Beranda Warta Berita Suardin Suebo (Walikota Palu): “Jangan Mengulang Kesalahan Lama."

Suardin Suebo (Walikota Palu): “Jangan Mengulang Kesalahan Lama."

Comments (0) View (1113)

UPAYA pengentasan kemiskinan  telah berlangsung sejak lama, sebelum krisis ekonomi  melanda tanah air. Banyak program telah diluncurkan, mulai bantuan beras, padat karya, penyediaan dana bergulir, dukungan kesehatan dan berbagai program lain untuk masyarakat miskin. Masalahnya, sejauhmana keberhasilan upaya itu bisa mendongkrak masyarakat miskin lebih layak lagi dalam taraf kehidupannya?

Berkaitan dengan itu, Walikota Palu Suardin Suebo, SE., mengajak Ketua DPRD Palu Rusydi Mastura dan tiga staf seniornya mengunjungi lokasi P2KP di Wilayah Bogor, dalam rangka studi banding agar dalam  menanggulangi kemiskinan di daerahnya tidak mengulangi kesalahan lama. “Melalui kunjungan studi banding ini kita ambil hikmahnya agar dalam melaksanakan penanggulangan kemiskinan di daerah kami tidak mengulangi kesalahan lama,” kata Suardin.

Kunjungan yang berlangsung Rabu (14/7) yang lalu ini diterima Wakil Bupati Bogor L. Albert Pribadi di ruang pertemuan Pemda Kabupaten Bogor. Hadir dalam kunjungan antaralain Darmawangsa (Kepala Bagian Pembinaan Program), Darma Gunawan (Kasubdin Perumahan), Adnan Ali (Kasubag Perlengkapan) serta Ahmad Sriyanto dan M. Tasriaf Siara, masing-masing Team leader dan Tenaga Ahli Sosialisasi KMW III Sulawesi Tengah.

Studi Banding ke Desa Bantar Jaya
Studi banding Walikota Palu berlangsung di Desa Bantar Jaya Kecamatan Rawa Bungur P2KP 1 Tahap 2. Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) sebagai organisasi warga telah  berdiri sejak Oktober 2003 dan saat ini telah masuk pada pemanfaatan dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) sebesar Rp100 juta.

Dana tersebut digunakan untuk kegiatan sosial, fisik lingkungan dan ekonomi. Khusus kegiatan ekonomi digunakan untuk mengembangkan usaha masyarakat melalui layanan  permodalan. Dana yang diterima dari P2KP dikelola oleh Unit Pengelola Keuangan (UPK) dan disalurkan kepada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). KSM kemudian  memberikan layanan modal  dengan jasa 1,5 % per bulan. Pemberian jasa ini bagian dari proses pembelajaran bagi pemanfaat, karena di kalangan komunitas selama ini berkembang layanan pinjaman modal cepat dengan jasa yang tinggi yang dilakukan oleh rentenir. Akumulasi dana yang diperoleh dari jasa pinjaman ini digunakan untuk kegiatan sosial dan fisik lingkungan 0,75 % dan sisanya biaya opersional UPK sendiri.

Bina lingkungan dimanfaatkan untuk peningkatan kualitas jalan setapak dan perbaikan rumah warga, sesuai dengan Program Jangka Menengah (PJM) dan rencara tahunan yang disusun bersama oleh warga. Jalan setapak selama ini becek sudah rapi dan diperlihara. Sembilan unit rumah warga yang sangat tidak memenuhi syarat dan layak huni telah direnovasi. P2KP menyediakan bahan bangunan yang diperlukan dan masyarakat secara gotong-royong dengan koordinasi tim kecil yang dipilih oleh warga.

Belajar dari Kisah Sukses Seorang Ibu
Nunung --seorang ibu rumahtangga--- pemanfaat dana bergulir ini telah menerima Rp500.000 setiap bulan, dan ia mengembalikan Rp 60.000 selama sepuluh bulan. Dalam pengembalian dana bergulir ini telah termasuk simpanan dan dana bersama KSM. Dana yang diperoleh digunakan untuk usaha daur ulang gelas plastik aqua. Pekerjaan sebelumnya, Nunung dan suaminya hanya sebagai pemulung bekas gelas plastik aqua. Sekarang, ia sudah mampu membeli gelas plastik bekas itu dari pemulung lain seharga Rp4.000 per kg (1 kg berisi 200 gelas). Bahan bekas ini kemudian dicuci dan dikemas kembali kemudian bisa dijual seharga Rp3000 per 50 gelas. Artinya setiap 1 kg ia memperoleh keuntungan bersih sekitar Rp5000.

