu. 

Senyum bahagia tampak menghiasi wajah Mbok Mesinem setelah pekerjaan rehab rumah rampung. Janda dua anak itu bersemangat merapikan barang-barang di rumah “baru”, bersama anak perempuannya. Impian Mbok Mesinem untuk menempati rumah yang layak huni bersama anak perempuannya yang masih duduk di bangku SMP itu, terwujud sudah. Tidak ada lagi kekuatiran rumah mereka akan roboh.

Kepedulian yang ditunjukkan oleh warga kepada Mbok Mesinem ini sungguh patut dijadikan contoh oleh warga di lingkungan lainnya. Tak terkecuali bagi 30 KK miskin yang akan menerima bantuan masing-masing empat sak semen dari BKM Embun Pagi. “Bagi mereka yang akan menerima bantuan plesterisasi diharuskan menyediakan swadaya terlebih dahulu sebelum semennya dikirimkan ke rumah masing-masing,” ujar Koordinator BKM Embun Pagi, Abduh Siregar.

“Kita tidak ingin melihat orang miskin hanya berdiam diri dan cuma menerima bantuan tanpa ada kemauan untuk maju. Kita ingin, orang miskin bangkit dari tidurnya dan berusaha memperbaiki diri. Selama ini orang miskin terlalu di-ninabobo-kan, sekarang saatnya mereka bangun,” tegas Abduh. Dia mengaku bangga, ketika warga diminta menyediakan swadaya (sebelum menerima bantuan semen), keesokan harinya warga langsung mencari pasir di sungai. Ada pula yang mengumpulkan pasir disekitar rumahnya. Ada pula yang membeli pasir. “Kenyataannya mereka bisa mas. Untuk pengerjaan plesterisasi di Dusun Bening pun dilaksanakan secara gotong royong. Ini merupakan bukti bahwa masyarakat telah sadar dan mau bangkit untuk bisa memperbaiki dirinya sendiri,” tandas Abduh. (Haris Yuniarsyah, Faskel Srengat, Blitar, KMW XVI Jawa Timur; nina)

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.