Beranda Warta Cerita Bersepeda ke Sekolah karena P2KP

Bersepeda ke Sekolah karena P2KP

Comments (0) View (1439)

I

Ilmu memang mahal, tapi harus dituntut oleh semua orang. Mereka yang mampu, bersekolah di mana pun, jauh atau dekat. Bahkan, mereka yang “berduit” bersedia sekolah ke luar negeri. Tapi, mari kita lihat anggota masyarakat kita yang kurang mampu di Desa Paddinging, Kecamatan Mappakasunggu, 2 kilometer (km) dari ibukota Kabupaten Takalar.

Desa Paddinging terdiri dari enam dusun. Jarak terdekat adalah 4 km dari ibukota Kabupaten Takalar. Sedangkan yang terjauh adalah 12 km. Setiap hari kita menyaksikan anak-anak berangkat ke sekolah mulai SD hingga SMA. Bagi mereka yang hidup berkecukupan berangkat ke sekolah dengan angkutan umum atau bersepeda. Tapi bagi anak kurang mampu, akan berjalan kaki untuk menempuh jarak yang cukup jauh agar sampai di sekolahnya.

Program P2KP, dalam hal tridaya dari segi sosial, telah melaksanakan program pemberian bantuan berupa sepeda untuk 43 anak setingkat SD – SMP yang kurang mampu, bantuan beasiswa kepada 32 orang setingkat SMU, serta bantuan kepada 75 orang jompo. Bantuan tersebut diterima langsung oleh para penerima manfaat.

Penyerahan bantuan sosial kepada warga kurang mampu, tampak sangat menggembirakan mereka. Apalagi, penyerahan tersebut diberikan langsung oleh Bupati Kabupaten Takalar, Ibrahim Rewa, dengan dihadiri pula oleh BAPPEDA serta instansi-instansi terkait.

Dalam sambutannya, Ibrahim Rewa sangat berterima kasih kepada P2KP yang memiliki inisiatif dan peduli terhadap masyarakarat kurang mampu. Ibrahim berpesan kepada anak-anak penerima bantuan tersebut agar memelihara dan manfaatkan bantuan yang telah diberikan sebaik-baiknya. Acara tersebut dilaksanakan oleh BKM Tamangngura yang dipimpin Syamsuddin Daeng Ruppa (Koordinator BKM).

Penyerahan bantuan sosial berupa sepeda tersebut dilandasi hasil kesepakatan PJM Pronangkis, serta pertimbangan bahwa mereka yang masih duduk dibangku sekolah ini sangat kesulitan dalam hal transportasi dari dan ke sekolah masing-masing. Hal ini dikarenakan jarak sekolah yang berada di ibukota kabupaten itu berada sekitar 15 km dari desa, sehingga memakan waktu tempuh tiga jam dengan berjalan kaki. Sementara transportasi umum seperti pete-pete, sangat jarang dijumpai.

Penyerahan ini diharapkan mampu menjawab masalah yang dirasakan masyarakat Paddinging—khususnya masyarakat marginal—agar mereka mampu meningkatkan prestasinya di sekolah, seperti “Bapak Umar Bakri” dan “Sepeda Kumbangnya”. (Korkot 1 Gowa - Takalar, KMW VIII Sulsel; nina)

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.