Menurutnya, sehari bisa memproses sekitar empat kilo, dengan demikian  sehari bisa menghasilkan Rp20.000. Gelas plastik ini dijual di toko dan sampai sekarang masih tetap terjual dengan konsumen utama pedagang es doger. “Wah ini salah satu yang menarik,” ungkap Suardin. Kalau di Palu plastik bekas biasanya dibawa dan diolah di Surabaya kemudian dibawa lagi ke Palu. “Dengan  pengalaman ini maka plastik bekas bisa diolah di Palu dan dipasarkan di wilayah ini. Saya akan kirim orang untuk belajar dengan ibu ini,” kata Suardin lagi.

Berkaitan dengan pengalaman mengenai pengguliran dana, Suardin mengilustrasikan dana itu seperti ban atau onde-onde. Pengalaman selama ini dana yang disalurkan ke masyarakat biasanya semakin lama semakin kecil karena banyak yang macet. Begitu juga seperti ban, sering dipakai maka akan semakin tipis. Karenanya dengan  pengalaman BKM dan KSM di kelurahan ini, mudah-mudahan seperti onde-onde. “Artinya semakin digulirkan semakin banyak kelapanya, dan gurih tentunya. Tidak seperti ban tadi,” guraunya.

Dalam prospektif ke depan, Pemerintah Kabupaten Bogor berupaya agar P2KP semakin terintegrasi dan berlanjut. “Karena itu P2KP dengan pengalaman yang demikian penting selama ini akan menjadi bagian dari Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (SPKD) di Kabupaten Bogor,” ungkap Ketua Bappeda Muchtar Rusli. Pemda Kabupaten Bogor akan mengembangkan program penanggulangan kemiskinan tahun 2005 nanti melalui Gerakan  masyarakat Mandiri (GMM). Pemda menyediakan sekitar Rp3 milyar dan ditempatkan di BPD untuk disalurkan kepada usaha kecil dengan bunga rendah. Bunga yang diperoleh sekitar 8 % digunakan untuk biaya operasional GMM dan Bank pelaksana. “Tentu saja pemanfaat GMM nanti adalah pemanfaat P2KP yang telah teruji kejujurannya selama ini,” katanya.

Dalam konteks ini Pemda Kota Palu juga sedang merencanakan  program layanan kredit mikro. “Pemda Kota Palu mengalokasikan dana Rp1 miliar dan akan disimpan di BRI atau BPD,” ungkap ketua DPRD Kota Palu Rusydi Mastura. Dana bergulir ini bisa dimanfaatkan oleh pengguna sebelumnya yang telah terbukti dipercaya. Program ini akan mulai tahun 2005 nanti. Bank pelaksana dapat meberikan layanan paling tinggi dengan bunga 6 % per tahun. Bunga yang diperoleh akan dibagi untuk mendukung pendampingan kepada pemanfaat dan bagi Bank pelaksana sendiri.

Bagi Pemerintah Kota Palu, walau hanya dengan penduduk sekitar 300.000 jiwa dengan luas yang sama dengan Kabupaten Bogor, lebih 300.000 hektar temuan dan hasil studi banding ini penting. “Kami ingin hal-hal positif dari P2KP di Kabupaten Bogor bisa kami kembangkan. Suatu saat nanti kami ingin kembali melihat perkembangan yang terjadi,” kata Suardin menambahkan ketika berpamitan dengan masyarakat di Desa Bantar Jaya.

Sementara itu menurut Kabid Perencanaan Bappeda Kabupaten Bogor, Tika dalam dialog lanjutan dengan BKM dan warga seusai Walikota  Palu meninggalkan tempat kunjungan, mengatakan PJM Pronangkis dan Rencana Tahunan  yang disusun warga akan menjadi pijakan dan acuan berbagai program. Sehingga akan terjauh dari tumpang tindih  program. Karena P2KP telah menjadi bagian dari SPKD dan program tahunan di tingkat Pamda Kabupaten Bogor.

Dalam dialog itu salah satu tokoh warga mengatakan, “Kita tidak ingin cerita lama terulang. Tahun 60 dan 70-an banyak warga Malaysia belajar di Indonesia. Sekarang banyak warga Indonesia belajar di Malaysia. Kalau sekarang Walikota Palu yang datang ke Bantar Jaya, kami tidak ingin nanti belajar ke Palu,” ujar seorang tokoh masyarakat desa tersebut.
 
P2KP di wilayah Bogor dimulai sejak 1999, dengan jangkauan 51  desa/kelurahan termasuk P2KP 1 Tahap 1. Pada 2002 dikembangkan di 46 kelurahan/desa dalam P2KP 1 Tahap 2. (Muchtar Bahar/Wahyudi Wibowo).
 


 

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.