Beranda Warta Kliping & Newsletter Serahkan Bantuan Dana Investasi Rp 500 Juta

Serahkan Bantuan Dana Investasi Rp 500 Juta

Comments (0) View (1829)

Diinformasikan oleh:
Iriana
Senior Fasilitator
Kota Sorong
Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)

Judul: Serahkan Bantuan Dana Investasi Rp 500 Juta - KOTAKU, Program Pemerintah Pusat Mengurangi Kekumuhan

Sumber: Radar Sorong

Edisi: Sabtu, 09 September 2017

SORONG-Wali Kota Sorong, Drs.Ec. Lambert Jitmau,MM mengatakan, Kota Sorong dengan letak geografis yang strategis yaitu sebagai pintu gerbang Tanah Papua, diprediksi mengalami peningkatan jumlah penduduk dan tingkat kepadatan penduduk yang sangat signifikan setiap tahunnya.Apabila tidak ada bentuk penanganan yang inovatif dan tepat sasaran, dapat dipastikan bahwa luasan kawasan kumuh perkotaan di Kota Sorong akan terus meningkat.

Untuk maksud tersebut lanjut Lambert, pemerintah Kota Sorong sangat menyambut baik dan memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan program KOTAKU di Kota Sorong. Dukungan yang diberikan adalah merupakan komtmen pemerintah daerah untuk mengentaskan kawasan permukiman kumuh perkotaan seperti yang diamanatkan dalam peraturan presiden nomor 2 tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menegah Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019, yaitu mewujudkan Kota Tanpa Permukiman Kumuh melalui penanganan kawasan permukiman kumuh seluas 38.431 hektar.

Lambert mengatakan, Papua membutuhkan kerja nyata, bukan hanya sekedar kata-kata, sekedar melihat dan bukan sekedar janji-janji. Tanah Papua ini membutuhkan sentuhan, perbuatan yang dapat dirasakan dan dinikmati oleh masyarakat kecil. “Tapi urbanisasi yang datang ke Papua ini membludak, dulu 200-an, sekarang 300-an, penduduk akan bertambah terus, angka kelahiran bertambah terus dan luas wilayah semakin sempit, jadi masalah sosial jauh lebih banyak. Masalah drainase,  pemukiman, banjir dan lain-lain. Saya sampaikan ke pemerintah pusat untuk membantu sejumlah daerah di nusantara ini, jangan lupa di Kota Sorong sehingga tahun 2015 kita juga dibantu,” katanya.

Kota Sorong merupakan salah satu daerah yang menjadi sasaran program KOTAKU. Kkawasan kumuh yang akan ditangani sesuai SK Wali Kota Sorong Nomor 188 tahun 2014 yakni seluas 51.7 hektar. Kota Sorong, mendapatkan alokasi Bantuan Dana Investasi (BDI) program KOTAKU dari Direktorat Jenderal Pengembangan Kawasan Pemukiman Kementerian PUPR Republik Indonesia sebesar Rp 7.5 miliar yang akan dibagikan kepada 15 kelurahan prioritas di Kota Sorong sebesar Rp 500 juta.  “Itu bantuan Rp 500 juta setiap kelurahan yang dianggap layak menerima bantuan dan diawasi oleh tim pendamping, namun dari warga juga harus ikut mengawasi program KOTAKU ini,” katanya.

Ia mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada Kemeterian PUPR RI dan juga kepada semua pihak yang telah berkontribusi terhadap terlaksananya program KOTAKU di Kota Sorong. Lambert yakin hal ini merupakan bentuk keseriusan dari kita semua dalam menciptakan dan menata Kota Sorong menjadi sebuah kawasan yang lebih baik dan layak

Bantuan dana invastasi KOTAKU hendaknya dimanfaatkan dengan baik dan tepat untuk kegiatan penataan kawasan permukiman masyarakat. Harapannya dapat mencegah timbulnya kawasan permukiman kumuh baru.  “Saya menghimbau kepada kita semua agar lebih meningkatkan sinergitas dan kolaborasi dalam mempercepat penanganan Kumuh perkotaan, guna mewujudkan permukiman yang layak huni, produktif dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Sementara itu, Koordinator KOTAKU Kota Sorong, Roberthus Frank,S.Hut menambahkan, batas waktu pemanfaatan BDI hanya sampai bulan Desember. Karena itu, BKM dan KSM perlu mengoptimalkan  waktu yang tersisa.  “Pekerjaan yang diselesaikan harus sesuai standar teknis PU. Jadi kualitas dan specknya dikerjakan sesuai desaign yang telah diverifikasi oleh PPK selaku staf teknis Kasatker PIP,” katanya.

Pekerjaan yang dikerjakan saat ini lanjut Roberth, skalanya lingkungan atau kelurahan dan berbasis pemberdayaan masyarakat. Maka itu, diharapkan juga peran serta stakeholder distrik dan kelurahan serta RT/RW dan masyarakat sekitar lokasi kegiatan, untuk ikut berpartisipasi dan mengontrol agar hasil pekerjaannya baik.

Untuk kelurahan lainnya yang belum mendapatkan alokasi BDI, diharapkan kebutuhan pendanaan utk penyelesaian permasalahan kawasan kumuh, dapat teralokasikan melalui sumber pendanaan CSR dari swasta dan APBD. “Karena platform Peogram KOTAKU dalam penanganan kumuh adalah melalui kolaborasi,” katanya. (zia)

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.