Beranda Warta Kliping & Newsletter Kampung Susun Kurangi Kawasan Kumuh Solo

Kampung Susun Kurangi Kawasan Kumuh Solo

Comments (0) View (1409)

Diinformasikan oleh:
Cornelius Tri Cahyo Suksmanto
Koordinator Kota
Kota Surakarta (Solo)
OSP 5 Provinsi Jawa Tengah
Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)

Judul: Hunian Layak - Kampung Susun Kurangi Kawasan Kumuh Solo

Sumber: Solopos Edisi Sabtu, 29 April 2017

JEBRES—Kampung susun Pucangsawit yang akan mulai dibangun pada 2018 di lahan pemakaman Purwoloyo diproyeksi mengurangi kawasan kumuh di tiga kelurahan terdekat, yaitu Pucangsawit, Sewu, dan Jagalan. Pembangunan kampung susun menjadi salah satu upaya menggolkan program nasional nol persen kumuh di Kota Solo pada 2019 mendatang.

Koordinator Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Kota Solo, Cornelius Tri Cahyo, saat ditemui Espos di kantornya di Jl. Kepatihan Wetan No. 7 Kepatihan Wetan, Jebres, Jumat (28/4), mengatakan jika melihat program secara spesifik, keberadaan kampung susun memang ada dalam perencanaan kawasan kumuh di tingkat kota dan kelurahan. Sementara, sokongan pembangunan diberikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), khususnya dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR).

“Pihak terkait, termasuk Kemen PUPR sudah mengadakan pertemuan di Solo. Tetapi seiring berjalannya Kotaku, nakhoda pelaksananya adalah Pemkot Solo,” ujar lelaki yang akrab disapa Cahyo tersebut.

Ia mengatakan sudah ada survei ke Pucangswit. Menurutnya, lokasi pendirian kampung susun berstatus milik Pemkot. “Warga di bantaran rel kereta api (KA) mendukung realisasi kampung susun. Bahkan sudah ada kolaborasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk mewujudkan kampung susun itu,” paparnya.

Ia menjelaskan data awal menyebutkan lokasi kumuh yang ada di Pucangsawit hanya terdapat di RW 001, 002, 003, 004, 005, 006, 013, 014, dan 015. Luas kawasan kumuh yang semula dihitung hanya 8,87 hektare, setelah diverifikasi menjadi 17,62 Ha termasuk Jagalan, Pucangsawit, dan Sewu.

Asisten Kelembagaan dan Kolaborasi Program Kotaku Solo, Ratna Tri Utami, menilai pemilihan lokasi tentu tidak muncul secara tiba-tiba. Hal itu biasanya tak terlepas dari aspirasi masyarakat sekitar.

(Ivan Andimuhtarom)

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.