Beranda Warta Berita In Memoriam Sutiyo, Sosok Panutan Warga Kelurahan Dermo

In Memoriam Sutiyo, Sosok Panutan Warga Kelurahan Dermo

Comments (0) View (1484)
Usia seseorang memang tidak bisa diduga, karena hal ini adalah hanya milik Sang Maha Penguasa. Pada tanggal 8 September 2003 lalu, sekitar pukul 21.00 WIB, telah berpulang ke Rahmatullah, Bapak Sutiyo, Kepala Kelurahan Dermo Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan Jawa Timur. Sosok pamong kelurahan ini meninggal di Rumah Sakit Pohjentrek setelah sebelumnya mengalami kecelakaan lalu lintas sekembali menghadiri FGD di kantor kelurahan. Pada saat itu, beliau pergi bersama sang istri yang juga memang aktif di organisasi PKK. Susana berkabung masih terasa saat Tim Website berkunjung ke rumah beliau pada 26 September 2003 lalu. Saat itu memang Tim Website berada di Pasuruan. Dengan bantuan suporting staff STL Pasuruan kami berniat melayat ke rumah almarhum. Sayangnya, pada saat itu penghuni rumah sedang tidak ada. Menurut para tetangga yang ditemui, kedua putra almarhum sedang menjenguk istri Pak Sutiyo, yang masih dirawat di rumah sakit. Almarhum memang memiliki 2 putra. Putra pertama sedang menjalani kuliah di perguruan tinggi sedangkan putra kedua masih duduk di bangku kelas I SMU Negeri Pasuruan. Karena tidak bertemu kerabat keluarga almarhum lainnya, Tim Website langsung pergi ke kantor Kelurahan Darmo dengan kendaraan umum yang jarak tempuhnya mencapai 17 km dari rumah almarhum. Di tempat yang dituju kami dijemput Senior Faskel, Fathur Rohman. Sayang, saat kami berdua tiba, kantor kelurahan sudah tutup. Maklum, jam kerja di daerah ini hanya sampai pukul 14.00 WIB, sementara kami tiba di sana jam sudah menunjukkan pukul 14.30 WIB. Akhirnya kami sepakat pergi ke rumah salah seorang staf kelurahan setempat, yakni Kasan, seorang Kepala Seksi di Kelurahan Dermo. Dalam pertemuan ini kami mendapat cerita panjang tetantang sosok almarhum Pak Sutiyo. Almarhum Sutiyo yang lahir pada 18 September 1954, menurut penuturan Kasan sudah hampir 2 tahun menjabat Lurah Dermo. Sebelumnya, almarhum bertugas di bagian Pembangunan Desa di sebuah kecamatan Kabupaten Pasuruan. Setelah itu karir selaku Kepala Pemerintahan di tingkat kelurahan dimulai di Kelurahan Pagak Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan. Dari Kelurahan ini, barulah almarhum ditunjuk sebagai Lurah Dermo. Selama hampir 2 tahun mengayomi masyarakat Dermo, banyak kesan dan manfaat yang dirasakan aparat serta masyarakat setempat. Almarhum adalah lurah keenam yang menduduki jabatan ini di Kelurahan Dermo. Sosok almarhum adalah pribadi yang luwes, arif, serta bijak namun tetap tegas dan disiplin dalam melaksanakan tugas yang diembannya. Tampaknya, karakter ini menjadi sumber inspirasi dalam membangun keberhasilannya membangun wilayahnya. Tak heran bila warga terbangun kepeduliannya dalam ikut berpartisipasi dalam pembangunan. Figur yang sangat disayangi dan dihormati oleh siapapun karena kerendahan hatinya ini sangat dikenal bukan saja oleh warganya melainkan juga hingga tingkat kecamatan bahkan kabupaten.Tekadnya yang tinggi dalam membangun desa, mengayomi masyarakat, membantu yang mendapat kesulitan, menata kerja tugas bawahannya, semuanya ini