Beranda Warta Berita Pameran BKM P2KP di Semarang

Pameran BKM P2KP di Semarang

Comments (0) View (2124)

Sabtu di hari ketiga Juli 2004. Siang itu sekitar pukul 11:00 WIB,  matahari di atas Kota Simpang Lima Semarang Jawa Tengah, sinarnya menyengat kulit di setiap orang yang berada di tempat itu. Meski begitu terik seakan tak mampu mengusik kesetiaan warga P2KP –pengurus BKM se-Pulau Jawa dan KSM serta masyarakat sekitar Kota Semarang— yang dengan setianya mereka sudah mendatangi sejak pukul 8 pagi. Dua jam kemudian sejak pagi itu, 20.000 kursi yang tersedia sudah hampir terisi semua. Pukul 11 pagi, suara derap drum band Buldozer yaitu grup Marching Band dari Kimpraswil menunjukkan kebolehannya berarak-arak mengitari beberapa kali di Kota Simpang Lima. Tak ayal, warga sekitar pun perhatiannya terpusat pada keramaian itu, bahkan sempat menimbulkan kemacetan jalan di sekitarnya.

 

Ada apa mereka berduyun-duyun menuju Kota Simpang Lima? Yang jelas, seseorang akan hadir di hari itu. Dialah sang Presiden Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri.

 

Hiburan alunan musik dan lantunan lagu penyanyi dari Jakarta dan Semarang pun mulai terdengar. Meski terik panas yang menyelimuti kulit di siang itu, seorang pejabat Kimpraswil yang  berpakaian rapih hitam-hitam pun larut dalam alunan musik dan lagu hingga ia naik panggung untuk melengkapi semaraknya hingar-bingar hiburan. Dan ia pun mendendangkan lagu Cotton Field dan beberapa lagu lainnya.

 

Ketika jam mendekati angka satu siang, warga mulai gelisah. Memang siang itu udara terasa sangat panas. Empat puluh ribu paru-paru bekerja bersama-sama, mengkonsumsi oksigen bersama-sama, membuat suhu udara naik beberapa derajat menambah panas udara Simpang Lima yang memang sudah panas. Tenda raksasa yang dibuat untuk membuat teduh para warga agaknya tak mampu membuat teduh. Beberapa orang mengeluhkan tenda yang dipasang tertutup penuh itu tidak menciptakan aliran udara ke tengah-tengah sehingga membuat orang-orang yang duduk di tengah tersiksa kepanasan. Sejumlah anak kecil mulai menangis. Para ibu menggunakan kertas yang dipegang untuk mengipasi dirinya dan anaknya agar sedikit memperoleh kesejukan.

 

Saat jam menunjukkan angka satu lebih tiga puluh menit dan presiden yang ditunggu belum juga datang, sejumlah pengunjung bagian belakang sudah tidak mampu menunggu. Mereka pun berbondong-bondong mengundurkan diri. Untungnya dari panggung hiburan mampu menangkap sinyal tidak baik ini. Lantas musik pun diperankan untuk mencegah lebih banyak orang yang mengundurkan diri. Seorang MC (master of ceremony) dari Semarang tampil dengan lantang dan mengubah suasana panggung menjadi amat meriah dan menarik. Dengan gaya khas semarangan, dan janji akan segera menampilkan artis dangdut Semarang terbaik, maka pengunjung yang sudah siap-siap ingin pulang, mengurungkan niatnya.

 

Ketika artis dangdut yang dijanjikan mulai beraksi, suasana menjadi lebih baik. Mereka sangat terhibur malahan beberapa diantara mereka –-meski dilarang petugas-- ada yang mendekati panggung untuk berjoget. Hampir empat puluh menit panggung dangdut itu menyedot perhatian pengunjung. Setidaknya ada dua pululuh ribu orang --mungkin berkurang beberapa ribu-- mampu bertahan tiga jam di panas terik Simpang Lima Semarang.

 

Saatnya yang dinanti tiba. Ketika jam menunjukkan angka dua lebih limabelas menit, tamu istimewa Presiden Megawati Sukarnoputri pun hadir. Musik dangdut berhenti. Suasana tiba-tiba hening. Saat presiden menginjakkan kaki di karpet merah, lagu gebyar-gebyar karya Gombloh dikumandangkan oleh Marching Band Buldozer. Presiden dan rombongan duduk di kursi podium kehormatan. Tampak para pengirim rombongan presiden, Taufik Kiemas (suami Megawati Soekarnoputri), Sunarno  (Menteri Kimpraswil), beberapa Bupati Pulau Jawa, Malik Fajar (Mendiknas), Pramono Anung (Wakil Sekjen PDIP), Puan Maharani (putri presiden) dan beberapa tamu lainnya.

 

Sesaat sebelum acara dimulai, wartawan foto maju menaiki podium untuk memotret presiden dan rombongan. Selanjutnya acara dimulai dengan sambutan selamat datang dari Gubernur Jawa Tengah. Lalu acara penandatanganan akad kredit oleh BNI, BRI, PMN, Pegadaian dan Bank Mandiri. Selanjutnya acara penyerahan Surat Keputusan Menteri Koperasi tentang pengangkatan BKM sebagai badan Koperasi dan Pengelolaan Bantuan PSD Air Bersih dilakukan oleh menteri Kimpraswil dan dilanjutkan dengan Laporan dari Menteri Kimpraswil. Semua kegiatan itu dilaksanakan secara singkat.

 

Acara berikutnya adalah peresmian Pembukaan Pameran P2KP oleh presiden dengan menekan tombol sirene yang diikuti dengan terbukanya tirai penutup papan pameran. Presiden dan rombongan segera menuju ruang stan pameran. Para penjaga stan BKM pun menunggu di masing-masing stannya. Para penjaga itu sudah menunggu sejak Jumat malam sebelumnya. Bahkan ada yang sudah datang sejak Jumat subuh. Sebagian besar dari mereka sudah menunggu lebih dari dua puluh jam. Ternyata presiden dan rombongan hanya melewati stan-stan pameran saja. Tidak sempat menengok, apalagi berdialog.

 

Setelah lima belas menit dari sejak kedatangannya presiden dan rombongan meninggalkan tempat, suasana menjadi sangat sepi. Beberapa anggota panitia saling berjabattangan tanda acara sudah terselenggara dengan lancar tanpa hambatan. Sementara para penjaga pameran terdiam. Tampak tidak mampu menyembunyikan kekecewaannya karena antara waktu menunggu dan harapan dikunjungi tidak sebanding. Memang beberapa masyarakat ada yang membeli barang-barang yang dipamerkan. Bisa jadi itu sedikit akan bisa menghibur. (MZ/ww)

 

 

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.