Beranda Warta Kliping & Newsletter Penataan Kawasan Kumuh Harus Sasar Perumahan

Penataan Kawasan Kumuh Harus Sasar Perumahan

Comments (0) View (1394)

Diinformasikan oleh:
Raden Adhi Heryadi
Askot CD
Kota Yogyakarta
KMW OSP DI Yogyakarta
Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)

Judul: Penataan Kawasan Kumuh Harus Sasar Perumahan

Sumber: Kedaulatan Rakyat

Edisi: Jumat, 3 Maret 2017

YOGYA (KR)—Program penataan kawasan kumuh yang mulai digencarkan oleh pemerintah pusat diharapkan mulai menyasar kawasan perumahan. Hal ini lantaran permukiman padat di bantaran sungai menjadi area terbanyak yang masuk kawasan kumuh. Penataan dalam ranah perumahan itu juga dinilai bagian dari mitigasi bencana.

Menurut Ketua Pemerti Code, Totok Pratopo, sejak 2011 lalu usai banjir lahar dingin, permukiman di bantaran sungai mendapat ancaman setiap masuk musim hujan. “Ketika perumahan belum disentuh dalam upaya penataan kawasan kumuh, maka setiap tahun selalu rentan terhadap bencana,” ungkapnya, Kamis (2/3).

Selama ini, imbuhnya, perencanaan penataan kawasan kumuh yang diusulkan kelurahan belum menempatkan perumahan sebagai objek kegiatan. Padahal, berdasarkan hasil pemetaan daerah rawan bencana di sepanjang Code, terdapat delapan kecamatan yang masuk garis merah atau kerawanan tinggi. Kawasan itupun termasuk wilayah kumuh berdasarkan SK Walikota No. 393/2011.

Oleh karena itu, pihaknya akan terus mengusulkan agar perumahan turut menjadi sasaran penataan. Terutama dengan mempedomani konsep ‘Mundur, Munggah, Madep Kali’ (M3K) yang sudah digaungkan oleh Pemda DIY. “Tapi, konsep M3K itu juga masih perlu penegasan. Khususnya menyangkut  mundurnya seberapa dan munggahnya bagaimana,” tandasnya.

Salah satu penataan kumuh dengan sasaran ranah perumahan, ialah dengan membangun rumah susun. Akan tetapi, jelas Totok, pemerintah di Kota Yogya mengalami kendala terkait lahan yang bisa dimanfaatkan. Namun, kendala tersebut seharusnya tidak dijadikan sebagai hambatan. Dirinya pun memberikan solusi dengan konsep konsolidasi lahan milik warga yang sudah bersertifikat.

Guna memberikan contoh bagi khalayak, Pemerti Code bersama pihak swasta saat ini tengah merumuskan konsep konsolidasi lahan di Kampung Jetisharjo pinggiran Kali Code. Terdapat delapan hingga sepuluh rumah yang siap dikonsolidasikan. “Nanti akan dibangun rumah vertikal dan bisa dimanfaatkan bersama-sama. Selain memberikan rasa aman dan nyaman dari bencana, juga bisa menjadi pemasukan tambahan dari sisi ekonomi bagi pemilik lahan,” terangnya.

Totok kembali menegaskan, manajemen pengelolaan air hujan selalu dialirkan untuk dibuang ke sungai. Hal inipun berdampak pada beban sungai yang semakin berat dan ancaman warga di bantaran. (Dhi)-k.

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.