Beranda Warta Cerita Tukang Becak Miskin Mengalahkan Tokoh

Tukang Becak Miskin Mengalahkan Tokoh

Comments (0) View (1669)

K

Kejadian ini  terjadi di salah satu desa yang kami fasilitasi. Demi menjaga nama baik, saya tidak perlu menyebutkan nama desa. Saat itu, di Balai Desa “anu” diadakan pembentukan dan pemilihan anggota BKM tingkat desa. Seperti di desa lainnya, persyaratan kegiatan adalah masing-masing utusan RT terpilih harus hadir dan jumlahnya memenuhi syarat yang telah ditentukan.

Dari semua utusan RT yang terpilih di desa “anu”, ada dua relawan yang berprofesi sebagai tukang becak. Keduanya tergolong warga miskin, tapi kerelawanannya cukup tinggi dan diketahui warga masyarakat sekitarnya. Ada pula seorang tokoh masyarakat yang tidak asing bagi warga desa setempat. Tokoh tersebut tergolong kaya (mampu), bergelar haji, berpengalaman dalam organisasi, cukup disegani, dan mempunyai banyak waktu luang. 

Ternyata, untuk menjadi anggota BKM tidak hanya cukup dengan mengandalkan ketokohan, “gelar”, dan kekayaan. Karena, dalam pemilihan tersebut masyarakat justru lebih percaya pada sang tukang becak—dibandingkan si tokoh—untuk duduk sebagai anggota BKM. Entah apa alasannya, dari ketigabelas anggota BKM terpilih, “Pak Haji” justru kalah suara dan tidak terpilih menjadi anggota BKM.

Bahkan, ketika diadakan pemungutan suara kedua kalinya—karena ada tiga orang berjumlah suara sama untuk dipilih sebagai anggota BKM ke-13—sang tukang becak itulah yang memenangkan jumlah suara. Menurut pengamatan kami, “Pak Haji” tersebut cukup berambisi ingin menjadi anggota BKM. Lalu kenapa jumlah suara “Pak Haji” dapat dikalahkan oleh seorang tukang becak? Padahal “Pak Haji” itulah yang idealnya menjadi anggota BKM karena latar belakang, ketokohan, pengalaman di organisasi, dan kemampuan materi cukup mendukung. Hanya masyarakat setempat lah yang mengetahui alasannya. Maka, kejadian ini patut menjadi renungan dan evaluasi bagi kita semua. (Yoyo Taryono, Tim Fasilitator 4,  KMW XIII Jateng; nina)

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.