Pembahasan Laporan Pendahuluan P2KP Jawa Selatan

Comments (0) View (1188)
P2KP Jawa Selatan sudah beroperasi. Mungkin tidak banyak yang menyadari. Memang belum semua (enam) konsultan melakukan mobilisasi personilnya. Baru empat KMW, yaitu KMW 12, 13, 14 dan 16 yang sudah memobilisasi personilnya. KMW 11 dan 15 masih ada persoalan administratif. Diharapkan dua KMW yang tertinggal tersebut juga segera akan menyusul empat KMW yang telah duluan, demikian penjelasan TL KMP, Zulkarnaen saat mengawali acara pembahasan ini. Sementara itu pada kesempatan persiapan acara pembahasan ini, pada 17 Agustus 2004, meski hari libur, beberapa TA, RM dan TL KMP melakukan pembahasan strategi mengevaluasi Laporan Pendahuluan (Inception Report). Dalam kesempatan tersebut Zulkarnaen berpesan hendaknya KMP mampu mengidentifikasi kesiapan KMW. Hal ini penting untuk dijadikan masukan bagi acara pelatihan atau coaching para TA dan TL KMW Jawa Selatan kelak. Selama dua hari maraton, sejak Rabu dan Kamis (18-19 Agustus 2004) empat KMW (12,13,14, dan 16) melakukan presentasi Laporan Pendahuluannya. Bertempat di kantor KMP jalan Jatiluhur Jakarta, empat KMW memaparkan pemahaman atas tugas, konsep pelaksanaan hingga rencana kerjanya. Meski tiga di antara empat KMW tersebut adalah pelaku lama (sejak P2KP I - 2 bahkan ada yang sudah terlibat di P2KP sejak I - 1) agaknya persoalan menyusun Laporan Pendahuluan saja belum memenuhi harapan. Ditekankan oleh KMP ---juga oleh Pimpro--- bahwa belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, kali ini mulai penyusunan Laporan Pendahuluan harus benar-benar operasional. Laporan Pendahuluan KMW itu merupakan rencana awal KMW yang benar-benar menjadi acuan operasional KMW (para TA dan TLnya) dalam melaksanakan tugas sehari-hari, selain juga dapat dijadikan sarana pengendalian oleh KMP. Jika Laporan Pendahuluan hanya mengemukakan wacana-wacana, apa gunanya? Demikian pesan yang bernada kawatir dari pimpro, Arianto saat mengawali pembahasan Laporan Pendahuluan. Ternyata kekawatiran pimpro terbukti. Paparan dari KMW pertama (12) yang disampaikan oleh Dadang sebagai TL dan Ayi sebagai Korkot, masih memuat banyak wacana umum yang tidak operasional. Dapat disebut misalnya, strategi operasional pengendalian tidak jelas. Koordinasi dengan Pemda dan Kelompok Peduli juga tidak jelas. KMW UPP II-2 yang melakukan presentasi perdana ini setelah melakukan presentasi lebih dari empat jam ini disimpulkan harus memperbaiki Laporan Pendahuluannya, selain juga harus melakukan presentasi ulang. Presentasi yang dilaksanakan oleh KMW-KMW lainnya bahkan tidak lebih baik. Bahkan ada yang disebutkan tidak paham samasekali dengan P2KP. Kesimpulannya, semua KMW harus memperbaiki Laporan Pendahuluannya dan harus presentasi ulang. Waktu yang disediakan adalah satu bulan. (MZ)

0 Komentar