Beranda Warta Berita Merajut Kemitraan Bersama BRI Menuju Hari Esok

Merajut Kemitraan Bersama BRI Menuju Hari Esok

Comments (0) View (1457)

Boleh jadi Anda setuju, sebenarnya gajah memiliki sifat kesetiakawanan yang sejati dan penuh ketulusan untuk saling tolong-menolong. Tak heran, binatang ini pun kerap kali menghiasi layar kaca sebagai endoser sebuah tayangan iklan. Di dalam iklan itu pula, gajah yang memiliki daya ingat yang kuat dan setia menjadi tema konsep iklan tertentu. Tampaknya filosofi yang dimiliki binatang itu, dalam peradaban manusia pun banyak yang sudah mengimplementasikan, salah satunya adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang bergandengan tangan dengan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) sebagai produk dari Proyek Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP), khususnya P2KP 1 Tahap 1.

 

Terkait dengan filosofi tersebut, BKM telah memperoleh uluran tangan dengan penuh “kasihsayang”. Ini berarti peradaban manusia itu sudah mengimplementasikan filosofi yang dimiliki oleh sang gajah tadi. BRI memberikan “kasihsayangnya” dalam bentuk pelatihan dan ketrampilan yang belum dimiliki oleh Unit Pengelola Keuangan (UPK) sebagai salah satu unsur BKM. Harapan ke depan setelah selesai pelatihan, UPK bisa berdiri di atas kaki sendiri secara profesional dalam mengelola tugas dan fungsinya dalam mengelola keuangan. Hubungan yang sinergis di antara keduanya, lazimnya disebut hubungan kemitraan atau dengan kata lain: channeling.

 

Hubungan kemitraan ini, kini semakin pasti karena sejak 23 Juni 2004 lalu antara Pimpro P2KP Ir. Arianto, Dipl. SE., MT, dengan Kepala Divisi Kredit Program BRI Ir. Siti Sundari Nasution, telah melakukan penandatanganan kerjasama pelatihan. Ini suatu prestasi yang cukup dibanggakan, karena dalam sejarah perjalanan P2KP sejak 1999, baru kali ini bisa menggaet dengan pihak luar sebagai mitra kerjasama menuju keprofesionalan.

 

Dalam kesepakatan itu, tercermin sederet rencana akan segera digelindingkan. Kalau pun tidak meleset, pelatihan akan dimulai Agustus sampai Desember 2004. Namun sebelumnya akan diawali lebih dulu melalui Training of Trainers (TOT) yang akan dibimbing oleh 36 instruktur dari BRI pada 9 sampai 13 Agustus. Sementara jumlah peserta training diperkirakan sebanyak 846 BKM. Setiap BKM akan diwakilkan lima orang, yang terdiri dari dua orang pengurus BKM, tiga orang pengurus UPK. Lokasi pelatihan berada di lima wilayah  provinsi yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan DI Yogyakarta.

 

Kesempatan untuk meningkatkan keprofesioanalan diri bersama tim instruktur dari BRI tentu tidak boleh disia-siakan. Kesulitan demi kesulitan selama pelatihan tidak boleh dijadikan hambatan tapi harus dijadikan tantangan. Betapa tidak, keberhasilan menggaet BRI untuk bisa bermitra pun sudah menjadi kebanggaan tesendiri. Mengingat betapa “alotnya” menuju kesepakatan kerjasama ini pun tidak mudah, karena setidaknya ada “dinding-dinding” kebijaksanaan BRI yang harus diperhitungkan oleh pihak BRI demi menjaga eksistensi nama besar BRI itu sendiri. Selain itu, BRI juga ingin ingin melihat sejauhmana kesiapan BKM.

 

Karena “alotnya” itu, maka tak heran bila pengurus BKM dan unsur-unsurnya selama ini hanya bisa menunggu sambil menghitung hari: kapan kesepakatan bisa bermitra segara terealisasi.

 

Selama itu pula ---BKM khusunya P2KP 1 Tahap 1--- mungkin saja bisa “frustasi” untuk dapat bermitra dengan BRI. Mahfum memang, karena kabar untuk memperoleh bimbingan keterampilan sudah terdengar sejak sekian lama, tapi realisasinya tidak kunjung tiba. Memang benar, kabar bermitra itu merebak sejak ada Memorandum of Understanding (MOU) mengenai  kesepakatan bersama antara Dirjen Pekim dengan BRI di Sleman Yoyakarta Jawa Tengah pada 2003 yang lalu. Sekali lagi, sejak itu pula BRI tentu perlu persiapan. Itu sebabnya kepastiannya kapan realisasi MOU akan dijalankan menjadi terkatung-katung sekian lama.

 

Kini masalahnya sudah berbeda. BKM dan UPK tak perlu menghitung hari lagi, karena pada Agustus mendatang akan diadakan pelatihan sesuai dengan kesepakatan bersama. Menurut Financial Management Specialist Soedirman M., SE., SH., Msi., dan Economist & Microfinance Specialist P2KP Advisory Group Hudi Sartono, menjelaskan dengan adanya kemitraan ini tentu banyak ilmu dan keuntungan yang akan diperoleh dari BKM beserta UPK. Para instruktur akan menularkan ilmunya bagaimana cara mengatur dana bergulir (pengelolaan dana simpan pinjam) dan prinsip-prinsipnya, termasuk mempelajari sistem pembukuan, simpanan, pengelolaan kas, pengawasan dan masih banyak lagi. Kegiatan pelajaran menurut rencana terangkum dalam 14 jam pelajaran.

 

Dalam menjalin kemitraan, BRI akan memberi dampingan sampai pada batas waktu tertentu hingga BKM benar-benar bisa berdiri di atas kaki sendiri demi suksesnya menyongsong hari esok yang masih panjang. (Editor: Wahyudi Wibowo)

 

 

 

 

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.