Beranda Warta Kliping & Newsletter Penataan Kali Winongo Dilirik Jakarta

Penataan Kali Winongo Dilirik Jakarta

Comments (0) View (1060)

Diinformasikan oleh:
Nanang Priyana
Team Leader
KMW OSP 5 Provinsi DI Yogyakarta
Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)   

Judul: Warga Bantaran Dilibatkan Secara Aktif - Penataan Kali Winongo Dilirik Jakarta

Sumber: “Kedaulatan Rakyat”

Edisi: Kamis, 20 Juli 2017

Yogya (KR) – Penataan Kali Winongo yang melibatkan warga bantara secara aktif turut dilirik Ibukota RI. Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Baswedan bahkan mengajak 11 pegiat lingkungan di sana untuk melihat sekaligus mempelajari pola penataan Kali Winongo di penggal RW 1 Ngampilan.

“Penataan di sini melibatkan komunitas, sehingga mengajak warga untuk memikirkan bersama. Paradigma hunian yang membelakangi sungai berhasil diubah agar dijadikan sebagai halaman. Hasilnya ternyata cukup luar biasa,” tanda Anies usai berkeliling di bantaran Kali Winongo RW 1 Ngampilan, Rabu (19/7).

Oleh karena itu, setelah resmi menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta pada Oktober mendatang, rumusan untuk penataan sungai dengan konsep pemberdayaan akan langsung ia gulirkan. Apalagi sebelumnya Anies juga sudah mempelajari konsep yang sama di Kali Code.

“Ini pelajaran bagi Jakarta untuk penataan sungai dengan semangat gotong-royong. Supaya masyarakat bisa melihat sungai yang bersih, lingkungan yang nyaman serta ruang memadai sebagai buah dari kebersamaan,” urainya.

Sementara Koordinator Forum Komunikasi Winongo Asri (FKWA) DIY, Endang Rohijani, mengungkapkan yang dilakukan komunitasnya buka merupakan pekerjaan instan. Menurutnya, edukasi kepada masyarakt sebelum proses penataan dilakukan membutuhkan waktu lama. Hal ini lantaran tanpa ada kesadaran dari warga yang berada di bantaran sungai, maka penataan mustahil dapat dilakukan.

Konsep penataan yang sudah dilakukan di RW 1 Ngampilan tersebut pun menerapkan pola “M3K” yakni Mundur, Munggah, Madhep Kali. Hunian warga yang persis berada di bantaran digeser mundur, kemudian dibangun vertikal dengan menghadap sungai.

“Kuncinya harus ada kemauan dari warga karena rumahnya harus dikepras agar memberikan ruang bagi sempadan atau bantaran. Ruang tersebut pun dapat dimanfaat bersama sebagai fasilitas publik sekaligus menambah rasa aman dan nyaman bagi penghuninya,” jelasnya.

Khusus untuk Kali Winongo di wilayah Kota Yogya, sudah dibagi dalam delapan segmen atau penggal. Penataan di tiap penggal juga tidak sama, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan wilayah masing-masing. (Dhi)-m

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.