Beranda Warta Cerita Profil Pasangan Relawan, Bahas P2KP Sampai Tempat Tidur

Profil Pasangan Relawan, Bahas P2KP Sampai Tempat Tidur

Comments (0) View (1649)

<

Bagi masyarakat di wilayah sasaran P2KP, berbagai dinamika yang terjadi dalam pelaksanaan siklus P2KP disikapi sebagai sebuah proses pembelajaran yang terus berjalan. Berbagai hal yang terjadi didalamnya seringkali menjadi topik hangat yang menarik untuk dibicarakan. Sehingga, masyarakat menjadi terbiasa dengan budaya diskusi maupun berdialog di antara mereka.

Kesan seperti itulah yang ditemui oleh Pusinfo saat mengunjungi BKM Swakarsa, Desa Kroyo, Kecamatan Karang Malang, Kabupaten Sragen, pada hari Sabtu (21-01-2006) yang lalu.

Di sebuah rumah yang cukup sederhana, sekaligus menjadi kantor Sekretariat BKM Swakarsa, Pusinfo—yang didampingi Korkot Kabupaten Sragen dan Kabupaten Grobogan, Drs. Farid Bambang Siswantoro, MM, beserta beberapa Faskelnya--disambut oleh Savianto Suprijadi dan istrinya Rini Widarwati, serta Koordinator BKM, Martono dan beberapa anggotanya.

Meski hari sudah cukup malam (jam 20.00 wib-red.), para anggota BKM dan pasangan suami istri--Savianto dan Rini—masih terlihat bersemangat menyambut kedatangan Pusinfo. Kehadiran pasangan suami istri dalam acara malam hari itu menarik perhatian Pusinfo. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari SF Tim 21 dan SF Tim 20, Kecamatan Sragen, Cahyo dan Sujoko, beserta dua orang Faskelnya, Tugimin dan Dade, Savianto dan istrinya adalah pasangan relawan yang sangat aktif sejak mulai masuknya P2KP ke desa tersebut.

Menurut para Faskel, pasangan suami istri relawan ini pada akhirnya terpilih bersama-sama menjadi anggota BKM Swakarsa, Savianto sebagai Sekretaris, dan Rini sebagai anggota.”Sejak awal, kami berdua sama sekali tidak berambisi untuk duduk di BKM. Namun mengingat amanah masyarakat, yah akhirnya kami tidak kuasa menolaknya,” ujar mereka berdua kepada Pusinfo.

Lebih lanjut Savianto--usianya saat ini mencapai 41 tahun--menjelaskan, dia dan istrinya memang sudah sejak lama aktif diberbagai kegiatan masyarakat. Tapi sejak beberapa saat yang lalu, lebih berkonsentrasi pada kegiatan kepemudaan.”Salah satu aktifitas kami adalah bagaimana agar para pemuda bisa memiliki suatu keahlian. Kebetulan saya memiliki sedikit pengetahuan mengenai komputer, jadi mereka kami didik untuk mampu menguasai bidang ini, sehingga nantinya dapat membantu mereka dalam memperoleh pekerjaan,” kata Savianto.

Savianto juga menambahkan, baginya memberi sesuatu yang terbaik pada masyarakat adalah hal ingin selalu dilakukannya.”Tanpa pandang bulu dan tingkatan, prinsip itu sejak dulu hingga kini, selalu kami pegang. Kehadiran P2KP kami manfaatkan sebagai sarana untuk memberi dan mewujudkan cita-cita kami. Program P2KP ini sangat mengena di hati kami, lebih-lebih pada transparansinya,” tegas Savianto.

Dalam kesempatan itu, Savianto juga menunjukkan dan menjelaskan kepada Pusinfo mengenai temuannya tentang aplikasi pengembangan program Microsoft Excel yang dimanfaatkan untuk mengelola pembukuan BKM dan UP-UP nya.”Program yang amat simple dan mudah ini digunakan untuk memudahkan sistem pembukuan kami. Kemanfaatan dan kelayakan dari program ini, sudah diakui oleh Suyono SE MM, selaku TA Kredit Mikro KMW 14,” jelas Savianto.

Menurut Korkot Sragen dan Grobogan, Farid, program ini bahkan akan disosialisasikan kepada BKM-BKM lainnya di wilayah KMW 14.”Walau penciptanya tidak menuntut honor, tapi kami tetap akan berupaya untuk memberinya, sebagai bentuk penghargaan atas karyanya, meskipun hanya sekedarnya,” ujar Farid.

Sementara itu Savianto mengatakan, tugas yang agak memberatkan baginya adalah mengelola keuangan.”Fungsi yang selama ini belum pernah kami lakukan, karena ketika aktif di organisasi kepemudaan, fungsi sekretaris tidak ikut bertanggungjawab mengenai keuangan. Berbeda dengan fungsi Sekretaris BKM, yang sebagai kepanjangan tangan BKM, kami menyalurkan dana BLM untuk kegiatan UP-UP,” katanya dengan serius.

Pada bagian lain, sang istri, Rini Widarwati--usianya saat ini juga mencapai 41 tahun--mengatakan, masalah-masalah yang menyangkut urusan kelembagaan lokal ini, tidak jarang kami diskusikan, hingga ke tempat tidur. ”Inilah resiko sebagai relawan, namun semua itu kami hadapi dengan penuh enjoy, tanpa beban,” ujarnya dengan tersenyum.

Lanjut Rini, biasanya yang kami perbincangkan soal teknis dan kebijakan-kebijakan BKM. ”Pertentangan-pertentangan kecil dalam upaya solusi dalam masalah BKM, sering terjadi di ranjang kami. Tapi semua kami lakoni dengan enteng, sehingga tidak mengganggu keharmonisan rumah tangga kami,” kata Rini, mengakhiri perbincangannya dengan Pusinfo.(Heroe;fajar)

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.