yang membuat cinta yang demikian besar dari seluruh warganya. Ini bisa dibuktikan dari tahlilan mulai dari hari ke satu hingga hari ke tujuh. Masyarakat saat itu menghendaki diadakan pengajian/tahlilan di kantor kelurahan dengan biaya ditanggung bersama di antara warganya. Kehadiran warga saat itu yang demikian membludak, penuh ketekunan dan keharuan mencerminkan kecintaan mereka pada sosok almarhum.Kasan juga menceritakan hal ihwal kejadian naas pada 8 September yang lalu. Menurut penuturannya, Senin itu sedang dilakukan FGD bagi warga Dermo yang selanjutnya dimusyawarahkan untuk menyepakati pembentukan kelembagaan kepemimpinan kolektif BKM. Sebagaimana biasanya, almarhum menyempatkan diri hadir bersama-sama istrinya yang juga aktifis PKK. Malam itu disepakati bahwa pembentukan BKM akan dilaksanakan pada tanggal 20 September 2003. Berdasarkan catatan, Kelurahan Dermo Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan Jawa Timur ini merupakan salah satu kelurahan sasaran P2KP Tahap 2 dibawah dampingan KMW 12. Dengan kepadatan penduduknya sekitar 4.700 jiwa, desa ini memiliki 130 KK tergolong miskin yang tersebar di 16 RT pada 3 RW. Selesai acara, lebih kurang pukul 23.00 WIB, istri almarhum berkeinginan bermalam di kamar dinas kantor kelurahan. Namun, almarhum berkeras untuk pulang karena akan mempersiapkan segala sesuatu karena esok paginya akan menghadiri rapat di kecamatan. Akhirnya dengan sepeda motornya almarhum pulang ke rumahnya sambil memboncengi istrinya dengan dilepas warga tanpa firasat apapun.Setelah berjalan sekitar 9 km di wilayah Desa Tambak Rejo Kecamatan Kraton(dekat kantor Polsek Kraton), sepeda motor almarhum terperosok di lubang galian pekerjaan jalan yang memang sedang giat-giatnya dilakukan oleh Pemda setempat. Lobang berkedalaman sekitar 2 m ini yang tidak diberi tanda-tanda oleh pelaksana pekerjaan, rupanya telah berakibat fatal. Almarhum terbentur keras pada bagian kepala, tali helm mencekik leher, sedangkan istrinya terlempar hingga puluhan meter dengan kondisi patah tulang pada paha kanan, tangan serta dagu sehingga gigi copot serta juga mengalami benturan pada bagian kepalanya. Istri almarhum saat itu langsung pingsan. Oleh polisi dan warga setempat keduanya dibawa ke Rumah Sakit Pohjentrek yang berjarak sekitar 8 km dari tempat kejadian guna mendapatkan pertolongan secepatnya. Namun Yang Maha Kuasa menghendaki lain, Pak Sutiyo dalam perjalanan ke rumah sakit menghembuskan napas terakhirnya. Sedangkan sang istri masih dalam keadaan pingsan. Setibanya di rumah sakit almarhum langsung dimasukkan ke kamar mayat, sedang istrinya di ruang gawat darurat. Esok harinya tepat pukul13.00 WIB, almarhum dikebumikan di pemakaman umum Pohjentrek tanpa dihadiri istrinya yang saat itu masih belum sadar di rumah sakit. Yang mengantar saat itu hanya kedua anaknya, kerabat, kelurga serta para aparat kelurahan, kecamatan, Pemkab, masyarakat Kelurahan Pohjentrek dan masyarakat Kelurahan Dermo. Lautan manusia memenuhi pemakaman dengan penuh kesedihan yang demikian dalamnya. Selamat jalan Pak Sutiyo, semangat dan kesungguhanmu tetap akan menjadi sumber inspirasi kami dalam pemberdayaan masyarakat….(Heroe)

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.